adacel tdap vaksin tetanus vaksin difteri vaksin pertussis

ADACEL - Vaksin Tetanus, Difteri, Pertusis

Kategori                 : Vaksin
Subkategori         : Vaksin Td/TdaP
Produsen              : Sanofi Pasteur
SKU                         : 30016

Ringkasan

Direkomendasikan

1 jarum suntik prefilled berisi 0,5 mL suspensi untuk injeksi.

Anak

  • Usia 10-12 tahun:
    Booster Td 1x
  • Usia 18 tahun: Booster Td 1x

Dewasa

  • 1 Dosis TdaP
  • 1 Dosis Td setiap 10 tahun
  • tambahan 1 Dosis TdaP setiap kehamilan (wanita) – boleh kapan saja; optimal pada usia gestasi 27 – 36 minggu

 

Keterangan Produk

  • ADACEL diindikasikan sebagai imunisasi booster aktif terhadap tetanus, difteri, dan pertussis.
  • Vaksin ini digunakan dalam dosis-tunggal pada individu usia 10 hingga 64 tahun.
  • Penggunaan untuk wanita hamil & menyusui: baca “ATURAN PAKAI”

Setiap dosis 0.5 mL ADACEL mengandung:

  • Toksoid tetanus                                  5 Lf
  • Toksoid difteri                                     2 Lf
  • Komponen pertussis
    – Toksoid pertussis                            2.5 µg
    – Filamentous haemagglutinin    5 µg
    – Fimbrial agglutinogens                5 µg
    – Pertactin                                              3 µg
  • aluminum phosphate                      1.5 mg
  • residual formaldehyde                ≤5 µg
  • residual glutaraldehyde              <50 ng
  • 2-phenoxyethanol                             3.3 mg
  •  

Aturan Umum:

  • 0.5 mL dosis-tunggal.
  • Diberikan secara injeksi intramuskular pada regio deltoid lengan atas.
  • Jangan melakukan injeksi dengan rute pemberian intravena, subkutan, atau intradermal.
  • Sebelum digunakan, kocok vial hingga terbentuk suspensi berwarna putih homogen.
  • ADACEL tidak boleh digunakan dengan cara rekonstitusi dalam satu spuit dengan vaksin lain.
  • Tidak untuk dijual bebas (over-the-counter) atau digunakan tanpa diresepkan dan pengawasan oleh dokter yang kompeten di bidang vaksinologi.

Rekomendasi Pemberian Vaksin TdaP pada Kehamilan & Laktasi:

  • Petugas kesehatan direkomendasikan untuk memberikan 1 (satu) dosis TdaP selama setiap kehamilan terlepas dari riwayat pasien sebelumnya menerima TdaP.
  • Untuk memperoleh respons antibodi ibu dan transfer antibodi pasif ke bayi yang maksimal, waktu optimal pemberian Tdap adalah antara usia kehamilan 27 dan 36 minggu meskipun TdaP dapat diberikan kapan saja selama kehamilan.
  • Untuk wanita yang sebelumnya tidak divaksinasi dengan TdaP, jika TdaP tidak diberikan selama kehamilan, TdaP harus diberikan segera setelah melahirkan (post-partum).

Sumber: CDC

  • Reaksi alergi berat (contoh: anafilaksis) pada komponen ADACEL atau toksoid difteri, toksoid tetanus, dan vaksin lainnya yang mengandung antigen pertusis.
  • Riwayat terjadinya ensefalopati (koma, penurunan kesadaran, kejang berkepanjangan) dalam jangka waktu 7 hari setelah pemberian vaksin yang mengandung antigen pertussis lain.

Efek samping yang umum terjadi pada lokasi penyuntikan antara 0-14 hari setelah vaksinasi menggunakan ADACEL antara lain:

  • Pada remaja 11-17 tahun: nyeri (77,8%), bengkak (20,9%), eritema (20,8%).
  • Pada dewasa 18-64 tahun: nyeri (65,7%), bengkak (20,1), eritema (24,7%).

Efek samping yang umum terjadi secara sistemik antara 0-14 hari setelah vaksinasi menggunakan Adacel antar alain:

  • Pada remaja 11-17 tahun: nyeri kepala (43,7%), nyeri badan atau lemah otot (30,4%), kelelahan (15,1%).
  • Pada dewasa 18-64 tahun: nyeri kepala (33,9%), nyeri badan atau lemah otot (21,9%).
  • Terdapat karet latex pada jarum suntik yang dapat mengakibatkan reaksi alergi pada mereka yang memiliki riwayat alergi terhadap latex.
  • Sebagaimana pada obat atau zat yang diberikan secara injeksi lainnya, maka peralatan untuk penanganan reaksi anafilaksis harus selalu tersedia.
  • Individu yang pernah mengalami reaksi hipersensitivitas jenis Arthus setelah pemberian dosis vaksin yang mengandung toksoid tetanus tidak boleh diberikan adacel kecuali telah berlalu 10 tahun sejak dosis terakhir vaksin yang mengandung toksoid tetanus.
  • Apabila pernah memiliki riwayat terjadinya sindrom Guillain-Barre dalam jangka waktu 6 minggu sejak pemberian vaksin yang mengandung toksoid tetanus (DPT, Td, TdaP) sebelumnya, risiko sindrom Guillain-Barre dapat meningkat dengan pemberian dosis Adacel selanjutnya.
  • Kondisi neurologik yang progresif dan tidak stabil dapat menjadi alasan penundaan pemberian ADACEL.
  • Jika vaksin ADACEL diberikan pada individu dengan gangguan imunitas, termasuk individu yang menjalani terapi imunosupresif, respons pembentukan imunitas yang diharapkan mungkin tidak dapat dicapai.

Konsultasikan lebih lanjut mengenai kebutuhan vaksinasi Anda kepada dokter vaksinolog Anda.