STAMARIL (Vaksin Yellow Fever)

Rp869.000,00

Paket > 20 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Deskripsi

Stamaril – Vaksin Yellow Fever

Vaksin diindikasikan untuk pencegahan aktif terhadap Infeksi Yellow Fever.

Rekomendasi Dosis : 1x (diulang setelah 10 tahun, apabila dibutuhkan).

Direkomendasikan untuk Dewasa & Anak di atas 9 bulan.

Vaksinasi demam kuning setidaknya dilakukan 10-14 hari sebelum bepergian ke Amerika Selatan dan Afrika agar imunitas dapat mencapai kadar protektif yang optimal. Vaksin Yellow Fever ini umumnya dianjurkan untuk wisatawan, pelaut, pramugari, pilot, dsb yang hendak bepergian ke negara endemis atau negara lain sebagai syarat imigrasi.

Sertifikat Vaksinasi Internasional (International Certificate of Vaccination; ICV) yang diterbitkan sebagai dokumen vaksinasi secara resmi dan diakui secara internasional berlaku seumur hidup penerima vaksin demam kuning.

 

STAMARIL
Sanofi Pasteur (France)


*Harga vaksinasi per dosis per pax. Termasuk PPN.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis Buku Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik: Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)
Add-on International Certificate of Vaccination and Prophylaxis (ICV Buku Kuning Resmi KemKes RI): Rp. 50,000 / buku

jadwal imunisasi dewasa


Lokasi:
Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

Kandungan

Zat Aktif

Setelah rekonstitusi, 1 dosis (0,5 ml) mengandung:

  • Virus demam kuning*, strain 17D-204 (hidup, dilemahkan) ……tidak kurang dari 1000 IU

*diproduksi dalam embrio ayam bebas patogen.

Eksipien / Zat Non-Aktif Lainnya

Laktosa, Sorbitol E420, L-Histidine hidroklorida, L-Alanin, Natrium klorida, Kalium klorida, Dinatrium fosfat dehidrat, Kalium dihidrogen fosfat, Kalsium klorida, Magnesium sulfat, Natrium klorida, Air untuk injeksi.

Info Klinis

Indikasi

STAMARIL diindikasikan untuk imunisasi aktif terhadap demam kuning (Yellow Fever) pada orang yang:
• bepergian ke, melewati, atau tinggal di daerah endemik,
• bepergian ke negara mana pun yang memerlukan Sertifikat Vaksinasi Internasional sebagai syarat imigrasi (yang mungkin tergantung pada riwayat perjalanan sebelumnya),
• menangani bahan yang berpotensi menular (misalnya petugas laboratorium).

Buku Kuning ICV / Sertifikat Vaksinasi Internasional

Untuk mematuhi regulasi vaksinasi internasional dan diakui sebagai dokumen resmi, vaksin demam kuning / vaksin yellow fever harus dilakukan di pusat vaksinasi yang memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan terdaftar secara resmi di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai fasilitas pelayanan vaksinasi dan penerbitan Sertifikat Vaksinasi Internasional dan Profilaksis (International Certificate of Vaccination and Prophylaxis).

Sertifikat Vaksinasi Internasional ini ditetapkan berlaku seumur hidup sesuai dengan rekomendasi Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) 2005 Lampiran 7, sesuai dengan revisi tertanggal 11 July 2016, dan dimulai 10 hari setelah vaksinasi pertama dan segera setelah vaksinasi ulang.

Posologi

  • Vaksinasi Primer
    Vaksin harus diberikan setidaknya 10 hari sebelum memasuki daerah endemik karena kekebalan protektif mungkin tidak tercapai optimal sampai setidaknya waktu ini telah berlalu.

    • Dewasa: dosis tunggal 0,5 ml vaksin yang dilarutkan.
    • Populasi anak:
      • Anak-anak berusia 9 bulan ke atas: dosis tunggal 0,5 ml vaksin yang telah dilarutkan.
      • Anak-anak dari usia 6 sampai 9 bulan: vaksinasi terhadap demam kuning tidak dianjurkan pada anak-anak berusia dari 6 bulan sampai 9 bulan kecuali dalam keadaan tertentu dan sesuai dengan rekomendasi resmi yang tersedia, dalam hal dosisnya sama seperti pada anak berusia 9 bulan ke atas.
      • Anak di bawah 6 bulan: STAMARIL dikontraindikasikan pada anak di bawah 6 bulan
  • Vaksinasi ulang
    • Durasi perlindungan setelah pemberian satu dosis tunggal 0,5 ml STAMARIL diharapkan setidaknya 10 tahun dan mungkin seumur hidup.
    • Vaksinasi ulang dengan satu dosis 0,5 ml mungkin diperlukan pada beberapa individu yang memiliki respon imun yang tidak memadai setelah vaksinasi primer mereka.
      • Vaksinasi ulang mungkin juga diperlukan, tergantung pada rekomendasi resmi dari otoritas kesehatan setempat, sebagai syarat masuk di beberapa negara.

Metode Pemberian

  • Vaksin demam kuning sebaiknya disuntikkan melalui rute subkutan.
  • Injeksi intramuskular dapat dilakukan pada pertimbangan tertentu sesuai dengan rekomendasi dokter vaksinator.
  • Untuk penyuntikan secara intramuskular, lokasi yang direkomendasikan adalah aspek anterolateral paha pada anak-anak kurang dari 12 bulan, aspek anterolateral paha (atau otot deltoid jika massa otot memadai) pada anak usia 12 bulan sampai 35 bulan atau otot deltoid pada anak-anak dari usia 36 bulan ke atas dan orang dewasa.
  • Jangan memberikan vaksin ini secara intravaskular.

Kontraindikasi

  • Riwayat reaksi alergi hebat terhadap salah satu zat aktif atau eksipien yang tercantum di atas, atau telur, atau protein ayam.
  • Riwayat reaksi alergi parah setelah pemberian vaksin demam kuning atau vaksin lainnya yang memiliki kandungan yang sama.
  • Usia kurang dari 6 bulan.
  • Defisiensi imun kongenital atau didapat yang merusak imunitas seluler. Ini termasuk pasien yang menerima terapi imunosupresif, seperti kemoterapi, atau kortikosteroid sistemik dosis tinggi (Dosis kortikosteroid yang secara substansial menekan sistem imunitas dianggap sebagai konsumsi prednison atau setaranya sebanyak “20 mg” atau “2 mg per kilogram berat badan” setiap hari selama 2 minggu atau lebih).
  • Riwayat disfungsi timus (termasuk miastenia gravis, timoma, atau timektomi).
  • Infeksi HIV simtomatik (dengan gejala).
  • Infeksi HIV asimtomatik (tanpa gejala) bila disertai dengan bukti klinis gangguan fungsi imunitas.
  • Tunda vaksinasi dalam kasus penyakit demam sedang atau berat (Suhu ≥38°C) atau penyakit akut lain.

Keamanan

Di seluruh studi klinis dan pengalaman post-marketing, reaksi KIPI yang paling umum terjadi setelah pemberian vaksin adalah reaksi lokal, yang dilaporkan pada sekitar 16% penerima vaksin.

Reaksi KIPI berikut berasal dari satu studi klinis di mana 106 subjek dewasa yang sehat menerima STAMARIL.

Reaksi KIPI diklasifikasi berdasarkan frekuensi, menggunakan konvensi sebagai berikut:
• Sangat umum: 1/10
• Umum: 1/100 dan < 1/10
• Jarang: 1/1000 dan < 1/100

Gangguan sistem saraf
Sangat umum: sakit kepala.

Gangguan sistem gastro-intestinal
Umum: mual, diare, muntah.
Jarang: sakit perut.

Gangguan muskuloskeletal dan jaringan penghubung
Umum: mialgia.
Jarang: arthralgia.

Gangguan umum dan kondisi tempat administrasi
Sangat umum: reaksi lokal (termasuk nyeri, kemerahan, hematoma, indurasi, pembengkakan).
Umum: demam, asthenia