Deskripsi
- Ringkasan
- Anjuran
- Kandungan
- Efikasi
- Indikasi
- Keamanan
Qdenga (TAK-003) – Vaksin Dengue Tetravalen (Live-attenuated) untuk pencegahan Demam Berdarah
Vaksin Qdenga (TAK-003) merupakan vaksin Dengue tetravalen hidup-dilemahkan yang menstimulasi kekebalan terhadap keempat serotipe DENV (1–4). Di Indonesia, indikasi terbaru BPOM: usia 4–60 tahun, jadwal 2 dosis, subkutan, pada bulan 0 dan 3. Kebutuhan booster belum ditetapkan.
Siapa yang disarankan:
Anak 4+ tahun, remaja, dan dewasa hingga 60 tahun yang tinggal/beraktivitas di area endemis dengue.
Dapat digunakan tanpa perlu tes serostatus pra-vaksinasi (riwayat infeksi/IgG sebelumnya tidak wajib), sesuai persetujuan awal BPOM.
Manfaat utama:
Cakupan 4 serotipe Dengue Virus (DENV) meningkatkan kekebalan terhadap semua virus.
Penurunan dengue bergejala dan rawat inap secara bermakna; efikasi awal ~80% pada 12 bulan dan bertahan dengan angka kumulatif yang kuat hingga beberapa tahun observasi, dengan variasi menurut serotipe & serostatus.
Regimen & waktu terbaik:
- Dewasa & Anak ≥ 4 tahun
Dosis yang dianjurkan adalah 0,5 mL vaksin yang telah dilarutkan, diberikan sebanyak 2 (dua) dosis saja dengan jadwal sebagai berikut:
- Dosis ke-1: dapat dimulai kapan saja (bulan ke-0)
- Dosis ke-2: diberikan 3 (tiga) bulan setelah dosis pertama
Jika jadwal terlambat/terlewat, lanjutkan sesegera mungkin—tidak perlu mengulang dari awal.
Waktu ideal (Indonesia): Karena dengue beredar sepanjang tahun dengan lonjakan saat musim hujan, mulai sedini mungkin dan idealnya selesai 2 dosis sebelum puncak lokal. Untuk pelancong/komunitas berisiko: mulai ≥3 bulan sebelum periode risiko agar seri 0 & 3 bulan tuntas; bila tak memungkinkan, berikan dosis-1 sekarang dan jadwalkan dosis-2 pada bulan ke-3.
Keamanan & perhatian ringkas:
Reaksi pasca vaksinasi umumnya tanpa keluhan hingga ringan–sedang. Apabila ada keluhan umumnya bersifat sementara (1–3 hari): nyeri/kemerahan/bengkak di lokasi suntik, lelah, nyeri otot, sakit kepala, demam ringan/meriang.
Penanganan: kompres dingin, hidrasi, istirahat; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.
Komposisi Vaksin Qdenga (TAK-003)
Satu dosis (0,5 mL) Vaksin Qdenga (TAK-003) setelah rekonstitusi mengandung:
- Serotipe virus dengue 1 (hidup, dilemahkan): ≥ 3,3 log10 PFU**/dosis
- Serotipe virus dengue 2 (hidup, dilemahkan): ≥ 2,7 log10 PFU**/dosis
- Serotipe virus dengue 3 (hidup, dilemahkan): ≥ 4,0 log10 PFU**/dosis
- Serotipe virus dengue 4 (hidup, dilemahkan): ≥ 4,5 log10 PFU**/dosis
Pemberian Qdenga dengan Vaksin Lain
Qdenga adalah vaksin hidup-teratenuasi (SC). Ia boleh diberikan bersamaan dengan vaksin inaktif (mis. influenza, pneumokokus, TdaP, dsb) selama lokasi suntik berbeda (mis. lengan kiri/kanan).
Untuk vaksin hidup lain (mis. MMR, varisela): beri di hari yang sama atau, bila tidak bersamaan, beri jeda ≥4 minggu (28 hari) sebelum/sesudah Qdenga. Prinsip ini mencegah interferensi respons imun dan memudahkan penjadwalan seri 0 & 3 bulan.
Pada jadwal padat, koadministrasi membantu mengurangi kunjungan tanpa penurunan kemanjuran yang bermakna; namun reaksi lokal (nyeri/kemerahan/bengkak) dan keluhan sistemik ringan (lelah/nyeri otot/demam ringan) bisa terasa sedikit lebih menonjol—biasanya sementara.
Kontraindikasi tetap berlaku: imunokompromais berat, kehamilan, atau riwayat anafilaksis terhadap komponen vaksin. Tenaga kesehatan akan memilih kombinasi & lokasi suntik paling tepat sesuai usia, komorbid, dan prioritas perlindungan (dengue, respiratori, tetanus-pertusis, dll.).
Vaksin saat hamil / menyusui:
Kehamilan: Qdenga adalah vaksin hidup-atenuasi; tidak direkomendasikan saat hamil. Bila terlanjur hamil atau berencana hamil dalam waktu dekat, tunda vaksinasi hingga setelah persalinan. Sebagai panduan kehati-hatian, hindari kehamilan setidaknya 4 minggu setelah setiap dosis Qdenga. Jika tinggal di area risiko tinggi, gunakan strategi pencegahan non-vaksin (repelan, kelambu, eliminasi sarang nyamuk) sampai aman divaksin.
Menyusui: Data masih terbatas. Karena Qdenga adalah vaksin live-attenuated, pemberian saat menyusui sebaiknya dinilai individual (manfaat vs risiko) bersama dokter. Banyak vaksin hidup lain umumnya kompatibel dengan laktasi, namun untuk Qdenga pertimbangkan menunda bila tidak mendesak. Bila diputuskan vaksinasi saat menyusui, observasi ibu & bayi untuk reaksi pasca-vaksin; koadministrasi dengan vaksin lain (mis. Tdap, pneumokokus, influenza) hanya bila perlu dan di lokasi suntik berbeda.
Kemasan :

1 vial bubuk terliofilisasi + 1 pelarut dalam prefilled syringe + 2 jarum
Merek: QDENGA
Diproduksi oleh: Takeda Pharmaceuticals (Japan)
Distribusi oleh: PT Takeda Indonesia
Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis
Siapa yang Dianjurkan
Usia 4–60 tahun yang tinggal/sering bepergian ke daerah endemis dengue.
Anak sekolah, remaja, mahasiswa, pekerja lapangan, traveler domestik/ASEAN, serta keluarga dengan riwayat dengue berulang.
Tidak perlu tes serostatus (riwayat infeksi/IgG) sebelum vaksinasi—ikuti ketentuan label setempat.
Siapa yang TIDAK Dianjurkan
Kehamilan: tunda hingga pasca-persalinan.
Imunokompromais berat (terapi imunosupresif, transplantasi, kemoterapi aktif) → kontraindikasi kecuali atas penilaian ahli.
Demam ≥38 °C/penyakit akut sedang–berat: tunda sampai pulih.
Riwayat anafilaksis terhadap komponen vaksin: kontraindikasi.
Jadwal & Dosis (ringkas, IM deltoid 0,5 mL)
- Dewasa & Anak ≥ 4 tahun
Dosis yang dianjurkan adalah 0,5 mL vaksin yang telah dilarutkan, diberikan sebanyak 2 (dua) dosis saja dengan jadwal sebagai berikut:
- Dosis ke-1: dapat dimulai kapan saja (bulan ke-0)
- Dosis ke-2: diberikan 3 (tiga) bulan setelah dosis pertama
Jika jadwal terlambat/terlewat, lanjutkan sesegera mungkin—tidak perlu mengulang dari awal.
Waktu ideal (Indonesia): Karena dengue beredar sepanjang tahun dengan lonjakan saat musim hujan, mulai sedini mungkin dan idealnya selesai 2 dosis sebelum puncak lokal. Untuk pelancong/komunitas berisiko: mulai ≥3 bulan sebelum periode risiko agar seri 0 & 3 bulan tuntas; bila tak memungkinkan, berikan dosis-1 sekarang dan jadwalkan dosis-2 pada bulan ke-3.
Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)
Boleh bersama vaksin inaktif (influenza, pneumokokus, Tdap, COVID-19) di lokasi suntik berbeda.
Untuk vaksin hidup lain (MMR/varisela): boleh diberikan di hari yang sama. Apabila tidak diberikan pada hari yang sama, pisahkan dengan jarak ≥4 minggu.
Edukasi singkat untuk orang tua/pasien tentang Dengue
Perlindungan optimal setelah 2 dosis; tetap lakukan PSN 3M (menguras, menutup, mendaur ulang), repelan, pakaian lengan panjang, dan kelambu.
Hubungi dokter Anda bila demam tinggi >48–72 jam atau gejala berat (tanda bahaya dengue).
Persiapan & Pasca-Vaksin
Bawa riwayat alergi/obat, makan minum cukup, istirahat.
Efek samping umum: nyeri/kemerahan suntikan, lelah, nyeri otot, demam ringan (1–3 hari). Kompres dingin & analgesik OTC bila perlu.
Observasi 10–15 menit pasca suntik; hubungi kami bila gejala berat/berkepanjangan.
Zat Aktif
Nama produk: Qdenga (TAK-003) — Dengue tetravalent vaccine (live, attenuated)
Platform: 4 virus dengue hidup-atenuasi; komponen DENV-1,-3,-4 adalah kimerik berbasis tulang-punggung DENV-2 (PDK-53) yang dilemahkan, diproduksi pada sel Vero.
Komposisi per dosis
Satu dosis (0,5 mL) Vaksin Qdenga (TAK-003) setelah rekonstitusi mengandung:
- Serotipe virus dengue 1 (hidup, dilemahkan) A : ≥ 3,3 log10 PFU**/dosis
Serotipe virus dengue 2 (hidup, dilemahkan) B : ≥ 2,7 log10 PFU**/dosis
Serotipe virus dengue 3 (hidup, dilemahkan) A : ≥ 4,0 log10 PFU**/dosis
Serotipe virus dengue 4 (hidup, dilemahkan) A : ≥ 4,5 log10 PFU**/dosis
A Diproduksi dalam sel Vero melalui teknologi DNA rekombinan. Gen protein permukaan spesifik serotipe direkayasa menjadi tulang punggung virus dengue tipe 2. Produk ini mengandung organisme hasil rekayasa genetika (GMO).
B Diproduksi dalam sel Vero melalui teknologi DNA rekombinan.
** PFU = Plaque-forming units
Eksipien
Bubuk: α,α-trehalose dihidrat, poloxamer 407, human serum albumin, kalium dihidrogen fosfat, dinatrium hidrogen fosfat, kalium klorida, natrium klorida.
Pelarut: natrium klorida + air untuk injeksi.
(Qdenga per dosis praktis bebas natrium & kalium menurut kriteria SmPC).
Sediaan, rute, dan penyimpanan
Sediaan: liofilisat (bubuk) + pelarut 0,5 mL (vial atau pre-filled syringe); rekonstitusi penuh sebelum pemakaian.
Rute: subkutan (SC) di regio deltoid; jangan IV/IM/ID; jangan campur dalam 1 spuit dengan vaksin/produk lain.
Simpan 2–8 °C, jangan dibekukan, simpan dalam kemasan asli; ikuti masa simpan pasca-rekonstitusi pada label.
Kata kunci tercakup: komposisi Qdenga, PFU per serotipe, Vero cells, kimerik DENV-2 backbone, eksipien, rute SC, penyimpanan 2–8 °C.
Efikasi & Perlindungan
Bagaimana melindungi:
- Setelah penyuntikkan subkutan, antigen pada vaksin memicu pembentukan antibodi penetral (neutralizing antibodies) terhadap protein permukaan virus (prM/E) serta memori sel B & T. Hasilnya: menurunkan replikasi (viremia) saat terpajan, sehingga mengurangi risiko gejala, keparahan, dan rawat inap.
- Dosis-1 mulai membangun proteksi; Dosis-2 (bulan ke-3) meningkatkan titer dan memperluas cakupan antiserotipe, membantu ketahanan perlindungan lintas musim.
- Mekanisme tetravalen membantu menyeimbangkan respon pada seropositif maupun seronegatif, sehingga proteksi klinis tetap bermakna di populasi endemis dengan paparan berulang.
Efikasi klinis (uJi TIDES & tindak lanjut):
- Qdenga menurunkan dengue bergejala dan rawat inap secara bermakna. Pada 12 bulan, efikasi terhadap dengue bergejala sekitar ~80%; pada tindak lanjut 3 tahun, efikasi menurun namun perlindungan terhadap kasus rawat inap tetap kuat.
- Analisis jangka panjang hingga ~4,5–5 tahun menunjukkan efikasi kumulatif yang bermakna terhadap RS (virologically confirmed dengue/VCD), dengan variasi menurut serotipe dan serostatus awal (lebih konsisten pada seropositif; pada seronegatif terlihat kuat terhadap DENV-1/2).
Serotipe & serostatus:
- Efikasi relatif lebih tinggi untuk DENV-1 dan DENV-2, bervariasi untuk DENV-3/4
- Pada peserta seropositif (pernah terinfeksi), proteksi terlihat terhadap keempat serotipe, sedangkan pada seronegatif proteksi paling konsisten terhadap DENV-1/2.
Onset & durasi proteksi:
- Proteksi sudah muncul setelah dosis pertama, dan meningkat setelah dosis kedua (bulan ke-3)
- Efek perlindungan berlanjut multi-musim, walau cenderung menurun dari musim ke musim.
- Kebutuhan booster belum ditetapkan dalam label resmi.
Implikasi praktik:
Vaksin tetravalen, live-attenuated ini diindikasikan mulai usia 4 tahun; dua dosis (0 & 3 bulan) memberi dasar proteksi programatik. WHO menyarankan penggunaan programatik terutama pada anak 6–16 tahun di daerah transmisi tinggi, sementara beberapa regulator (termasuk EMA/BPOM) mengizinkan penggunaan ≥4 tahun sesuai rekomendasi lokal.
Kata kunci tercakup: efikasi Qdenga/TAK-003, VCD, rawat inap, serotipe DENV-1/2/3/4, serostatus seropositif/seronegatif, onset pasca dosis-1, kebutuhan booster belum ditetapkan.
Indikasi & Posologi
Indikasi
Qdenga (TAK-003) diindikasikan untuk pencegahan dengue pada:
Usia 4–60 tahun yang tinggal/sering berada di daerah endemis dengue.
Tidak mensyaratkan tes serostatus (riwayat infeksi/IgG) sebelum vaksinasi sesuai label lokal.
Batasan penggunaan:
Tidak diindikasikan pada usia <4 tahun atau >60 tahun.
Tidak untuk pengobatan dengue / demam berdarah dengue yang sedang berlangsung atau profilaksis pasca-paparan.
Kehamilan: tunda hingga pasca-persalinan.
Imunokompromais berat: kontraindikasi kecuali atas pertimbangan ahli.
Konteks Indonesia: Karena dengue beredar sepanjang tahun dengan lonjakan saat musim hujan, mulai sedini mungkin dan idealnya selesai 2 dosis sebelum puncak lokal. Untuk pelancong/komunitas berisiko: mulai ≥3 bulan sebelum periode risiko agar seri 0 & 3 bulan tuntas; bila tak memungkinkan, berikan dosis-1 sekarang dan jadwalkan dosis-2 pada bulan ke-3.
Posologi (Dosis & Jadwal)
Rute: SC (subkutan), preferensi otot deltoid; Jangan diberikan IM/ID/IV dan jangan dicampur dalam satu spuit dengan vaksin lain.
Frekuensi / Regimen: berikan total 2 dosis, masing-masing 1 dosis pada bulan 0 dan 3.
Jika dosis ke-2 terlambat:
Lanjutkan sesegera mungkin; tidak perlu mengulang dari awal.
Interchangeability:
Jangan ganti merek di tengah seri; selesaikan kedua dosis dengan Qdenga.
Koadministrasi (hari yang sama)
Boleh bersama vaksin inaktif (influenza, pneumokokus/PCV-PPV, Tdap, COVID-19) di lokasi suntik berbeda.
Dengan vaksin hidup (MMR/varisela): berikan pada hari yang sama atau beri jeda ≥4 minggu jika tidak bersamaan.
Siapa yang perlu konsultasi dulu
Riwayat anafilaksis terhadap komponen vaksin.
Demam ≥38 °C/penyakit akut sedang–berat → tunda sampai pulih.
Terapi imunosupresif/transplantasi/kemoterapi aktif → pertimbangkan kontraindikasi dan diskusi spesialis.
Profil Keamanan Singkat
Qdenga (TAK-003) adalah vaksin dengue tetravalen hidup-teratenuasi (SC) dengan profil keamanan baik pada usia 4–60 tahun. Keluhan umumnya ringan–sedang dan sementara (±1–3 hari).
Efek Samping Umum (0–7 hari)
Lokal (di tempat suntik, IM deltoid):
Nyeri, kemerahan, bengkak/indurasi, rasa hangat/nyeri tekan.
Sistemik:
Lelah, nyeri otot/pegal, sakit kepala, demam ringan/meriang, menggigil, kadang mual.
Penanganan mandiri: kompres dingin, hidrasi & istirahat, analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.
Reaksi Sedang–Berat (Jarang)
Demam ≥38.5 °C, nyeri hebat, atau reaksi yang mengganggu aktivitas harian; biasanya membaik dalam beberapa hari.
Alergi berat/anafilaksis sangat jarang. Tanda bahaya: sesak napas, bengkak wajah/bibir, biduran menyeluruh, pusing berat/pingsan → darurat medis.
Kontraindikasi & Penundaan
Kontraindikasi: riwayat anafilaksis terhadap vaksin influenza sebelumnya atau komponen vaksin (mis. protein telur/ovalbumin tinggi, formaldehid/eksipien tertentu sesuai label).
Tunda bila demam ≥38 °C atau sedang sakit akut sedang–berat.
- Kehamilan: tidak direkomendasikan (vaksin hidup); vaksinasi ditunda sampai pasca-persalinan.
Populasi Khusus
Menyusui: data terbatas; pertimbangkan manfaat–risiko secara individual bersama dokter.
Riwayat dengue positif (pernah terjangkit Demam Berdarah Dengue): boleh divaksin sesuai usia/label; tetap edukasi pencegahan gigitan nyamuk.
Gangguan perdarahan/antikoagulan: SC umumnya aman; tekan lebih lama di lokasi suntik.
Interaksi/Koadministrasi
Dapat diberikan bersamaan dengan vaksin inaktif (influenza, pneumokokus/PCV-PPV, Tdap, COVID-19) pada lokasi suntik berbeda.
Dengan vaksin hidup (mis. MMR, varisela): hari yang sama atau beri jeda ≥4 minggu jika tidak bersamaan.
Setelah Vaksin di Vaxcorp
Observasi 10–15 menit pasca suntik untuk memantau sinkop/reaksi awal.
Edukasi tertulis pasca-vaksin & hotline/WA untuk keluhan.
Dugaan KIPI signifikan akan dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur.
*Harga vaksinasi per dosis per pax.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;
Biaya pelayanan termasuk:
Konsultasi & Tindakan Dokter
Alat Habis Pakai
Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi
Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)
Lokasi:

