Vaksin MMR (Measles Mumps Rubella) – MMR ii

Rp875.000,00

Paket ≥ 20 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Jadwalkan Layanan

Deskripsi

  • Ringkasan
  • Anjuran
  • Kandungan
  • Efikasi
  • Indikasi
  • Keamanan

MMR-II (MSD) – Vaksin Campak, Gondongan, Rubela (Live-attenuated)

MMR-II adalah vaksin MMR hidup-teratenuasi yang memberi kekebalan terhadap campak (measles), gondongan (mumps), dan rubela (German measles / campak Jerman). Tiga penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia & ensefalitis (campak), orchitis/infertilitas & meningitis aseptik (gondongan), serta cacat lahir serius (rubela kongenital) bila infeksi terjadi pada kehamilan.


Siapa yang disarankan:

  • Anak ≥12 bulan (program rutin).

  • Remaja & Dewasa yang belum pernah vaksin dan atau memiliki dokumentasi vaksinasi MMR yang jelas.

  • Kandidat pra-kehamilan (vaksin sebelum hamil, lalu tunda hamil ≥1 bulan).

  • Pekerja/sektor padat kontak (tenaga kesehatan, guru, asrama, layanan publik).

  • Pelancong ke area dengan transmisi aktif.

Manfaat utama:

  • Proteksi efektif terhadap ketiga penyakit (setelah 2 dosis) bergejala & berat, memutus rantai penularan di rumah tangga dan sekolah.

  • Post-exposure: bila diberikan ≤72 jam pasca pajanan, dapat mencegah/meringankan penyakit; alternatif pada kelompok tertentu adalah imunoglobulin sesuai indikasi..

  • Membentuk kekebalan jangka panjang; populasi tervaksin memiliki lesi lebih sedikit, durasi sakit lebih singkat, serta mengurangi risiko komplikasi terkait mumps, measles, dan rubela.


Regimen singkat (detail lihat tab Anjuran):

  • Usia 12–15 bulan: dosis-1, diikuti dosis-2 pada 4–6 tahun (minimal interval 4 minggu bila perlu dipercepat, mis. perjalanan/wabah).

  • Remaja/Dewasa non-imun: 2 dosis (interval ≥4 minggu).

  • Rute: subkutan (SC) di deltoid/anterolateral paha.


Keamanan & perhatian ringkas:

  • Reaksi biasanya ringan–sedang dan sementara (±1–3 hari) di lokasi suntik (nyeri / kemerahan / bengkak). Demam dan atau ruam ringan dapat muncul hari ke-5–12 (komponen campak). Kadang pembesaran parotis (mumps) atau nyeri sendi / arthralgia—lebih sering pada dewasa perempuan (rubela). Kejang demam jarang, terutama pada anak kecil di rentang 5–12 hari pasca vaksin.

  • Penanganan: kompres dingin, hidrasi/istirahat; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran nakes. Konsultasikan bila demam tinggi menetap atau ruam luas.

  • Perhatian khusus:

    • ImmunoGlobulin (IG) dan produk darah lainnya tidak boleh diberikan bersamaan dengan MMR-II, tunda ±3–11 bulan. Bila IG diberikan ≤14 hari setelah MMR, dosis MMR mungkin perlu diulang.
    • TST/IGRA (tes TB): lakukan di hari yang sama atau tunda 4–6 minggu setelah vaksin hidup.
    • Penularan virus vaksin: tidak diharapkan terjadi penularan antarmanusia.


Komposisi Vaksin MMR-II, Live-attenuated

Satu dosis (0,5 mL) setelah rekonstitusi mengandung:

  • Measles virus: ≥ 3.0 log10 TCID50
  • Mumps virus: ≥ 4.1 log10 TCID50
  • Rubella virus: ≥ 3.0 log10 TCID50
  • Daftar eksipien lengkap, lihat Tab Kandungan

Pemberian MMR-II dengan Vaksin Lain

MMR-II adalah vaksin hidup-teratenuasi (SC). Ia boleh diberikan bersamaan dengan vaksin inaktif—mis. influenza (Influvac Tetra), pneumokokus (PCV20), Tdap, COVID-19, hepatitis—selama lokasi suntik berbeda (mis. deltoid kiri/kanan). Dengan vaksin hidup lain (mis. Varicella, Qdenga/TAK-003), gunakan aturan: hari yang sama (titik suntik berbeda) atau bila tidak bersamaan, beri jeda ≥4 minggu untuk mencegah interferensi respons imun.

Pada jadwal yang padat, koadministrasi membantu mengurangi kunjungan tanpa menurunkan efektivitas bermakna. Harapkan reaksi lokal (nyeri/kemerahan/bengkak) dan keluhan sistemik ringan (lelah/nyeri otot/demam ringan) bisa sedikit lebih terasa saat beberapa vaksin diberikan di hari yang sama—umumnya ringan & sementara. Untuk anak, nakes akan memilih kombinasi terbaik (mis. MMR + Varivax di hari yang sama) dan menjaga jarak antar suntikan di satu lengan bila perlu. Catatan tambahan: bila perlu tes TB (TST/IGRA), lakukan di hari yang sama dengan MMR-II atau tunda 4–6 minggu setelahnya.

Vaksin saat hamil / menyusui:

Kehamilan: MMR-II adalah vaksin hidup-teratenuasitidak direkomendasikan saat hamil. Bila merencanakan kehamilan, lakukan vaksinasi sebelum hamil dan hindari konsepsi ≥1 bulan setelah suntikan. Jika ada pajanan campak saat hamil, imunoglobulin (IG) dapat dipertimbangkan secara segera untuk mengurangi keparahan; vaksin MMR tidak diberikan. Untuk rubela, vaksin juga tidak diberikan saat hamil—lakukan skrining serologi, konseling risiko janin, dan rencanakan vaksinasi pascapersalinan bila non-imun. Tunda MMR jika demam ≥38 °C atau sakit akut sedang–berat.

Menyusui: Boleh dan aman. MMR tidak mengganggu produksi ASI; rubella vaccine virus dapat diekskresikan dalam ASI namun tidak menimbulkan penyakit bermakna pada bayi sehat. Ibu pascapersalinan yang non-imun terhadap campak/rubela sebaiknya divaksin sebelum pulang dari fasilitas kesehatan; tetap hindari kehamilan ≥1 bulan pascavaksin. Bila baru menerima produk darah/IG, konsultasikan jeda waktu (umumnya 3–11 bulan bergantung jenis/dosis) sebelum MMR.


Kemasan :

Vaksin MMR-II - Vaksin Campak MMR

1 vial bubuk terliofilisasi + 1 pelarut dalam vial

Merek: MMR-II

Diproduksi oleh: Merck Sharpe & Dohme (MSD)

Distribusi oleh: PT MSD Indonesia

Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis

Siapa yang Dianjurkan

  • Anak usia ≥12 bulan (imunisasi rutin).

  • Remaja & dewasa tanpa bukti kekebalan: tidak punya dokumentasi 2 dosis MMR, tidak ada hasil serologi protektif, atau riwayat penyakit tidak jelas.

  • Tenaga kesehatan, guru, mahasiswa/asrama, pelancong ke area dengan transmisi aktif/wabah.

  • Pascapersalinan pada ibu non-imun (sebelum pulang dari fasilitas kesehatan).

Siapa yang tidak perlu

  • Bukti kekebalan memadai: riwayat penyakit yang jelas, hasil serologi protektif, atau dua dosis vaksin terdokumentasi.


Jadwal & Dosis (SC deltoid / anterolateral paha, 0,5 mL)

  • Remaja ≥ 13 tahun & Dewasa
    • Diberikan 2 dosis masing-masing 0,5 mL secara subkutan (SC), dengan interval antar dosis 4 minggu.
    • Wanita Usia Subur: Sebagai rencana vaksinasi pra-kehamilan, lengkapi 2 dosis, dengan interval 4 minggu. Tunda kehamilan setidaknya 1 bulan setelah dosis kedua. Jangan diberikan saat hamil!
  • Populasi anak (Usia 12 bulan hingga 12 tahun)
    • Diberikan 2 dosis masing-masing 0,5 mL secara subkutan (SC)
    • Program Rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia): Dosis ke-1 diberikan pada usia 12-15 bulan, diikuti dosis ke-2 pada usia 4-6 tahun (minimal interval 4 minggu bila perlu dipercepat, contoh: perjalanan/wabah).
    • Situs injeksi: Anterolateral paha pada anak usia di bawah 2 tahun, Deltoid pada anak usia di atas 2 tahun.
    • Catch-up (Jadwal Kejar): Bila terlambat memulai vaksinasi MMR, segera mulai kapan saja secepatnya.
  • Waktu ideal: Sesuai rekomendasi. Apabila molor / terlambat, kejar secepatnya.

  • Post-Exposure & situasi khusus

    • Campak (measles): MMR ≤72 jam pasca pajanan dapat membantu mencegah/meringankan; alternatif pada kelompok tertentu: berikan IG sesuai indikasi.

    • Rubela: tidak untuk kehamilan; lakukan skrining serologi & vaksinasi pascapersalinan bila non-imun.

    • Wabah institusi/sekolah/kantor: pastikan 2 dosis terdokumentasi; pertimbangkan catch-up.


Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)

  • Dapat diberikan bersamaan dengan vaksin hidup lainnya seperti vaksin Varicella atau vaksin Dengue (hari yang sama, lokasi berbeda). Jika tidak bersamaan, beri jarak ≥4 minggu antar vaksin hidup.

  • Tes TB (TST/IGRA): lakukan di hari yang sama atau tunda 4–6 minggu pasca MMR-II.

  • Kontraindikasi: kehamilan, imunokompromais berat, alergi berat terhadap neomisin/gelatin; tunda saat demam ≥38 °C/penyakit akut sedang–berat; penerima produk darah/imunoglobulin baru-baru ini (perlu interval khusus).

Siapa yang Perlu Konsultasi Dulu

  • Kehamilan / rencana hamil dalam 1 bulan ke depan → MMR kontraindikasi saat hamil; atur vaksin pra-kehamilan & jeda ≥1 bulan pascavaksin.

  • Imunokompromais (kemoterapi aktif, defisiensi imun berat, terapi biologik/imunosupresif dosis tinggi, pasca transplantasi).

  • HIV: butuh penilaian CD4 (umumnya aman bila CD4 ≥200/µL & stabil; kontraindikasi bila berat).

  • Alergi berat/anafilaksis terhadap neomisin atau gelatin, atau reaksi berat setelah dosis MMR sebelumnya.

  • Demam ≥38 °C / penyakit akut sedang–berat → tunda sampai pulih.

  • Baru menerima produk darah / imunoglobulin (IG) dalam beberapa bulan terakhir → perlu interval 3–11 bulan sebelum MMR (tergantung jenis/dosis).

  • Riwayat trombositopenia / purpura trombositopenik setelah MMR atau tidak terjelaskan → nilai manfaat–risiko.

  • Gangguan perdarahan / terapi antikoagulan → rute SC lebih aman, tetap perlu teknik & penekanan adekuat.

  • Rencana atau kebutuhan tes TB (TST/IGRA) → lakukan di hari yang sama atau tunda 4–6 minggu setelah MMR.

  • Riwayat anafilaksis terhadap komponen lain dari vaksin—diskusikan alternatif/observasi lebih lama.


Persiapan & Pasca-Vaksin

  • Bawa riwayat alergi/obat, makan minum cukup, istirahat.

  • Efek samping umum: nyeri/kemerahan suntikan, lelah, nyeri otot, demam ringan (1–3 hari). Kompres dingin & analgesik OTC bila perlu.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; hubungi kami bila gejala berat/berkepanjangan.

Zat Aktif

Nama produk: MMR-II (MSD)Measles, Mumps, Rubella Virus Vaccine, Live Attenuated
Tipe: Vaksin hidup-teratenuasi (tiga komponen) untuk pencegahan campak, gondongan, rubela.


Komposisi per dosis

Satu dosis (0,5 mL) MMR-II, setelah rekonstitusi mengandung:

  • Measles virus (virus strain Edmonston-Enders yang dilemahkan, dibudidayakan pada kultur embrio ayam): ≥ 3.0 log10 TCID50
  • Mumps virus (virus strain Jeryl Lynn™ yang dilemahkan, dibudidayakan pada kultur embrio ayam): ≥ 4.1 log10 TCID50
  • Rubella virus (virus strain RA 27/3 yang dilemahkan, dibudidayakan pada sel manusia diploid (WI-38/MRC-5)): ≥ 3.0 log10 TCID50

Eksipien & jejak residu (dapat bervariasi menurut label):

  • Stabilisator:
    • Sorbitol — ± 14.5 mg
    • Sukrosa — ± 1.9 mg
    • Gelatin terhidrolisis — ± 14.5 mg
  • Buffer/garam
  • Lainnya:
    • Monosodium L-glutamate monohydrate
    • Recombinant human albumin — ± ≤0.3 mg
    • Fetal bovine serum — <1 ppm
  • Produk ini juga mengandung komponen residu sel MRC-5, termasuk DNA dan protein, serta sejumlah kecil media kultur, natrium fosfat monobasik, EDTA, neomisin, dan serum janin sapi.
  • Produk ini tidak mengandung bahan pengawet.

Sediaan & penanganan

  • Sediaan: liofilisat (bubuk) + pelarut 0,5 mL (air steril untuk injeksi).

  • Rekonstitusi: gunakan seluruh 0,5 mL pelarut; kocok perlahan sampai homogen; jangan campur dengan vaksin/obat lain dalam 1 spuit.

  • Penampilan: larutan jernih–opalesen, tanpa partikel.

  • Simpan dingin sesuai label (umumnya 2–8 °C; lindungi dari cahaya; jangan dibekukan).

  • Gunakan segera setelah rekonstitusi (ideal ≤30 menit); buang sisa sesuai prosedur limbah medis.

Kata kunci tercakup: MMR-II, vaksin campak hidup-teratenuasi, MRC-5, gelatin, neomisin, liofilisat + pelarut 0,5 mL, subkutan, penyimpanan 2–8 °C, stabilitas pasca-rekonstitusi.

Efikasi & Perlindungan

Bagaimana melindungi:

  • Live-attenuated, mirip infeksi alami tanpa bikin sakit berat. Komponen campak, gondongan, rubela yang dilemahkan bereplikasi terbatas → memicu kekebalan komprehensif.

  • Antibodi penetral (humoral).

    • Campak: antibodi terhadap protein permukaan (H/F) mencegah masuknya virus ke sel & menekan viremia.

    • Gondongan: antibodi terhadap HN/F menetralkan virus & menurunkan risiko komplikasi (orchitis, meningitis aseptik).

    • Rubela: antibodi terhadap glikoprotein E1/E2 mencegah infeksi primer—pilar proteksi terhadap sindrom rubela kongenital.

  • Imunitas seluler. Aktivasi sel T CD4⁺/CD8⁺ mempercepat eliminasi sel terinfeksi dan membentuk memori jangka panjang, sehingga paparan berikutnya jarang menyebabkan penyakit berat.

  • Dua dosis menutup “kegagalan primer”. Dosis-2 meningkatkan titer & aviditas antibodi, memperkuat daya tahan populasi (herd effect) dan menekan wabah sekolah/kampus.

  • Manfaat tambahan programatik. Pada pajanan campak, MMR ≤72 jam dapat membantu mencegah/meringankan penyakit; pada rubela, cakupan tinggi melindungi kehamilan melalui pencegahan transmisi komunitas.


Tingkat efektivitas (per komponen):

  • Campak (measles): efektivitas ~97% setelah 2 dosis (±93% setelah 1 dosis).

  • Gondongan (mumps): efektivitas rata-rata ~88% setelah 2 dosis (bervariasi menurut wabah/serotipe sirkulasi).

  • Rubela: efektivitas ~97% setelah 1 dosis; 2 dosis meningkatkan ketahanan populasi dan dokumentasi kekebalan.

  • Breakthrough Infection (Infeksi terobosan), terutama mumps, bisa terjadi, namun cenderung lebih ringan, komplikasi lebih jarang, dan durasi menular lebih singkat pada individu tervaksin.

Onset & durasi proteksi:

  • Serokonversi umumnya terjadi dalam 10–14 hari pasca vaksinasi. Demam/ruam ringan pada hari ke-5–12 menandakan respons terhadap komponen campak. Dosis-2 menaikkan titer dan menutup kegagalan primer.
  • Kekebalan jangka panjang (bertahun-tahun). Untuk mumps, proteksi dapat menurun perlahan (waning); pada situasi wabah, otoritas setempat kadang mempertimbangkan dosis ke-3 (outbreak dose) untuk kelompok berisiko.

Post-Exposure Prophylaxis (PEP)

  • Campak: MMR ≤72 jam setelah pajanan dapat mencegah/meringankan penyakit. Imunoglobulin (IG) bisa dipakai pada kelompok tertentu bila MMR kontraindikasi atau lewat dari 72 jam (ikuti panduan setempat).

  • Rubela & Gondongan: PEP dengan MMR tidak diandalkan untuk penghentian pajanan; fokus pada tracing, imunisasi kejar (catch-up), dan pencegahan penularan.


Dampak populasi (herd effect):

  • Cakupan 2 dosis secara luas memutus transmisi di sekolah/kampus/tempat kerja, menurunkan wabah serta komplikasi berat (ensefalitis campak, SSPE, orchitis/meningitis mumps, dan sindrom rubela kongenital).

  • Strategi catch-up pada remaja/dewasa non-imun + verifikasi dokumen 2 dosis adalah kunci pencegahan wabah.


Kelompok manfaat terbesar:

  • Anak ≥12 bulan & usia sekolah: pilar herd immunity; menekan wabah di PAUD/sekolah & komplikasi berat (pneumonia/ensefalitis campak).

  • Remaja & dewasa non-imun (tanpa bukti 2 dosis): mencegah wabah kampus/tempat kerja; penting untuk pekerja layanan publik.

  • Tenaga kesehatan & pendidik/asrama: paparan tinggi dan risiko menularkan ke kelompok rentan; 2 dosis wajib terdokumentasi.

  • Perempuan usia reproduktif non-imun (pra-kehamilan): proteksi rubela → cegah sindrom rubela kongenital; vaksin sebelum hamil.

  • Ibu pascapersalinan non-imun: vaksin sebelum pulang untuk proteksi ibu & komunitas (aman saat menyusui).

  • Pelancong internasional & daerah transmisi aktif: percepatan jadwal (≥4 minggu antar dosis) mencegah importasi kasus.

  • Komunitas dengan cakupan rendah/terjadi KLB: catch-up 2 dosis mengendalikan transmisi.

  • Rumah tangga dengan bayi baru lahir atau anggota imunokompromais: vaksinasi anggota sehat mengurangi risiko paparan (“cocooning”).

Kata kunci tercakup: efikasi MMR-II, efektivitas vaksin campak, serokonversi, dua dosis MMR, breakthrough campak, PEP campak, durasi proteksi vaksin MMR, reduksi wabah sekolah, herd effect.

Indikasi & Posologi

Indikasi

MMR-II (MSD) diindikasikan untuk pencegahan campak, gondongan, rubela pada:

  • Anak usia ≥12 bulan (imunisasi rutin).

  • Remaja & dewasa tanpa bukti kekebalan (tidak ada dokumentasi 2 dosis MMR, tidak ada IgG protektif, atau riwayat penyakit tidak jelas).

  • Kelompok risiko paparan tinggi: tenaga kesehatan, pendidik/asrama, pelancong ke wilayah transmisi, komunitas dengan KLB.

Tidak untuk pengobatan penyakit yang sedang berlangsung; kontraindikasi pada kehamilan dan imunokompromais berat.


Posologi (Dosis & Jadwal)

Rute: SC (subkutan), preferensi otot deltoid atau otot anterolateral paha pada bayi di bawah 2 tahun; jangan berikan IM/IV.
Frekuensi: sesuai rekomendasi jadwal

  • Remaja ≥ 13 tahun & Dewasa
    • Diberikan 2 dosis masing-masing 0,5 mL secara subkutan (SC), dengan interval antar dosis 4 minggu.
    • Wanita Usia Subur: Sebagai rencana vaksinasi pra-kehamilan, lengkapi 2 dosis, dengan interval 4 minggu. Tunda kehamilan setidaknya 1 bulan setelah dosis kedua. Jangan diberikan saat hamil!
  • Populasi anak (Usia 12 bulan hingga 12 tahun)
    • Diberikan 2 dosis masing-masing 0,5 mL secara subkutan (SC)
    • Program Rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia): Dosis ke-1 diberikan pada usia 12-15 bulan, diikuti dosis ke-2 pada usia 4-6 tahun (minimal interval 4 minggu bila perlu dipercepat, contoh: perjalanan/wabah).
    • Situs injeksi: Anterolateral paha pada anak usia di bawah 2 tahun, Deltoid pada anak usia di atas 2 tahun.
    • Catch-up (Jadwal Kejar): Bila terlambat memulai vaksinasi MMR, segera mulai kapan saja secepatnya.
  • Waktu ideal: Sesuai rekomendasi. Apabila molor / terlambat, kejar secepatnya.

  • Post-Exposure & situasi khusus

    • Campak (measles): MMR ≤72 jam pasca pajanan dapat membantu mencegah/meringankan; alternatif pada kelompok tertentu: berikan IG sesuai indikasi.

    • Rubela: tidak untuk kehamilan; lakukan skrining serologi & vaksinasi pascapersalinan bila non-imun.

    • Wabah institusi/sekolah/kantor: pastikan 2 dosis terdokumentasi; pertimbangkan catch-up.


Catatan Praktis

  • Koadministrasi

    • Boleh bersamaan dengan vaksin inaktif (influenza, Tdap, pneumokokus, COVID-19) di lokasi suntik berbeda.

    • Dengan Varicella / vaksin hidup lain: hari yang sama atau beri jeda ≥4 minggu bila tidak bersamaan.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; edukasi gejala ringan yang umum (lihat Tab 6).

  • Tes TB (TST/IGRA): lakukan di hari yang sama atau tunda 4–6 minggu setelah vaksin hidup.

  • Pascapersalinan non-imun: berikan MMR sebelum pulang (aman saat menyusui); hindari hamil ≥1 bulan setelah vaksin.

  • HIV: pertimbangkan status imun (umumnya aman bila CD4 ≥200/µL & stabil; kontraindikasi bila berat).

  • Gangguan perdarahan/antikoagulan: rute SC dengan penekanan lebih lama.

  • Bukti kekebalan memadai (riwayat infeksi jelas, serologi protektif, atau dokumentasi 2 dosis vaksin) → tidak perlu vaksin.

Profil Keamanan Singkat

MMR-II adalah vaksin hidup-teratenuasi (SC) dengan profil keamanan baik pada anak ≥12 bulan, remaja, dan dewasa non-imun. Keluhan umumnya ringan–sedang dan sementara (±1–3 hari).


Efek Samping Umum (0–7 hari)

Lokal (di tempat suntik, IM deltoid):

  • Nyeri (paling sering), kemerahan, bengkak/indurasi, rasa hangat/nyeri tekan.

  • Ruam ringan (komponen campak/rubela).

Sistemik:

  • Lelah, nyeri otot/pegal, sakit kepala, demam ringan/meriang, menggigil, kadang mual.

  • Kejang demam: jarang, terutama anak kecil pada hari ke-5–12.

Penanganan mandiri: kompres dingin, hidrasi & istirahat, analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Reaksi Sedang–Berat (Jarang)

  • Demam ≥38,5 °C, ruam luas, atau reaksi lokal berat.

  • Trombositopenia (memar/perdarahan mudah) — sangat jarang.

  • Alergi berat/anafilaksis sangat jarang. Tanda bahaya: sesak napas, bengkak wajah/bibir, biduran menyeluruh, pusing berat/pingsan → darurat medis.

  • Arthralgia/nyeri sendi sementara lebih sering pada dewasa perempuan (komponen rubela).

Kontraindikasi & Penundaan

  • Kontraindikasi:

    • Kehamilan (tunda; hindari hamil ≥1 bulan setelah tiap dosis).

    • Imunokompromais berat (kemoterapi aktif, transplantasi, defisiensi imun berat, terapi biologik/imunosupresif dosis tinggi).

    • Alergi berat terhadap gelatin atau neomisin.

  • Tunda bila demam ≥38 °C atau sedang sakit akut sedang–berat.


Populasi Khusus

  • Hamil: hindari pemberian vaksin MMR-II pada ibu hamil (kontraindikasi).
  • Menyusui: boleh & aman, tidak mengganggu ASI.
  • Pra-kehamilan: selesaikan seri sebelum hamil; hindari hamil ≥1 bulan pasca dosis.
  • HIV: pertimbangkan status imun; umumnya aman bila CD4 ≥200/µL dan stabil (konsultasi dokter).
  • Kontak rumah tangga berisiko tinggi (neonatus, bumil rentan, imunokompromais): risiko penularan virus vaksin sangat jarang, meningkat bila ada ruam; tutup lesi sampai pulih.
  • Gangguan perdarahan/terapi antikoagulan: rute SC umumnya aman; lakukan penekanan lebih lama.

Interaksi/Koadministrasi

  • Produk darah/Immunoglobulin (IG): jangan bersamaan; setelah menerima IG/produk darah, tunggu ±3–11 bulan (sesuai jenis/dosis) sebelum MMR. Jika IG diberikan ≤14 hari setelah MMR, pertimbangkan ulang MMR.

  • Tes TB (TST/IGRA): lakukan di hari yang sama atau tunda 4–6 minggu pasca MMR.

  • Vaksin hidup lain (mis. Varicella): hari yang sama (suntik terpisah) atau jarak ≥4 minggu jika tidak bersamaan.

  • Penularan virus vaksin: tidak diharapkan terjadi antarmanusia.


Setelah Vaksin di Vaxcorp

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik untuk memantau sinkop/reaksi awal.

  • Edukasi tertulis pasca-vaksin & hotline/WA untuk keluhan.

  • Dugaan KIPI signifikan akan dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur.

*Harga vaksinasi per dosis per pax.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

rekomendasi vaksinasi

Lokasi:

Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

Vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella) – MMR ii

Vaksin M-M-R® II adalah vaksin yang diindikasikan untuk imunisasi aktif untuk pencegahan campak, gondongan, dan rubella pada individu berusia 12 bulan ke atas. Vaksin M-M-R® II mengandung virus campak, gondongan, dan rubella yang telah dilemahkan.

Rekomendasi Dosis Dewasa (Usia ≥19 Tahun):

  • 1 – 2 dosis; tergantung riwayat dan dokumentasi imunisasi
  • Interval antar dosis 4 minggu (28 hari)

Rekomendasi Dosis Anak:

  • 1 dosis di usia 12-15 bulan
  • 1 dosis di usia 5-7 tahun.

Vaksin MMR umumnya diberikan secara injeksi subkutan (di bawah kulit) pada area deltoid bagian lengan atas pada bayi berusia ≥ 12 bulan dan dewasa. Pada kondisi tertentu, pemberian pada bayi berusia ≥ 12 bulan juga dapat dilalukan secara injeksi subkutan atau intramuskular pada area paha atas bagian luar.

Pada bayi yang telah menerima vaksin campak kering atau vaksin MR pada usia 9 (sembilan) bulan, pemberian MMR dosis pertama dapat dilakukan pada usia 15 – 18 bulan dan dosis kedua diberikan pada usia 5 – 7 tahun.

Pemberian Vaksin Campak, Gondongan, Rubella (MMR) dan Varicella Dalam Kunjungan Yang Sama

Dengan rekomendasi usia jadwal pemberian yang sama, banyak orang tua yang menginginkan agar vaksinasi MMR dan Varicella dapat dilakukan dalam satu kunjungan untuk mengurangi jumlah kunjungan ke dokter. Hal ini dapat dibenarkan secara medis, dan dengan ini orang tua memiliki opsi untuk menggunakan vaksin MMR dan vaksin Varicella dengan preparat terpisah, atau menggunakan vaksin MMRV (kombinasi MMR dan Varicella) dalam satu preparat.

Namun, jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan vaksin MMRV untuk anak dalam kelompok usia ini, penting untuk meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan dokter Anda mengenai manfaat dan risiko dari kedua pilihan vaksinasi tersebut.

Kecuali orang tua atau pengasuh secara eksplisit menyatakan preferensi terhadap penggunaan vaksin MMRV, pedoman CDC merekomendasikan bahwa vaksinasi MMR dan Varicella lebih baik diberikan menggunakan preparat terpisah untuk dosis pertama.

Pedoman IDAI 2023 juga menyatakan, pemberian vaksin MMRV sebaiknya diberikan pada anak usia 2 tahun atau lebih untuk mengurangi risiko kejang demam. Imunisasi MMR dan Varicella pada kunjungan yang sama menggunakan preparat terpisah aman untuk diberikan dengan risiko demam yang jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan preparat MMRV.

Vaksin saat mengandung: Tidak disarankan (minimal dimulai 3 bulan sebelum rencana kehamilan)

MMR-ii
Merck & Co (USA)


*Harga vaksinasi per dosis per pax. Termasuk PPN.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis Buku Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik: Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

jadwal imunisasi dewasa


Lokasi:
Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

 

Rekomendasi Layanan

Vaksin MMR (Measles Mumps Rubella) – MMR ii

Rp875.000,00

Jadwalkan Layanan

Paket ≥ 20 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Deskripsi

  • Ringkasan
  • Anjuran
  • Kandungan
  • Efikasi
  • Indikasi
  • Keamanan

MMR-II (MSD) – Vaksin Campak, Gondongan, Rubela (Live-attenuated)

MMR-II adalah vaksin MMR hidup-teratenuasi yang memberi kekebalan terhadap campak (measles), gondongan (mumps), dan rubela (German measles / campak Jerman). Tiga penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia & ensefalitis (campak), orchitis/infertilitas & meningitis aseptik (gondongan), serta cacat lahir serius (rubela kongenital) bila infeksi terjadi pada kehamilan.


Siapa yang disarankan:

  • Anak ≥12 bulan (program rutin).

  • Remaja & Dewasa yang belum pernah vaksin dan atau memiliki dokumentasi vaksinasi MMR yang jelas.

  • Kandidat pra-kehamilan (vaksin sebelum hamil, lalu tunda hamil ≥1 bulan).

  • Pekerja/sektor padat kontak (tenaga kesehatan, guru, asrama, layanan publik).

  • Pelancong ke area dengan transmisi aktif.

Manfaat utama:

  • Proteksi efektif terhadap ketiga penyakit (setelah 2 dosis) bergejala & berat, memutus rantai penularan di rumah tangga dan sekolah.

  • Post-exposure: bila diberikan ≤72 jam pasca pajanan, dapat mencegah/meringankan penyakit; alternatif pada kelompok tertentu adalah imunoglobulin sesuai indikasi..

  • Membentuk kekebalan jangka panjang; populasi tervaksin memiliki lesi lebih sedikit, durasi sakit lebih singkat, serta mengurangi risiko komplikasi terkait mumps, measles, dan rubela.


Regimen singkat (detail lihat tab Anjuran):

  • Usia 12–15 bulan: dosis-1, diikuti dosis-2 pada 4–6 tahun (minimal interval 4 minggu bila perlu dipercepat, mis. perjalanan/wabah).

  • Remaja/Dewasa non-imun: 2 dosis (interval ≥4 minggu).

  • Rute: subkutan (SC) di deltoid/anterolateral paha.


Keamanan & perhatian ringkas:

  • Reaksi biasanya ringan–sedang dan sementara (±1–3 hari) di lokasi suntik (nyeri / kemerahan / bengkak). Demam dan atau ruam ringan dapat muncul hari ke-5–12 (komponen campak). Kadang pembesaran parotis (mumps) atau nyeri sendi / arthralgia—lebih sering pada dewasa perempuan (rubela). Kejang demam jarang, terutama pada anak kecil di rentang 5–12 hari pasca vaksin.

  • Penanganan: kompres dingin, hidrasi/istirahat; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran nakes. Konsultasikan bila demam tinggi menetap atau ruam luas.

  • Perhatian khusus:

    • ImmunoGlobulin (IG) dan produk darah lainnya tidak boleh diberikan bersamaan dengan MMR-II, tunda ±3–11 bulan. Bila IG diberikan ≤14 hari setelah MMR, dosis MMR mungkin perlu diulang.
    • TST/IGRA (tes TB): lakukan di hari yang sama atau tunda 4–6 minggu setelah vaksin hidup.
    • Penularan virus vaksin: tidak diharapkan terjadi penularan antarmanusia.


Komposisi Vaksin MMR-II, Live-attenuated

Satu dosis (0,5 mL) setelah rekonstitusi mengandung:

  • Measles virus: ≥ 3.0 log10 TCID50
  • Mumps virus: ≥ 4.1 log10 TCID50
  • Rubella virus: ≥ 3.0 log10 TCID50
  • Daftar eksipien lengkap, lihat Tab Kandungan

Pemberian MMR-II dengan Vaksin Lain

MMR-II adalah vaksin hidup-teratenuasi (SC). Ia boleh diberikan bersamaan dengan vaksin inaktif—mis. influenza (Influvac Tetra), pneumokokus (PCV20), Tdap, COVID-19, hepatitis—selama lokasi suntik berbeda (mis. deltoid kiri/kanan). Dengan vaksin hidup lain (mis. Varicella, Qdenga/TAK-003), gunakan aturan: hari yang sama (titik suntik berbeda) atau bila tidak bersamaan, beri jeda ≥4 minggu untuk mencegah interferensi respons imun.

Pada jadwal yang padat, koadministrasi membantu mengurangi kunjungan tanpa menurunkan efektivitas bermakna. Harapkan reaksi lokal (nyeri/kemerahan/bengkak) dan keluhan sistemik ringan (lelah/nyeri otot/demam ringan) bisa sedikit lebih terasa saat beberapa vaksin diberikan di hari yang sama—umumnya ringan & sementara. Untuk anak, nakes akan memilih kombinasi terbaik (mis. MMR + Varivax di hari yang sama) dan menjaga jarak antar suntikan di satu lengan bila perlu. Catatan tambahan: bila perlu tes TB (TST/IGRA), lakukan di hari yang sama dengan MMR-II atau tunda 4–6 minggu setelahnya.

Vaksin saat hamil / menyusui:

Kehamilan: MMR-II adalah vaksin hidup-teratenuasitidak direkomendasikan saat hamil. Bila merencanakan kehamilan, lakukan vaksinasi sebelum hamil dan hindari konsepsi ≥1 bulan setelah suntikan. Jika ada pajanan campak saat hamil, imunoglobulin (IG) dapat dipertimbangkan secara segera untuk mengurangi keparahan; vaksin MMR tidak diberikan. Untuk rubela, vaksin juga tidak diberikan saat hamil—lakukan skrining serologi, konseling risiko janin, dan rencanakan vaksinasi pascapersalinan bila non-imun. Tunda MMR jika demam ≥38 °C atau sakit akut sedang–berat.

Menyusui: Boleh dan aman. MMR tidak mengganggu produksi ASI; rubella vaccine virus dapat diekskresikan dalam ASI namun tidak menimbulkan penyakit bermakna pada bayi sehat. Ibu pascapersalinan yang non-imun terhadap campak/rubela sebaiknya divaksin sebelum pulang dari fasilitas kesehatan; tetap hindari kehamilan ≥1 bulan pascavaksin. Bila baru menerima produk darah/IG, konsultasikan jeda waktu (umumnya 3–11 bulan bergantung jenis/dosis) sebelum MMR.


Kemasan :

Vaksin MMR-II - Vaksin Campak MMR

1 vial bubuk terliofilisasi + 1 pelarut dalam vial

Merek: MMR-II

Diproduksi oleh: Merck Sharpe & Dohme (MSD)

Distribusi oleh: PT MSD Indonesia

Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis

Siapa yang Dianjurkan

  • Anak usia ≥12 bulan (imunisasi rutin).

  • Remaja & dewasa tanpa bukti kekebalan: tidak punya dokumentasi 2 dosis MMR, tidak ada hasil serologi protektif, atau riwayat penyakit tidak jelas.

  • Tenaga kesehatan, guru, mahasiswa/asrama, pelancong ke area dengan transmisi aktif/wabah.

  • Pascapersalinan pada ibu non-imun (sebelum pulang dari fasilitas kesehatan).

Siapa yang tidak perlu

  • Bukti kekebalan memadai: riwayat penyakit yang jelas, hasil serologi protektif, atau dua dosis vaksin terdokumentasi.


Jadwal & Dosis (SC deltoid / anterolateral paha, 0,5 mL)

  • Remaja ≥ 13 tahun & Dewasa
    • Diberikan 2 dosis masing-masing 0,5 mL secara subkutan (SC), dengan interval antar dosis 4 minggu.
    • Wanita Usia Subur: Sebagai rencana vaksinasi pra-kehamilan, lengkapi 2 dosis, dengan interval 4 minggu. Tunda kehamilan setidaknya 1 bulan setelah dosis kedua. Jangan diberikan saat hamil!
  • Populasi anak (Usia 12 bulan hingga 12 tahun)
    • Diberikan 2 dosis masing-masing 0,5 mL secara subkutan (SC)
    • Program Rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia): Dosis ke-1 diberikan pada usia 12-15 bulan, diikuti dosis ke-2 pada usia 4-6 tahun (minimal interval 4 minggu bila perlu dipercepat, contoh: perjalanan/wabah).
    • Situs injeksi: Anterolateral paha pada anak usia di bawah 2 tahun, Deltoid pada anak usia di atas 2 tahun.
    • Catch-up (Jadwal Kejar): Bila terlambat memulai vaksinasi MMR, segera mulai kapan saja secepatnya.
  • Waktu ideal: Sesuai rekomendasi. Apabila molor / terlambat, kejar secepatnya.

  • Post-Exposure & situasi khusus

    • Campak (measles): MMR ≤72 jam pasca pajanan dapat membantu mencegah/meringankan; alternatif pada kelompok tertentu: berikan IG sesuai indikasi.

    • Rubela: tidak untuk kehamilan; lakukan skrining serologi & vaksinasi pascapersalinan bila non-imun.

    • Wabah institusi/sekolah/kantor: pastikan 2 dosis terdokumentasi; pertimbangkan catch-up.


Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)

  • Dapat diberikan bersamaan dengan vaksin hidup lainnya seperti vaksin Varicella atau vaksin Dengue (hari yang sama, lokasi berbeda). Jika tidak bersamaan, beri jarak ≥4 minggu antar vaksin hidup.

  • Tes TB (TST/IGRA): lakukan di hari yang sama atau tunda 4–6 minggu pasca MMR-II.

  • Kontraindikasi: kehamilan, imunokompromais berat, alergi berat terhadap neomisin/gelatin; tunda saat demam ≥38 °C/penyakit akut sedang–berat; penerima produk darah/imunoglobulin baru-baru ini (perlu interval khusus).

Siapa yang Perlu Konsultasi Dulu

  • Kehamilan / rencana hamil dalam 1 bulan ke depan → MMR kontraindikasi saat hamil; atur vaksin pra-kehamilan & jeda ≥1 bulan pascavaksin.

  • Imunokompromais (kemoterapi aktif, defisiensi imun berat, terapi biologik/imunosupresif dosis tinggi, pasca transplantasi).

  • HIV: butuh penilaian CD4 (umumnya aman bila CD4 ≥200/µL & stabil; kontraindikasi bila berat).

  • Alergi berat/anafilaksis terhadap neomisin atau gelatin, atau reaksi berat setelah dosis MMR sebelumnya.

  • Demam ≥38 °C / penyakit akut sedang–berat → tunda sampai pulih.

  • Baru menerima produk darah / imunoglobulin (IG) dalam beberapa bulan terakhir → perlu interval 3–11 bulan sebelum MMR (tergantung jenis/dosis).

  • Riwayat trombositopenia / purpura trombositopenik setelah MMR atau tidak terjelaskan → nilai manfaat–risiko.

  • Gangguan perdarahan / terapi antikoagulan → rute SC lebih aman, tetap perlu teknik & penekanan adekuat.

  • Rencana atau kebutuhan tes TB (TST/IGRA) → lakukan di hari yang sama atau tunda 4–6 minggu setelah MMR.

  • Riwayat anafilaksis terhadap komponen lain dari vaksin—diskusikan alternatif/observasi lebih lama.


Persiapan & Pasca-Vaksin

  • Bawa riwayat alergi/obat, makan minum cukup, istirahat.

  • Efek samping umum: nyeri/kemerahan suntikan, lelah, nyeri otot, demam ringan (1–3 hari). Kompres dingin & analgesik OTC bila perlu.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; hubungi kami bila gejala berat/berkepanjangan.

Zat Aktif

Nama produk: MMR-II (MSD)Measles, Mumps, Rubella Virus Vaccine, Live Attenuated
Tipe: Vaksin hidup-teratenuasi (tiga komponen) untuk pencegahan campak, gondongan, rubela.


Komposisi per dosis

Satu dosis (0,5 mL) MMR-II, setelah rekonstitusi mengandung:

  • Measles virus (virus strain Edmonston-Enders yang dilemahkan, dibudidayakan pada kultur embrio ayam): ≥ 3.0 log10 TCID50
  • Mumps virus (virus strain Jeryl Lynn™ yang dilemahkan, dibudidayakan pada kultur embrio ayam): ≥ 4.1 log10 TCID50
  • Rubella virus (virus strain RA 27/3 yang dilemahkan, dibudidayakan pada sel manusia diploid (WI-38/MRC-5)): ≥ 3.0 log10 TCID50

Eksipien & jejak residu (dapat bervariasi menurut label):

  • Stabilisator:
    • Sorbitol — ± 14.5 mg
    • Sukrosa — ± 1.9 mg
    • Gelatin terhidrolisis — ± 14.5 mg
  • Buffer/garam
  • Lainnya:
    • Monosodium L-glutamate monohydrate
    • Recombinant human albumin — ± ≤0.3 mg
    • Fetal bovine serum — <1 ppm
  • Produk ini juga mengandung komponen residu sel MRC-5, termasuk DNA dan protein, serta sejumlah kecil media kultur, natrium fosfat monobasik, EDTA, neomisin, dan serum janin sapi.
  • Produk ini tidak mengandung bahan pengawet.

Sediaan & penanganan

  • Sediaan: liofilisat (bubuk) + pelarut 0,5 mL (air steril untuk injeksi).

  • Rekonstitusi: gunakan seluruh 0,5 mL pelarut; kocok perlahan sampai homogen; jangan campur dengan vaksin/obat lain dalam 1 spuit.

  • Penampilan: larutan jernih–opalesen, tanpa partikel.

  • Simpan dingin sesuai label (umumnya 2–8 °C; lindungi dari cahaya; jangan dibekukan).

  • Gunakan segera setelah rekonstitusi (ideal ≤30 menit); buang sisa sesuai prosedur limbah medis.

Kata kunci tercakup: MMR-II, vaksin campak hidup-teratenuasi, MRC-5, gelatin, neomisin, liofilisat + pelarut 0,5 mL, subkutan, penyimpanan 2–8 °C, stabilitas pasca-rekonstitusi.

Efikasi & Perlindungan

Bagaimana melindungi:

  • Live-attenuated, mirip infeksi alami tanpa bikin sakit berat. Komponen campak, gondongan, rubela yang dilemahkan bereplikasi terbatas → memicu kekebalan komprehensif.

  • Antibodi penetral (humoral).

    • Campak: antibodi terhadap protein permukaan (H/F) mencegah masuknya virus ke sel & menekan viremia.

    • Gondongan: antibodi terhadap HN/F menetralkan virus & menurunkan risiko komplikasi (orchitis, meningitis aseptik).

    • Rubela: antibodi terhadap glikoprotein E1/E2 mencegah infeksi primer—pilar proteksi terhadap sindrom rubela kongenital.

  • Imunitas seluler. Aktivasi sel T CD4⁺/CD8⁺ mempercepat eliminasi sel terinfeksi dan membentuk memori jangka panjang, sehingga paparan berikutnya jarang menyebabkan penyakit berat.

  • Dua dosis menutup “kegagalan primer”. Dosis-2 meningkatkan titer & aviditas antibodi, memperkuat daya tahan populasi (herd effect) dan menekan wabah sekolah/kampus.

  • Manfaat tambahan programatik. Pada pajanan campak, MMR ≤72 jam dapat membantu mencegah/meringankan penyakit; pada rubela, cakupan tinggi melindungi kehamilan melalui pencegahan transmisi komunitas.


Tingkat efektivitas (per komponen):

  • Campak (measles): efektivitas ~97% setelah 2 dosis (±93% setelah 1 dosis).

  • Gondongan (mumps): efektivitas rata-rata ~88% setelah 2 dosis (bervariasi menurut wabah/serotipe sirkulasi).

  • Rubela: efektivitas ~97% setelah 1 dosis; 2 dosis meningkatkan ketahanan populasi dan dokumentasi kekebalan.

  • Breakthrough Infection (Infeksi terobosan), terutama mumps, bisa terjadi, namun cenderung lebih ringan, komplikasi lebih jarang, dan durasi menular lebih singkat pada individu tervaksin.

Onset & durasi proteksi:

  • Serokonversi umumnya terjadi dalam 10–14 hari pasca vaksinasi. Demam/ruam ringan pada hari ke-5–12 menandakan respons terhadap komponen campak. Dosis-2 menaikkan titer dan menutup kegagalan primer.
  • Kekebalan jangka panjang (bertahun-tahun). Untuk mumps, proteksi dapat menurun perlahan (waning); pada situasi wabah, otoritas setempat kadang mempertimbangkan dosis ke-3 (outbreak dose) untuk kelompok berisiko.

Post-Exposure Prophylaxis (PEP)

  • Campak: MMR ≤72 jam setelah pajanan dapat mencegah/meringankan penyakit. Imunoglobulin (IG) bisa dipakai pada kelompok tertentu bila MMR kontraindikasi atau lewat dari 72 jam (ikuti panduan setempat).

  • Rubela & Gondongan: PEP dengan MMR tidak diandalkan untuk penghentian pajanan; fokus pada tracing, imunisasi kejar (catch-up), dan pencegahan penularan.


Dampak populasi (herd effect):

  • Cakupan 2 dosis secara luas memutus transmisi di sekolah/kampus/tempat kerja, menurunkan wabah serta komplikasi berat (ensefalitis campak, SSPE, orchitis/meningitis mumps, dan sindrom rubela kongenital).

  • Strategi catch-up pada remaja/dewasa non-imun + verifikasi dokumen 2 dosis adalah kunci pencegahan wabah.


Kelompok manfaat terbesar:

  • Anak ≥12 bulan & usia sekolah: pilar herd immunity; menekan wabah di PAUD/sekolah & komplikasi berat (pneumonia/ensefalitis campak).

  • Remaja & dewasa non-imun (tanpa bukti 2 dosis): mencegah wabah kampus/tempat kerja; penting untuk pekerja layanan publik.

  • Tenaga kesehatan & pendidik/asrama: paparan tinggi dan risiko menularkan ke kelompok rentan; 2 dosis wajib terdokumentasi.

  • Perempuan usia reproduktif non-imun (pra-kehamilan): proteksi rubela → cegah sindrom rubela kongenital; vaksin sebelum hamil.

  • Ibu pascapersalinan non-imun: vaksin sebelum pulang untuk proteksi ibu & komunitas (aman saat menyusui).

  • Pelancong internasional & daerah transmisi aktif: percepatan jadwal (≥4 minggu antar dosis) mencegah importasi kasus.

  • Komunitas dengan cakupan rendah/terjadi KLB: catch-up 2 dosis mengendalikan transmisi.

  • Rumah tangga dengan bayi baru lahir atau anggota imunokompromais: vaksinasi anggota sehat mengurangi risiko paparan (“cocooning”).

Kata kunci tercakup: efikasi MMR-II, efektivitas vaksin campak, serokonversi, dua dosis MMR, breakthrough campak, PEP campak, durasi proteksi vaksin MMR, reduksi wabah sekolah, herd effect.

Indikasi & Posologi

Indikasi

MMR-II (MSD) diindikasikan untuk pencegahan campak, gondongan, rubela pada:

  • Anak usia ≥12 bulan (imunisasi rutin).

  • Remaja & dewasa tanpa bukti kekebalan (tidak ada dokumentasi 2 dosis MMR, tidak ada IgG protektif, atau riwayat penyakit tidak jelas).

  • Kelompok risiko paparan tinggi: tenaga kesehatan, pendidik/asrama, pelancong ke wilayah transmisi, komunitas dengan KLB.

Tidak untuk pengobatan penyakit yang sedang berlangsung; kontraindikasi pada kehamilan dan imunokompromais berat.


Posologi (Dosis & Jadwal)

Rute: SC (subkutan), preferensi otot deltoid atau otot anterolateral paha pada bayi di bawah 2 tahun; jangan berikan IM/IV.
Frekuensi: sesuai rekomendasi jadwal

  • Remaja ≥ 13 tahun & Dewasa
    • Diberikan 2 dosis masing-masing 0,5 mL secara subkutan (SC), dengan interval antar dosis 4 minggu.
    • Wanita Usia Subur: Sebagai rencana vaksinasi pra-kehamilan, lengkapi 2 dosis, dengan interval 4 minggu. Tunda kehamilan setidaknya 1 bulan setelah dosis kedua. Jangan diberikan saat hamil!
  • Populasi anak (Usia 12 bulan hingga 12 tahun)
    • Diberikan 2 dosis masing-masing 0,5 mL secara subkutan (SC)
    • Program Rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia): Dosis ke-1 diberikan pada usia 12-15 bulan, diikuti dosis ke-2 pada usia 4-6 tahun (minimal interval 4 minggu bila perlu dipercepat, contoh: perjalanan/wabah).
    • Situs injeksi: Anterolateral paha pada anak usia di bawah 2 tahun, Deltoid pada anak usia di atas 2 tahun.
    • Catch-up (Jadwal Kejar): Bila terlambat memulai vaksinasi MMR, segera mulai kapan saja secepatnya.
  • Waktu ideal: Sesuai rekomendasi. Apabila molor / terlambat, kejar secepatnya.

  • Post-Exposure & situasi khusus

    • Campak (measles): MMR ≤72 jam pasca pajanan dapat membantu mencegah/meringankan; alternatif pada kelompok tertentu: berikan IG sesuai indikasi.

    • Rubela: tidak untuk kehamilan; lakukan skrining serologi & vaksinasi pascapersalinan bila non-imun.

    • Wabah institusi/sekolah/kantor: pastikan 2 dosis terdokumentasi; pertimbangkan catch-up.


Catatan Praktis

  • Koadministrasi

    • Boleh bersamaan dengan vaksin inaktif (influenza, Tdap, pneumokokus, COVID-19) di lokasi suntik berbeda.

    • Dengan Varicella / vaksin hidup lain: hari yang sama atau beri jeda ≥4 minggu bila tidak bersamaan.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; edukasi gejala ringan yang umum (lihat Tab 6).

  • Tes TB (TST/IGRA): lakukan di hari yang sama atau tunda 4–6 minggu setelah vaksin hidup.

  • Pascapersalinan non-imun: berikan MMR sebelum pulang (aman saat menyusui); hindari hamil ≥1 bulan setelah vaksin.

  • HIV: pertimbangkan status imun (umumnya aman bila CD4 ≥200/µL & stabil; kontraindikasi bila berat).

  • Gangguan perdarahan/antikoagulan: rute SC dengan penekanan lebih lama.

  • Bukti kekebalan memadai (riwayat infeksi jelas, serologi protektif, atau dokumentasi 2 dosis vaksin) → tidak perlu vaksin.

Profil Keamanan Singkat

MMR-II adalah vaksin hidup-teratenuasi (SC) dengan profil keamanan baik pada anak ≥12 bulan, remaja, dan dewasa non-imun. Keluhan umumnya ringan–sedang dan sementara (±1–3 hari).


Efek Samping Umum (0–7 hari)

Lokal (di tempat suntik, IM deltoid):

  • Nyeri (paling sering), kemerahan, bengkak/indurasi, rasa hangat/nyeri tekan.

  • Ruam ringan (komponen campak/rubela).

Sistemik:

  • Lelah, nyeri otot/pegal, sakit kepala, demam ringan/meriang, menggigil, kadang mual.

  • Kejang demam: jarang, terutama anak kecil pada hari ke-5–12.

Penanganan mandiri: kompres dingin, hidrasi & istirahat, analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Reaksi Sedang–Berat (Jarang)

  • Demam ≥38,5 °C, ruam luas, atau reaksi lokal berat.

  • Trombositopenia (memar/perdarahan mudah) — sangat jarang.

  • Alergi berat/anafilaksis sangat jarang. Tanda bahaya: sesak napas, bengkak wajah/bibir, biduran menyeluruh, pusing berat/pingsan → darurat medis.

  • Arthralgia/nyeri sendi sementara lebih sering pada dewasa perempuan (komponen rubela).

Kontraindikasi & Penundaan

  • Kontraindikasi:

    • Kehamilan (tunda; hindari hamil ≥1 bulan setelah tiap dosis).

    • Imunokompromais berat (kemoterapi aktif, transplantasi, defisiensi imun berat, terapi biologik/imunosupresif dosis tinggi).

    • Alergi berat terhadap gelatin atau neomisin.

  • Tunda bila demam ≥38 °C atau sedang sakit akut sedang–berat.


Populasi Khusus

  • Hamil: hindari pemberian vaksin MMR-II pada ibu hamil (kontraindikasi).
  • Menyusui: boleh & aman, tidak mengganggu ASI.
  • Pra-kehamilan: selesaikan seri sebelum hamil; hindari hamil ≥1 bulan pasca dosis.
  • HIV: pertimbangkan status imun; umumnya aman bila CD4 ≥200/µL dan stabil (konsultasi dokter).
  • Kontak rumah tangga berisiko tinggi (neonatus, bumil rentan, imunokompromais): risiko penularan virus vaksin sangat jarang, meningkat bila ada ruam; tutup lesi sampai pulih.
  • Gangguan perdarahan/terapi antikoagulan: rute SC umumnya aman; lakukan penekanan lebih lama.

Interaksi/Koadministrasi

  • Produk darah/Immunoglobulin (IG): jangan bersamaan; setelah menerima IG/produk darah, tunggu ±3–11 bulan (sesuai jenis/dosis) sebelum MMR. Jika IG diberikan ≤14 hari setelah MMR, pertimbangkan ulang MMR.

  • Tes TB (TST/IGRA): lakukan di hari yang sama atau tunda 4–6 minggu pasca MMR.

  • Vaksin hidup lain (mis. Varicella): hari yang sama (suntik terpisah) atau jarak ≥4 minggu jika tidak bersamaan.

  • Penularan virus vaksin: tidak diharapkan terjadi antarmanusia.


Setelah Vaksin di Vaxcorp

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik untuk memantau sinkop/reaksi awal.

  • Edukasi tertulis pasca-vaksin & hotline/WA untuk keluhan.

  • Dugaan KIPI signifikan akan dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur.

*Harga vaksinasi per dosis per pax.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

rekomendasi vaksinasi

Lokasi:

Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

Vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella) – MMR ii

Vaksin M-M-R® II adalah vaksin yang diindikasikan untuk imunisasi aktif untuk pencegahan campak, gondongan, dan rubella pada individu berusia 12 bulan ke atas. Vaksin M-M-R® II mengandung virus campak, gondongan, dan rubella yang telah dilemahkan.

Rekomendasi Dosis Dewasa (Usia ≥19 Tahun):

  • 1 – 2 dosis; tergantung riwayat dan dokumentasi imunisasi
  • Interval antar dosis 4 minggu (28 hari)

Rekomendasi Dosis Anak:

  • 1 dosis di usia 12-15 bulan
  • 1 dosis di usia 5-7 tahun.

Vaksin MMR umumnya diberikan secara injeksi subkutan (di bawah kulit) pada area deltoid bagian lengan atas pada bayi berusia ≥ 12 bulan dan dewasa. Pada kondisi tertentu, pemberian pada bayi berusia ≥ 12 bulan juga dapat dilalukan secara injeksi subkutan atau intramuskular pada area paha atas bagian luar.

Pada bayi yang telah menerima vaksin campak kering atau vaksin MR pada usia 9 (sembilan) bulan, pemberian MMR dosis pertama dapat dilakukan pada usia 15 – 18 bulan dan dosis kedua diberikan pada usia 5 – 7 tahun.

Pemberian Vaksin Campak, Gondongan, Rubella (MMR) dan Varicella Dalam Kunjungan Yang Sama

Dengan rekomendasi usia jadwal pemberian yang sama, banyak orang tua yang menginginkan agar vaksinasi MMR dan Varicella dapat dilakukan dalam satu kunjungan untuk mengurangi jumlah kunjungan ke dokter. Hal ini dapat dibenarkan secara medis, dan dengan ini orang tua memiliki opsi untuk menggunakan vaksin MMR dan vaksin Varicella dengan preparat terpisah, atau menggunakan vaksin MMRV (kombinasi MMR dan Varicella) dalam satu preparat.

Namun, jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan vaksin MMRV untuk anak dalam kelompok usia ini, penting untuk meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan dokter Anda mengenai manfaat dan risiko dari kedua pilihan vaksinasi tersebut.

Kecuali orang tua atau pengasuh secara eksplisit menyatakan preferensi terhadap penggunaan vaksin MMRV, pedoman CDC merekomendasikan bahwa vaksinasi MMR dan Varicella lebih baik diberikan menggunakan preparat terpisah untuk dosis pertama.

Pedoman IDAI 2023 juga menyatakan, pemberian vaksin MMRV sebaiknya diberikan pada anak usia 2 tahun atau lebih untuk mengurangi risiko kejang demam. Imunisasi MMR dan Varicella pada kunjungan yang sama menggunakan preparat terpisah aman untuk diberikan dengan risiko demam yang jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan preparat MMRV.

Vaksin saat mengandung: Tidak disarankan (minimal dimulai 3 bulan sebelum rencana kehamilan)

MMR-ii
Merck & Co (USA)


*Harga vaksinasi per dosis per pax. Termasuk PPN.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis Buku Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik: Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

jadwal imunisasi dewasa


Lokasi:
Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

 

Rekomendasi Layanan