avaxim 160 vaksin hepatitis a

AVAXIM 160 U - Vaksin Hepatitis A

Kategori                 : Vaksin
Subkategori         : Vaksin Hepatitis
Produsen              : Sanofi Pasteur
SKU                         : 30005

Ringkasan

Berdasarkan pertimbangan dokter pada risiko vs. manfaat.

1 jarum suntik prefilled berisi 0.5 mL suspensi untuk injeksi.

Perlindungan jangka-pendek:

  • 1 dosis 0.5 mL

Perlindungan jangka-panjang:

  • 2 dosis dengan jarak 6 – 36 bulan.
  • Dapat digunakan sebagai dosis ke-2 pada individu yang melakukan vaksinasi pertama menggunakan vaksin kombinasi Hepatitis A + Demam Tifoid (VARIVAX).

Keterangan Produk

  • Direkomendasikan sebagai pencegahan infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis A pada individu dewasa diatas usia 16 tahun.

  • Vaksinasi hepatitis A direkomendasikan pada subjek yang terpapar risiko virus hepatitis A, seperti:

    • Individu dewasa yang belum diimunisasi, tinggal di (dan/atau akan bepergian ke) area endemik.
    • Individu dewasa yang secara profesional terpapar dengan risiko kontaminasi tinggi: petugas penitipan anak, petugas yang melayani balita dan anak difabel, petugas pembersih limbah dan air, petugas di industri makanan, dan petugas catering).
    • Individu dewasi dengan kategori risiko — hemophilia, transfusi berulang, penggunaan obat intravena, dan orientasi seksual dengan sesama jenis (homoseksual).

Setiap dosis 0.5 mL AVAXIM mengandung:

  • Virus Hepatitis A1 yang telah diinaktivasi menggunakan formaldehid 160 unit antigen2
  • Alumunium hidroksida (terdeteksi sebagai alumunium) 0.3 mg
  • 2-fenoksietanol 2.5 µL
  • Formaldehid 12.5 µg
  • Media Hanks 1993 sampai 0.5 mL
  • Asam hidroklorida atau natrium hidroksida untuk menyesuaikan pH

1Galur GBM yang dikultur dalam sel diploid manusia MRC5.

2Ketika tidak ada satuan standar internasional, jumlah antigen ditulis menggunakan referensi setempat.

3Media Hank 199 adalah campuran kompleks asam amino, garam mineral, vitamin, dan substansi lain, yang dilarutkan dalam air untuk injeksi; pH disesuaikan dengan penambahan asam hidroklorida atau natrium hidroksida.

Aturan Umum:

  • Dosis rekomendasi setiap penyuntikan adalah 0.5 mL.
  • Perlindungan terhadap hepatitis A akan terbentuk sekitar 14 hari sejak pemberian pertama Avaxim. Perlindungan dosis-tunggal ini setidaknya akan bertahan selama 36 bulan.

  • Jika dibutuhkan perlindungan jangka panjang terhadap hepatitis A, maka dosis kedua (booster) diperlukan. Dosis ini biasanya diberikan antara 6 hingga 12 bulan setelah dosis pertama tapi dapat juga diberikan hingga 36 bulan setelah dosis pertama. Dosis booster ini dapat melindungi terhadap hepatitis A hingga lebih dari 10 tahun.

  • Diberikan secara injeksi intramuskular pada regio deltoid lengan atas.

  • Vaksin dapat diberikan melalui rute subkutan pada pasien yang menderita trombositopenia atau pada pasien yang berisiko mengalami pendarahan.
  • Jangan melakukan injeksi dengan rute pemberian intravena, atau intradermal.
  • Sebelum digunakan, kocok prefilled syringe hingga terbentuk suspensi homogen.
  • AVAXIM tidak boleh digunakan dengan cara rekonstitusi dalam satu spuit dengan vaksin lain.
  • Tidak untuk dijual bebas (over-the-counter) atau digunakan tanpa diresepkan dan pengawasan oleh dokter yang kompeten di bidang vaksinologi.

Rekomendasi Pemberian Vaksin TdaP pada Kehamilan & Laktasi:

  • Keamanan vaksinasi hepatitis A selama kehamilan belum ditentukan; Namun, karena vaksin hepatitis A dihasilkan dari HAV yang tidak aktif (tidak mengandung vaksin hidup), risiko teoretis terhadap janin yang sedang berkembang diperkirakan rendah.
  • Manfaat terkait dengan pemberian vaksin harus dipertimbangkan terhadap risiko hepatitis A pada wanita hamil yang mungkin berisiko tinggi untuk terpajan HAV (contoh: pada kondisi kontaminasi berat sumber air / pangan dengan HAV).
  • Pemberian vaksin hepatitis A pada ibu menyusui (post-partum) diperbolehkan.

Sumber: CDC

  • Vaksin ini tidak boleh digunakan pada individu yang sedag mengalami demam, penyakit akut, maupun kelainan kronik progresif lainnya — jika memungkinkan maka lakukan penundaan vaksinasi.
  • Hipersensitivitas pada satu atau komponen lain berdasarkan dari penyuntikan sebelumnya.
  • Jika sedang demam tinggi (≥ 38°C), maka vaksinasi harus ditunda hingga kondisi membaik.

Sebagaimana produk aktif lain, vaksin ini dapat memberikan dampak pada sebagian orang yang dapat mengganggu yaitu:

  • Nyeri lokal yang terkadang bersamaan dengan kemerahan pada kulit. Munculnya bintik pada terlihat dari beberapa kasus yang jarang terjadi.
  • Nyeri, rasa lelah, nyeri kepala, nyeri otot, gangguan pencernaan
  • Peningkatan enzim (transaminase) pada hati dapat terjadi pada kasus yang jarang.
  • Jangan disuntik melalui rute intravaskuler. Pastikan jarum tidak terpenetrasi ke pembuluh darah.
  • Vaksin ini tidak boleh disuntikkan ke bokong atau secara intradermal; karena dapat mengurangi pembentukan respon imun.
  • Pengobatan imunosupresan atau kondisi gangguan imunitas lainnya dapat mengakibatkan tidak terbentuknya respon imun terhadap vaksin.
  • Vaksinasi mungkin tidak memiliki efek pembentukan imunitas terhadap hepatitis A jika diberikan saat periode inkubasi penyakit.
  • Gunakan vaksin ini secara hati-hati pada:
    • Individu dengan penyakit / gangguan fungsi hati
    • Individu yang memiliki hipersensitivitas pada neomisin.

Konsultasikan lebih lanjut mengenai kebutuhan vaksinasi Anda kepada dokter vaksinolog Anda.