Deskripsi
Non-Invasive Prenatal Paternity Test
Non-invasive Prenatal Paternity Test (NIPP) adalah pemeriksaan DNA canggih yang memungkinkan penentuan hubungan biologis antara janin dan terduga ayah sejak masa kehamilan, tanpa prosedur invasif dan tanpa risiko terhadap ibu maupun janin.
Pemeriksaan ini dirancang untuk Anda yang membutuhkan kejelasan secara dini terkait ayah biologis janin, baik untuk kepastian personal, perencanaan keluarga, maupun pengambilan keputusan medis dan psikososial yang lebih matang sebelum persalinan.
Berbeda dengan tes paternitas konvensional yang dilakukan setelah kelahiran, Non-Invasive Prenatal Paternity Test (NIPP) memanfaatkan teknologi analisis DNA modern untuk mendeteksi fragmen DNA janin (cell-free fetal DNA / cfDNA) yang secara alami beredar di dalam aliran darah ibu selama kehamilan.
Prinsip Ilmiah Pemeriksaan
Selama kehamilan, sebagian kecil DNA janin dilepaskan ke dalam darah ibu. Dengan teknologi Next-Generation Sequencing (NGS) dan analisis bioinformatika tingkat lanjut, DNA janin tersebut dapat dipisahkan secara statistik dari DNA ibu, lalu dibandingkan dengan DNA terduga ayah.
Pemeriksaan Non-Invasive Prenatal Paternity Test kami menggunakan analisis ribuan penanda genetik (Single Nucleotide Polymorphisms / SNPs) untuk menghasilkan tingkat akurasi yang sangat tinggi, tanpa perlu pengambilan sampel dari janin secara langsung.
Fragmen DNA janin yang dianalisis berasal dari kromosom autosomal dan diwariskan secara langsung dari kedua orang tua biologis. Dengan memetakan pola pewarisan genetik tersebut, sistem analisis dapat menentukan sejauh mana profil DNA janin konsisten dengan profil DNA terduga ayah, serta menghitung probabilitas hubungan biologis secara kuantitatif dan objektif.
Seluruh proses analisis dilakukan dengan kontrol kualitas yang ketat untuk memastikan fraksi DNA janin (fetal fraction) mencukupi dan data genetik yang diperoleh memenuhi standar validitas analitik. Apabila fraksi DNA janin tidak memadai atau hasil analisis belum mencapai tingkat keandalan yang dipersyaratkan, pemeriksaan dapat direkomendasikan untuk diulang pada usia kehamilan yang lebih lanjut demi memastikan hasil yang optimal dan bertanggung jawab secara medis.
Fitur Utama Non-Invasive Prenatal Paternity Testing
- Non-Invasif & Aman: Pemeriksaan hanya memerlukan pengambilan darah ibu hamil dan darah dari terduga ayah, tanpa prosedur invasif seperti amniosentesis atau CVS;
- Aman untuk Ibu & Janin: Tidak meningkatkan risiko keguguran, infeksi, atau komplikasi kehamilan;
- Dapat Dilakukan Dini: Pemeriksaan dapat dilakukan mulai usia kehamilan ≥ 10 minggu, ketika fraksi DNA janin sudah mencukupi untuk analisis yang akurat;
- Akurasi Sangat Tinggi: Menggunakan ribuan penanda genetik untuk menghasilkan tingkat probabilitas paternitas >99%;
- Privasi & Kerahasiaan Terjamin: Seluruh proses dan hasil pemeriksaan dijaga ketat sesuai standar etika medis dan perlindungan data pasien;
- Didampingi Profesional Medis: Konsultasi dokter tersedia sebelum dan sesudah pemeriksaan untuk membantu Anda memahami makna hasil secara medis dan psikologis;
- Tanpa Tekanan & Paksaan: Pemeriksaan hanya dilakukan atas persetujuan sadar (informed consent) dari semua pihak yang terlibat, mengingat implikasi emosional yang signifikan.
Apa yang Perlu Dipahami Tentang Status Legal NIPP?
Non-Invasive Prenatal Paternity Test memberikan informasi biologis yang sangat akurat mengenai hubungan genetik antara janin dan terduga ayah. Namun, penting untuk dipahami bahwa:
- Pemeriksaan ini bukan pengganti tes DNA paternitas pascakelahiran untuk kepentingan hukum;
- Hasil NIPP umumnya tidak digunakan sebagai alat bukti pengadilan karena janin belum memiliki status hukum sebagai subjek independen;
- Apabila diperlukan untuk kepentingan hukum, tes DNA paternitas pascakelahiran dengan chain of custody tetap disarankan.
Syarat & Persiapan Pemeriksaan
- Pemeriksaan dilakukan oleh:
- Ibu hamil
- Terduga ayah
- Usia kehamilan minimal 10 minggu;
- Melampirkan identifikasi resmi (KTP/Paspor) untuk seluruh pihak;
- Menandatangani Formulir Permohonan Pemeriksaan dan Informed Consent;
- Puasa: Tidak;
- Persiapan khusus: Tidak;
- Catatan penting: Pemeriksaan ini tidak dapat dilakukan dengan perwakilan keluarga (next of kin) dan tidak menggunakan spesimen post-mortem.
Informasi Teknis
- Jenis spesimen:
- Darah ibu hamil – 10 mL
- Buccal swab terduga ayah – 2 x 6 mL
- Waktu tunggu hasil: ±14–21 hari
Dengan Non-Invasive Prenatal Paternity Test, Anda mendapatkan kejelasan biologis secara dini, aman, dan bertanggung jawab — dengan pendampingan medis yang memahami bahwa hasil pemeriksaan ini bukan sekadar angka, melainkan keputusan hidup.
*Harga layanan per pasangan (ibu dan terduga ayah).
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan walk-in;
Biaya pelayanan termasuk:
Konsultasi & Tindakan Dokter
Alat Habis Pakai
Rekam Medis & Pelaporan Hasil
Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)
Lokasi:

