Verorab – Vaksin Rabies

Rp845.000,00
SKU: 30036 Kategori: , Tag: ,

Paket ≥ 20 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Jadwalkan Layanan

Stok Tersedia

Deskripsi

  • Ringkasan
  • Anjuran
  • Kandungan
  • Efikasi
  • Indikasi
  • Keamanan

Verorab – Vaksin Rabies Inaktif (Purified Vero Cell Rabies Vaccine, PVRV)

Verorab adalah vaksin rabies inaktif yang diproduksi pada sel Vero (PVRV) untuk mencegah rabies—penyakit saraf hampir selalu fatal setelah gejala muncul. Dipakai untuk pencegahan sebelum pajanan (PrEP) dan setelah pajanan (PEP) akibat gigitan/cakaran/lelehan liur hewan penular (anjing, kucing, kera, kelelawar).

VERORAB harus digunakan sesuai dengan rekomendasi resmi. Profilaksis pra-pajanan (pre-exposure) harus ditawarkan kepada subjek yang berisiko tinggi terkontaminasi oleh virus rabies.

Semua orang yang berisiko permanen, seperti personel diagnostik, petugas peneliti atau produksi laboratorium yang bekerja dengan virus rabies, harus divaksinasi.


Siapa yang disarankan:

  • PEP (post-exposure prophylaxis; setelah pajanan): semua usia dengan pajanan Kategori II/III menurut WHO (lecet/garukan hingga gigitan tembus kulit, jilatan pada kulit luka/mukosa).

  • PrEP (pre-exposure prophylaxis; sebelum pajanan): mereka yang berisiko tinggi: dokter hewan/petugas penanganan hewan, memelihara hewan mamalia (anjing, kucing, kelinci, kera, dsb), pelancong ke area endemis/terpencil, anak-anak di daerah risiko, pekerja lapangan, dan individu yang sulit akses ke fasilitas kesehatan cepat.


Manfaat utama:

  • Menurunkan risiko rabies hampir 100% bila PEP lengkap + RIG (bila perlu) diberikan segera.

  • Skema modern WHO → lebih cepat, praktis, dan cost-effective.

  • Vaksin non-live; dapat dipakai pada anak-anak dan ibu menyusui (lihat tab keamanan).


Regimen & waktu terbaik:

  • Post-exposure Prophylaxis
    • Belum pernah vaksin:
      Berikan PEP pada individu dengan pajanan (gigitan/cakaran) Kategori II/III

      • 2 dosis (deltoid kanan dan kiri) pada kunjungan pertama (Hari 0)
      • 1 dosis pada kunjungan kedua (Hari 7)
      • 1 dosis pada kunjungan ketiga (Hari 21)
        *Pertimbangkan pemberian RIG 20IU/kgBB pada pajanan Kategori III
    • Pernah PrEP/PEP lengkap sebelumnya:
      booster 2 dosis hari 0 & 3, tanpa RIG.

  • PrEP (sebelum pajanan): 3 kunjungan (hari 0, 7, dan 21-28, IM). Detail lengkap di Tab 2 & 5.

Waktu ideal: PEP rabies harus dimulai secepatnya di hari yang sama—cuci luka ≥15 menit lalu berikan vaksin hari 0; untuk Kategori III tambahkan RIG dengan infiltrasi di sekitar luka. Jika terlambat datang, tetap mulai; RIG masih bermanfaat hingga hari ke-7 pasca dosis pertama. Setelahnya, lanjutkan vaksin tanpa RIG.

Prioritaskan PEP! Jangan tunda PEP demi mengejar RIG (apabila RIG tidak tersedia; faktanya RIG di Indonesia sulit didapatkan).

Jangan hentikan PEP hanya karena hewan tampak sehat; evaluasi boleh dihentikan bila hewan terbukti negatif atau sehat 10 hari (anjing/kucing yang bisa diamati). Pajanan kepala/leher/mukosa adalah emergensi; usahakan kunjungan ke-2 & ke-3 tepat waktu—bila molor tidak perlu mengulang, cukup lanjutkan. Kehamilan, menyusui, dan anak bukan kontraindikasi, jadi jangan menunda PEP.


Keamanan & perhatian ringkas:

  • Reaksi pasca vaksinasi umumnya tanpa keluhan hingga ringan–sedang. Apabila ada keluhan umumnya bersifat sementara (1–3 hari): nyeri/kemerahan/bengkak di lokasi suntik, lelah, nyeri otot, sakit kepala, demam ringan/meriang.

  • Penanganan: kompres dingin, hidrasi, istirahat; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Komposisi Vaksin Verorab

Satu dosis (0,5 mL) mengandung:

  • Virus Rabies1, WISTAR Rabies PM/WI38 1503-3M strain (inaktif) 3.25 IU 2:
  • Komposisi 3:
    • Bubuk: maltosa, larutan albumin manusia 20%, Basal Medium Eagle (campuran garam mineral termasuk kalium, vitamin, dekstrosa dan asam amino termasuk L-fenilalanin), air untuk injeksi, asam klorida dan natrium hidroksida.
    • Pelarut: natrium klorida, air untuk injeksi.

1 Diproduksi pada sel VERO
2 Kadar dinilai berdasarkan tes ELISA sesuai standar internasional
3 Mungkin mengandung jejak polimiksin B, streptomisin, dan neomisin, yang digunakan dalam proses pembuatan.


Vaksin saat hamil / menyusui:

Kehamilan: Rabies bersifat hampir selalu fatal; karena itu PEP (vaksin ± RIG untuk Kategori III) tidak boleh ditunda pada ibu hamil. Verorab adalah vaksin inaktif (non-live)—aman digunakan selama kehamilan dengan jadwal yang sama seperti non-hamil (IM atau ID sesuai skema). Bila diindikasikan, RIG juga aman dalam kehamilan (utamakan HRIG; ERIG dapat dipakai bila HRIG tidak tersedia). Jahit luka ditunda bila mungkin; lakukan cuci luka ≥15 menit segera, mulai vaksin hari 0, dan lanjutkan sesuai jadwal. PrEP pada kehamilan dipertimbangkan bila risiko pajanan tinggi dan akses layanan terbatas.

Menyusui: Tidak ada kontraindikasi untuk vaksin rabies pada ibu menyusui; lanjutkan menyusui seperti biasa. Verorab tidak mengandung virus hidup sehingga tidak menimbulkan infeksi pada ibu maupun bayi. PEP pada ibu menyusui tetap mengikuti skema standar (vaksin ± RIG sesuai kategori pajanan). Konsultasikan bila ada riwayat alergi berat pada komponen proses (mis. jejak antibiotik), gangguan pembekuan darah (teknik IM perlu perhatian), atau bila kunjungan kontrol berpotensi terlambat—jangan hentikan seri, cukup lanjutkan dosis yang tertinggal sesegera mungkin.


Kemasan :

verorab vaksin rabies manusia

Merek: Verorab

Diproduksi oleh: Sanofi Pasteur (France)

Distribusi oleh: PT Kalventis Sinergi Farma

Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis

Siapa yang disarankan:

  • PEP (post-exposure prophylaxis; setelah pajanan): semua usia dengan pajanan Kategori II/III menurut WHO (lecet/garukan hingga gigitan tembus kulit, jilatan pada kulit luka/mukosa).

  • PrEP (pre-exposure prophylaxis; sebelum pajanan): mereka yang berisiko tinggi: dokter hewan/petugas penanganan hewan, memelihara hewan mamalia (anjing, kucing, kelinci, kera, dsb), pelancong ke area endemis/terpencil, anak-anak di daerah risiko, pekerja lapangan, dan individu yang sulit akses ke fasilitas kesehatan cepat.


Regimen & waktu terbaik:

  • Post-exposure Prophylaxis
    • Belum pernah vaksin:
      Berikan PEP pada individu dengan pajanan (gigitan/cakaran) Kategori II/III

      • 2 dosis (deltoid kanan dan kiri) pada kunjungan pertama (Hari 0)
      • 1 dosis pada kunjungan kedua (Hari 7)
      • 1 dosis pada kunjungan ketiga (Hari 21)
        *Pertimbangkan pemberian RIG 20IU/kgBB pada pajanan Kategori III
    • Pernah PrEP/PEP lengkap sebelumnya:
      booster 2 dosis hari 0 & 3, tanpa RIG.

  • PrEP (sebelum pajanan): 3 kunjungan (hari 0, 7, dan 21-28, IM). Detail lengkap di Tab 2 & 5.

Waktu ideal: PEP rabies harus dimulai secepatnya di hari yang sama—cuci luka ≥15 menit lalu berikan vaksin hari 0; untuk Kategori III tambahkan RIG dengan infiltrasi di sekitar luka. Jika terlambat datang, tetap mulai; RIG masih bermanfaat hingga hari ke-7 pasca dosis pertama. Setelahnya, lanjutkan vaksin tanpa RIG.

Prioritaskan PEP! Jangan tunda PEP demi mengejar RIG (apabila RIG tidak tersedia; faktanya RIG di Indonesia sulit didapatkan).

Jangan hentikan PEP hanya karena hewan tampak sehat; evaluasi boleh dihentikan bila hewan terbukti negatif atau sehat 10 hari (anjing/kucing yang bisa diamati). Pajanan kepala/leher/mukosa adalah emergensi; usahakan kunjungan ke-2 & ke-3 tepat waktu—bila molor tidak perlu mengulang, cukup lanjutkan. Kehamilan, menyusui, dan anak bukan kontraindikasi, jadi jangan menunda PEP.


Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)

Boleh bersama tetanus, influenza, pneumokokus, dll. di lokasi suntik berbeda. Reaksi lokal bisa sedikit lebih terasa; biasanya ringan & sementara.


Siapa yang Perlu Konsultasi Dulu

  • Riwayat alergi berat terhadap komponen/jejak antibiotik proses (mis. neomisin/streptomisin/polimiksin B).

  • Gangguan perdarahan/antikoagulan (teknik IM perlu perhatian; ID dapat dipertimbangkan).

  • Imunokompromais (tambah hari 28 pada skema IM PEP; pertimbangkan titer bila tersedia).

  • Kehamilan/menyusui: bukan kontraindikasi—jangan menunda PEP.


Persiapan & Pasca-Vaksin

  • Bawa riwayat alergi/obat, makan minum cukup, istirahat.

  • Efek samping umum: nyeri/kemerahan suntikan, lelah, nyeri otot, demam ringan (1–3 hari). Kompres dingin & analgesik OTC bila perlu.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; hubungi kami bila gejala berat/berkepanjangan.

Zat Aktif

Nama produk: Verorab — Purified Vero Cell Rabies Vaccine (PVRV)
Tipe: Vaksin rabies inaktif (non-live), diproduksi pada sel Vero dan tanpa adjuvan; potensi minimal ≥2,5 IU per dosis 0,5 mL (dapat diberikan IM sesuai jadwal WHO).


Komposisi per dosis

Satu dosis (0,5 mL) mengandung:

  • Virus Rabies 1, WISTAR Rabies PM/WI38 1503-3M strain (inaktif) 3.25 IU 2:
  • Komposisi 3:
    • Bubuk: maltosa, larutan albumin manusia 20%, Basal Medium Eagle (campuran garam mineral termasuk kalium, vitamin, dekstrosa dan asam amino termasuk L-fenilalanin), air untuk injeksi, asam klorida dan natrium hidroksida.
    • Pelarut: natrium klorida, air untuk injeksi.

1 Diproduksi pada sel VERO
2 Kadar dinilai berdasarkan tes ELISA sesuai standar internasional
3 Mungkin mengandung jejak polimiksin B, streptomisin, dan neomisin, yang digunakan dalam proses pembuatan.


Sediaan & penanganan

  • Suspensi injeksi IM (deltoid); jangan diberikan SC/IV.

  • Simpan 2–8 °C; jangan dibekukan. Kocok hingga homogen sebelum digunakan.

  • Periksa visual: suspensi opalesen/keputihan tanpa partikel asing. Buang sisa sesuai prosedur limbah medis.

Kata kunci tercakup: kandungan Verorab, komposisi vaksin rabies, vaksin rabies vero cell inaktif, vaksin rabies inaktif.

Efikasi & Perlindungan

Inti perlindungan

  • PEP tepat waktu + luka dibersihkan benar memberikan perlindungan mendekati 100% terhadap rabies. Untuk Kategori III, kombinasi vaksin + RIG pada hari 0 (atau ≤hari ke-7 sejak dosis pertama) sangat penting.

  • Apabila RIG tidak tersedia, prioritaskan pemberian PEP. RIG bisa diberikan menyusul hingga hari ke-7 setelah PEP dosis pertama)

  • PrEP menghasilkan respons imun memori yang kuat; bila terpajan, cukup PEP singkat (hari 0 & 3) tanpa RIG—mempercepat perlindungan.

Target antibodi & waktu tercapai

  • Ambang protektif yang diakui secara internasional: RVNA ≥0,5 IU/mL.

  • Dengan Verorab (PVRV), sebagian besar penerima mencapai ≥0,5 IU/mL pada hari ke-14 setelah mulai PEP/PrEP; kadar antibodi meningkat lebih lanjut pada kunjungan berikutnya.


Populasi khusus

  • Imunokompromais (mis. kemoterapi, transplantasi, HIV tidak terkontrol): tambahkan dosis IM hari 28 pada PEP dan pertimbangkan pemeriksaan titer bila tersedia untuk memastikan ≥0,5 IU/mL.

  • Kehamilan & menyusui: PEP aman dan efektif; jangan ditunda.

  • Anak-anak: respons imun baik; prioritas adalah cuci luka + mulai PEP segera.


Konsistensi produk & kelangsungan seri

  • Idealnya selesaikan seri dengan produk & rute yang sama. Jika tidak tersedia, dapat dilanjutkan dengan vaksin rabies kultur sel lain yang setara/berkualitas WHO—jangan menunda dosis.


Poin praktis yang meningkatkan efikasi

  • Cuci luka ≥15 menit + antiseptik sebelum vaksinasi.

  • Mulai hari 0 tanpa menunggu observasi hewan; PEP dapat dievaluasi ulang bila hewan kemudian terbukti negatif atau sehat 10 hari (anjing/kucing yang bisa diamati).

  • Patuh jadwal (kunjungan ke-2 dan ke-3.); jika terlambat, lanjutkan tanpa mengulang dari awal.


Kata kunci tercakup: efikasi Influvac Tetra, perlindungan vaksin influenza quadrivalent, turunkan risiko rawat inap, onset 2 minggu, perlu vaksin tahunan, tidak menyebabkan flu, manfaat pada lansia/komorbid/hamil.

Indikasi & Posologi

Indikasi

Verorab (PVRV) diindikasikan untuk pencegahan rabies pada:

  • PEP (post-exposure) semua usia dengan pajanan Kategori II/III WHO (lecet/garukan pada kulit terbuka, gigitan tembus kulit, jilatan pada luka/mukosa).

  • PrEP (pre-exposure) pada individu berisiko tinggi: dokter hewan/handler satwa, petugas laboratorium rabies, pelancong ke area endemis/terpencil, pekerja lapangan, anak di daerah risiko, atau mereka dengan akses sulit ke layanan kesehatan cepat.

Catatan: Rabies hampir selalu fatal; PEP tidak boleh ditunda—bahkan pada kehamilan/menyusui & anak.


Posologi – PEP (belum pernah vaksin rabies)

Langkah wajib segera: cuci luka ≥15 menit + antiseptik → mulai vaksin hari 0.

Regimen intramuskular:

  • Hari 0(2x), 7, 21 (0–3–7–14–(28) bila imunokompromais).

  • Rute IM: deltoid (dewasa) / anterolateral paha (anak kecil); hindari gluteal.

RIG untuk Kategori III:

  • Infiltrasi menyeluruh di sekitar/dalam luka pada hari 0; jika belum tersedia, dapat diberikan hingga hari ke-7 setelah dosis pertama. Jangan menunda vaksin untuk menunggu RIG.

Jika jadwal molor/terlambat: lanjutkan dosis berikutnya sesegera mungkin; tidak perlu mengulang dari awal.


Posologi – PEP pada yang sudah pernah vaksin (PrEP/PEP lengkap)

  • Tanpa RIG.

  • Booster 2 dosis: hari 0 & 3

    • IM: 0,5 mL penuh per kunjungan.


Posologi – PrEP (sebelum pajanan)

  • Skema cepat 3 kunjungan (WHO): hari 0, 7, 21/28

    • IM: 0,5 mL per kunjungan

  • Setelah terpajan (di kemudian hari): cukup PEP singkat hari 0 & 3 (tanpa RIG).


Populasi khusus & praktik klinis

  • Imunokompromais: gunakan IM 0–3–7–14–(28); pertimbangkan uji titer bila tersedia (target ≥0,5 IU/mL).

  • Kehamilan/menyusui & anak: bukan kontraindikasi—ikuti skema standar; jangan tunda PEP.

  • Antikoagulan/kelainan perdarahan: pertimbangkan ID atau IM dengan teknik hati-hati (jarum kecil, penekanan lebih lama).

  • Konsistensi produk/rute: idealnya selesaikan seri dengan produk & rute yang sama; bila tidak tersedia, boleh melanjutkan dengan vaksin kultur sel lain yang ekuivalen WHO.


Koadministrasi

Dapat diberikan pada hari yang sama dengan vaksin lain (mis. tetanus, influenza, pneumokokus) di lokasi suntik berbeda. Reaksi lokal bisa sedikit lebih terasa; umumnya ringan & sementara.

Profil Keamanan Singkat

Verorab adalah vaksin rabies inaktif (non-live) berbasis sel Vero, tanpa adjuvan. Aman untuk semua usia, termasuk ibu hamil/menyusui dan anak. Keluhan pasca-suntik umumnya ringan–sedang dan sementara (±1–3 hari).


Efek Samping Umum (0–7 hari)

Lokal (IM): nyeri, kemerahan, bengkak/indurasi, rasa hangat/nyeri tekan.
Sistemik: lelah, sakit kepala, nyeri otot/pegal, demam ringan/meriang, mual.

Penanganan mandiri: kompres dingin, hidrasi & istirahat; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Reaksi Sedang–Berat (Jarang)

  • Reaksi grade 3 (mengganggu aktivitas harian) — membaik dalam beberapa hari.

  • Alergi berat/anafilaksis sangat jarang. Tanda bahaya: sesak napas, bengkak wajah/bibir, biduran menyeluruh, pusing berat/pingsan → darurat medis.

  • Sinkop (pingsan) dapat terjadi pada prosedur injeksi — observasi singkat dianjurkan.


Kontraindikasi & Penundaan

  • Kontraindikasi: riwayat anafilaksis terhadap komponen vaksin atau jejak antibiotik proses (mis. neomisin/streptomisin/polimiksin B).

  • Tunda bila demam ≥38 °C atau sakit akut sedang–berat.

Catatan penting: pada PEP, jangan menunda hanya karena kondisi ringan—risiko rabies jauh lebih besar.


Populasi Khusus

  • Kehamilan/menyusui: bukan kontraindikasi; PEP tidak boleh ditunda.

  • Imunokompromais: vaksin non-live; dapat diberikan. Pada PEP IM, tambahkan hari 28 dan pertimbangkan titer RVNA bila tersedia.

  • Gangguan perdarahan/antikoagulan: pertimbangkan ID atau IM dengan teknik hati-hati (jarum kecil, penekanan lebih lama).

  • Anak-anak: aman & efektif; prioritaskan cuci luka dan mulai PEP segera.


Interaksi/Koadministrasi

Boleh diberikan bersamaan dengan vaksin lain (mis. tetanus, influenza, pneumokokus) di lokasi suntik berbeda. Reaksi lokal bisa sedikit lebih terasa saat multi-vaksin — umumnya ringan & sementara.


Setelah Vaksin di Vaxcorp

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik untuk memantau sinkop/reaksi awal.

  • Edukasi tertulis pasca-vaksin & hotline/WA untuk keluhan.

  • Dugaan KIPI signifikan akan dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur.

*Harga vaksinasi per dosis per pax.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

rekomendasi vaksinasi

Lokasi:

Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

Rekomendasi Layanan

Verorab – Vaksin Rabies

Rp845.000,00

Jadwalkan Layanan

Stok Tersedia

SKU: 30036 Kategori: , Tag: ,

Paket ≥ 20 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Deskripsi

  • Ringkasan
  • Anjuran
  • Kandungan
  • Efikasi
  • Indikasi
  • Keamanan

Verorab – Vaksin Rabies Inaktif (Purified Vero Cell Rabies Vaccine, PVRV)

Verorab adalah vaksin rabies inaktif yang diproduksi pada sel Vero (PVRV) untuk mencegah rabies—penyakit saraf hampir selalu fatal setelah gejala muncul. Dipakai untuk pencegahan sebelum pajanan (PrEP) dan setelah pajanan (PEP) akibat gigitan/cakaran/lelehan liur hewan penular (anjing, kucing, kera, kelelawar).

VERORAB harus digunakan sesuai dengan rekomendasi resmi. Profilaksis pra-pajanan (pre-exposure) harus ditawarkan kepada subjek yang berisiko tinggi terkontaminasi oleh virus rabies.

Semua orang yang berisiko permanen, seperti personel diagnostik, petugas peneliti atau produksi laboratorium yang bekerja dengan virus rabies, harus divaksinasi.


Siapa yang disarankan:

  • PEP (post-exposure prophylaxis; setelah pajanan): semua usia dengan pajanan Kategori II/III menurut WHO (lecet/garukan hingga gigitan tembus kulit, jilatan pada kulit luka/mukosa).

  • PrEP (pre-exposure prophylaxis; sebelum pajanan): mereka yang berisiko tinggi: dokter hewan/petugas penanganan hewan, memelihara hewan mamalia (anjing, kucing, kelinci, kera, dsb), pelancong ke area endemis/terpencil, anak-anak di daerah risiko, pekerja lapangan, dan individu yang sulit akses ke fasilitas kesehatan cepat.


Manfaat utama:

  • Menurunkan risiko rabies hampir 100% bila PEP lengkap + RIG (bila perlu) diberikan segera.

  • Skema modern WHO → lebih cepat, praktis, dan cost-effective.

  • Vaksin non-live; dapat dipakai pada anak-anak dan ibu menyusui (lihat tab keamanan).


Regimen & waktu terbaik:

  • Post-exposure Prophylaxis
    • Belum pernah vaksin:
      Berikan PEP pada individu dengan pajanan (gigitan/cakaran) Kategori II/III

      • 2 dosis (deltoid kanan dan kiri) pada kunjungan pertama (Hari 0)
      • 1 dosis pada kunjungan kedua (Hari 7)
      • 1 dosis pada kunjungan ketiga (Hari 21)
        *Pertimbangkan pemberian RIG 20IU/kgBB pada pajanan Kategori III
    • Pernah PrEP/PEP lengkap sebelumnya:
      booster 2 dosis hari 0 & 3, tanpa RIG.

  • PrEP (sebelum pajanan): 3 kunjungan (hari 0, 7, dan 21-28, IM). Detail lengkap di Tab 2 & 5.

Waktu ideal: PEP rabies harus dimulai secepatnya di hari yang sama—cuci luka ≥15 menit lalu berikan vaksin hari 0; untuk Kategori III tambahkan RIG dengan infiltrasi di sekitar luka. Jika terlambat datang, tetap mulai; RIG masih bermanfaat hingga hari ke-7 pasca dosis pertama. Setelahnya, lanjutkan vaksin tanpa RIG.

Prioritaskan PEP! Jangan tunda PEP demi mengejar RIG (apabila RIG tidak tersedia; faktanya RIG di Indonesia sulit didapatkan).

Jangan hentikan PEP hanya karena hewan tampak sehat; evaluasi boleh dihentikan bila hewan terbukti negatif atau sehat 10 hari (anjing/kucing yang bisa diamati). Pajanan kepala/leher/mukosa adalah emergensi; usahakan kunjungan ke-2 & ke-3 tepat waktu—bila molor tidak perlu mengulang, cukup lanjutkan. Kehamilan, menyusui, dan anak bukan kontraindikasi, jadi jangan menunda PEP.


Keamanan & perhatian ringkas:

  • Reaksi pasca vaksinasi umumnya tanpa keluhan hingga ringan–sedang. Apabila ada keluhan umumnya bersifat sementara (1–3 hari): nyeri/kemerahan/bengkak di lokasi suntik, lelah, nyeri otot, sakit kepala, demam ringan/meriang.

  • Penanganan: kompres dingin, hidrasi, istirahat; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Komposisi Vaksin Verorab

Satu dosis (0,5 mL) mengandung:

  • Virus Rabies1, WISTAR Rabies PM/WI38 1503-3M strain (inaktif) 3.25 IU 2:
  • Komposisi 3:
    • Bubuk: maltosa, larutan albumin manusia 20%, Basal Medium Eagle (campuran garam mineral termasuk kalium, vitamin, dekstrosa dan asam amino termasuk L-fenilalanin), air untuk injeksi, asam klorida dan natrium hidroksida.
    • Pelarut: natrium klorida, air untuk injeksi.

1 Diproduksi pada sel VERO
2 Kadar dinilai berdasarkan tes ELISA sesuai standar internasional
3 Mungkin mengandung jejak polimiksin B, streptomisin, dan neomisin, yang digunakan dalam proses pembuatan.


Vaksin saat hamil / menyusui:

Kehamilan: Rabies bersifat hampir selalu fatal; karena itu PEP (vaksin ± RIG untuk Kategori III) tidak boleh ditunda pada ibu hamil. Verorab adalah vaksin inaktif (non-live)—aman digunakan selama kehamilan dengan jadwal yang sama seperti non-hamil (IM atau ID sesuai skema). Bila diindikasikan, RIG juga aman dalam kehamilan (utamakan HRIG; ERIG dapat dipakai bila HRIG tidak tersedia). Jahit luka ditunda bila mungkin; lakukan cuci luka ≥15 menit segera, mulai vaksin hari 0, dan lanjutkan sesuai jadwal. PrEP pada kehamilan dipertimbangkan bila risiko pajanan tinggi dan akses layanan terbatas.

Menyusui: Tidak ada kontraindikasi untuk vaksin rabies pada ibu menyusui; lanjutkan menyusui seperti biasa. Verorab tidak mengandung virus hidup sehingga tidak menimbulkan infeksi pada ibu maupun bayi. PEP pada ibu menyusui tetap mengikuti skema standar (vaksin ± RIG sesuai kategori pajanan). Konsultasikan bila ada riwayat alergi berat pada komponen proses (mis. jejak antibiotik), gangguan pembekuan darah (teknik IM perlu perhatian), atau bila kunjungan kontrol berpotensi terlambat—jangan hentikan seri, cukup lanjutkan dosis yang tertinggal sesegera mungkin.


Kemasan :

verorab vaksin rabies manusia

Merek: Verorab

Diproduksi oleh: Sanofi Pasteur (France)

Distribusi oleh: PT Kalventis Sinergi Farma

Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis

Siapa yang disarankan:

  • PEP (post-exposure prophylaxis; setelah pajanan): semua usia dengan pajanan Kategori II/III menurut WHO (lecet/garukan hingga gigitan tembus kulit, jilatan pada kulit luka/mukosa).

  • PrEP (pre-exposure prophylaxis; sebelum pajanan): mereka yang berisiko tinggi: dokter hewan/petugas penanganan hewan, memelihara hewan mamalia (anjing, kucing, kelinci, kera, dsb), pelancong ke area endemis/terpencil, anak-anak di daerah risiko, pekerja lapangan, dan individu yang sulit akses ke fasilitas kesehatan cepat.


Regimen & waktu terbaik:

  • Post-exposure Prophylaxis
    • Belum pernah vaksin:
      Berikan PEP pada individu dengan pajanan (gigitan/cakaran) Kategori II/III

      • 2 dosis (deltoid kanan dan kiri) pada kunjungan pertama (Hari 0)
      • 1 dosis pada kunjungan kedua (Hari 7)
      • 1 dosis pada kunjungan ketiga (Hari 21)
        *Pertimbangkan pemberian RIG 20IU/kgBB pada pajanan Kategori III
    • Pernah PrEP/PEP lengkap sebelumnya:
      booster 2 dosis hari 0 & 3, tanpa RIG.

  • PrEP (sebelum pajanan): 3 kunjungan (hari 0, 7, dan 21-28, IM). Detail lengkap di Tab 2 & 5.

Waktu ideal: PEP rabies harus dimulai secepatnya di hari yang sama—cuci luka ≥15 menit lalu berikan vaksin hari 0; untuk Kategori III tambahkan RIG dengan infiltrasi di sekitar luka. Jika terlambat datang, tetap mulai; RIG masih bermanfaat hingga hari ke-7 pasca dosis pertama. Setelahnya, lanjutkan vaksin tanpa RIG.

Prioritaskan PEP! Jangan tunda PEP demi mengejar RIG (apabila RIG tidak tersedia; faktanya RIG di Indonesia sulit didapatkan).

Jangan hentikan PEP hanya karena hewan tampak sehat; evaluasi boleh dihentikan bila hewan terbukti negatif atau sehat 10 hari (anjing/kucing yang bisa diamati). Pajanan kepala/leher/mukosa adalah emergensi; usahakan kunjungan ke-2 & ke-3 tepat waktu—bila molor tidak perlu mengulang, cukup lanjutkan. Kehamilan, menyusui, dan anak bukan kontraindikasi, jadi jangan menunda PEP.


Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)

Boleh bersama tetanus, influenza, pneumokokus, dll. di lokasi suntik berbeda. Reaksi lokal bisa sedikit lebih terasa; biasanya ringan & sementara.


Siapa yang Perlu Konsultasi Dulu

  • Riwayat alergi berat terhadap komponen/jejak antibiotik proses (mis. neomisin/streptomisin/polimiksin B).

  • Gangguan perdarahan/antikoagulan (teknik IM perlu perhatian; ID dapat dipertimbangkan).

  • Imunokompromais (tambah hari 28 pada skema IM PEP; pertimbangkan titer bila tersedia).

  • Kehamilan/menyusui: bukan kontraindikasi—jangan menunda PEP.


Persiapan & Pasca-Vaksin

  • Bawa riwayat alergi/obat, makan minum cukup, istirahat.

  • Efek samping umum: nyeri/kemerahan suntikan, lelah, nyeri otot, demam ringan (1–3 hari). Kompres dingin & analgesik OTC bila perlu.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; hubungi kami bila gejala berat/berkepanjangan.

Zat Aktif

Nama produk: Verorab — Purified Vero Cell Rabies Vaccine (PVRV)
Tipe: Vaksin rabies inaktif (non-live), diproduksi pada sel Vero dan tanpa adjuvan; potensi minimal ≥2,5 IU per dosis 0,5 mL (dapat diberikan IM sesuai jadwal WHO).


Komposisi per dosis

Satu dosis (0,5 mL) mengandung:

  • Virus Rabies 1, WISTAR Rabies PM/WI38 1503-3M strain (inaktif) 3.25 IU 2:
  • Komposisi 3:
    • Bubuk: maltosa, larutan albumin manusia 20%, Basal Medium Eagle (campuran garam mineral termasuk kalium, vitamin, dekstrosa dan asam amino termasuk L-fenilalanin), air untuk injeksi, asam klorida dan natrium hidroksida.
    • Pelarut: natrium klorida, air untuk injeksi.

1 Diproduksi pada sel VERO
2 Kadar dinilai berdasarkan tes ELISA sesuai standar internasional
3 Mungkin mengandung jejak polimiksin B, streptomisin, dan neomisin, yang digunakan dalam proses pembuatan.


Sediaan & penanganan

  • Suspensi injeksi IM (deltoid); jangan diberikan SC/IV.

  • Simpan 2–8 °C; jangan dibekukan. Kocok hingga homogen sebelum digunakan.

  • Periksa visual: suspensi opalesen/keputihan tanpa partikel asing. Buang sisa sesuai prosedur limbah medis.

Kata kunci tercakup: kandungan Verorab, komposisi vaksin rabies, vaksin rabies vero cell inaktif, vaksin rabies inaktif.

Efikasi & Perlindungan

Inti perlindungan

  • PEP tepat waktu + luka dibersihkan benar memberikan perlindungan mendekati 100% terhadap rabies. Untuk Kategori III, kombinasi vaksin + RIG pada hari 0 (atau ≤hari ke-7 sejak dosis pertama) sangat penting.

  • Apabila RIG tidak tersedia, prioritaskan pemberian PEP. RIG bisa diberikan menyusul hingga hari ke-7 setelah PEP dosis pertama)

  • PrEP menghasilkan respons imun memori yang kuat; bila terpajan, cukup PEP singkat (hari 0 & 3) tanpa RIG—mempercepat perlindungan.

Target antibodi & waktu tercapai

  • Ambang protektif yang diakui secara internasional: RVNA ≥0,5 IU/mL.

  • Dengan Verorab (PVRV), sebagian besar penerima mencapai ≥0,5 IU/mL pada hari ke-14 setelah mulai PEP/PrEP; kadar antibodi meningkat lebih lanjut pada kunjungan berikutnya.


Populasi khusus

  • Imunokompromais (mis. kemoterapi, transplantasi, HIV tidak terkontrol): tambahkan dosis IM hari 28 pada PEP dan pertimbangkan pemeriksaan titer bila tersedia untuk memastikan ≥0,5 IU/mL.

  • Kehamilan & menyusui: PEP aman dan efektif; jangan ditunda.

  • Anak-anak: respons imun baik; prioritas adalah cuci luka + mulai PEP segera.


Konsistensi produk & kelangsungan seri

  • Idealnya selesaikan seri dengan produk & rute yang sama. Jika tidak tersedia, dapat dilanjutkan dengan vaksin rabies kultur sel lain yang setara/berkualitas WHO—jangan menunda dosis.


Poin praktis yang meningkatkan efikasi

  • Cuci luka ≥15 menit + antiseptik sebelum vaksinasi.

  • Mulai hari 0 tanpa menunggu observasi hewan; PEP dapat dievaluasi ulang bila hewan kemudian terbukti negatif atau sehat 10 hari (anjing/kucing yang bisa diamati).

  • Patuh jadwal (kunjungan ke-2 dan ke-3.); jika terlambat, lanjutkan tanpa mengulang dari awal.


Kata kunci tercakup: efikasi Influvac Tetra, perlindungan vaksin influenza quadrivalent, turunkan risiko rawat inap, onset 2 minggu, perlu vaksin tahunan, tidak menyebabkan flu, manfaat pada lansia/komorbid/hamil.

Indikasi & Posologi

Indikasi

Verorab (PVRV) diindikasikan untuk pencegahan rabies pada:

  • PEP (post-exposure) semua usia dengan pajanan Kategori II/III WHO (lecet/garukan pada kulit terbuka, gigitan tembus kulit, jilatan pada luka/mukosa).

  • PrEP (pre-exposure) pada individu berisiko tinggi: dokter hewan/handler satwa, petugas laboratorium rabies, pelancong ke area endemis/terpencil, pekerja lapangan, anak di daerah risiko, atau mereka dengan akses sulit ke layanan kesehatan cepat.

Catatan: Rabies hampir selalu fatal; PEP tidak boleh ditunda—bahkan pada kehamilan/menyusui & anak.


Posologi – PEP (belum pernah vaksin rabies)

Langkah wajib segera: cuci luka ≥15 menit + antiseptik → mulai vaksin hari 0.

Regimen intramuskular:

  • Hari 0(2x), 7, 21 (0–3–7–14–(28) bila imunokompromais).

  • Rute IM: deltoid (dewasa) / anterolateral paha (anak kecil); hindari gluteal.

RIG untuk Kategori III:

  • Infiltrasi menyeluruh di sekitar/dalam luka pada hari 0; jika belum tersedia, dapat diberikan hingga hari ke-7 setelah dosis pertama. Jangan menunda vaksin untuk menunggu RIG.

Jika jadwal molor/terlambat: lanjutkan dosis berikutnya sesegera mungkin; tidak perlu mengulang dari awal.


Posologi – PEP pada yang sudah pernah vaksin (PrEP/PEP lengkap)

  • Tanpa RIG.

  • Booster 2 dosis: hari 0 & 3

    • IM: 0,5 mL penuh per kunjungan.


Posologi – PrEP (sebelum pajanan)

  • Skema cepat 3 kunjungan (WHO): hari 0, 7, 21/28

    • IM: 0,5 mL per kunjungan

  • Setelah terpajan (di kemudian hari): cukup PEP singkat hari 0 & 3 (tanpa RIG).


Populasi khusus & praktik klinis

  • Imunokompromais: gunakan IM 0–3–7–14–(28); pertimbangkan uji titer bila tersedia (target ≥0,5 IU/mL).

  • Kehamilan/menyusui & anak: bukan kontraindikasi—ikuti skema standar; jangan tunda PEP.

  • Antikoagulan/kelainan perdarahan: pertimbangkan ID atau IM dengan teknik hati-hati (jarum kecil, penekanan lebih lama).

  • Konsistensi produk/rute: idealnya selesaikan seri dengan produk & rute yang sama; bila tidak tersedia, boleh melanjutkan dengan vaksin kultur sel lain yang ekuivalen WHO.


Koadministrasi

Dapat diberikan pada hari yang sama dengan vaksin lain (mis. tetanus, influenza, pneumokokus) di lokasi suntik berbeda. Reaksi lokal bisa sedikit lebih terasa; umumnya ringan & sementara.

Profil Keamanan Singkat

Verorab adalah vaksin rabies inaktif (non-live) berbasis sel Vero, tanpa adjuvan. Aman untuk semua usia, termasuk ibu hamil/menyusui dan anak. Keluhan pasca-suntik umumnya ringan–sedang dan sementara (±1–3 hari).


Efek Samping Umum (0–7 hari)

Lokal (IM): nyeri, kemerahan, bengkak/indurasi, rasa hangat/nyeri tekan.
Sistemik: lelah, sakit kepala, nyeri otot/pegal, demam ringan/meriang, mual.

Penanganan mandiri: kompres dingin, hidrasi & istirahat; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Reaksi Sedang–Berat (Jarang)

  • Reaksi grade 3 (mengganggu aktivitas harian) — membaik dalam beberapa hari.

  • Alergi berat/anafilaksis sangat jarang. Tanda bahaya: sesak napas, bengkak wajah/bibir, biduran menyeluruh, pusing berat/pingsan → darurat medis.

  • Sinkop (pingsan) dapat terjadi pada prosedur injeksi — observasi singkat dianjurkan.


Kontraindikasi & Penundaan

  • Kontraindikasi: riwayat anafilaksis terhadap komponen vaksin atau jejak antibiotik proses (mis. neomisin/streptomisin/polimiksin B).

  • Tunda bila demam ≥38 °C atau sakit akut sedang–berat.

Catatan penting: pada PEP, jangan menunda hanya karena kondisi ringan—risiko rabies jauh lebih besar.


Populasi Khusus

  • Kehamilan/menyusui: bukan kontraindikasi; PEP tidak boleh ditunda.

  • Imunokompromais: vaksin non-live; dapat diberikan. Pada PEP IM, tambahkan hari 28 dan pertimbangkan titer RVNA bila tersedia.

  • Gangguan perdarahan/antikoagulan: pertimbangkan ID atau IM dengan teknik hati-hati (jarum kecil, penekanan lebih lama).

  • Anak-anak: aman & efektif; prioritaskan cuci luka dan mulai PEP segera.


Interaksi/Koadministrasi

Boleh diberikan bersamaan dengan vaksin lain (mis. tetanus, influenza, pneumokokus) di lokasi suntik berbeda. Reaksi lokal bisa sedikit lebih terasa saat multi-vaksin — umumnya ringan & sementara.


Setelah Vaksin di Vaxcorp

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik untuk memantau sinkop/reaksi awal.

  • Edukasi tertulis pasca-vaksin & hotline/WA untuk keluhan.

  • Dugaan KIPI signifikan akan dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur.

*Harga vaksinasi per dosis per pax.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

rekomendasi vaksinasi

Lokasi:

Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

Rekomendasi Layanan