Vaxigrip Tetra – Vaksin Influenza Kuadrivalen 4 Strain

Harga aslinya adalah: Rp575.000,00.Harga saat ini adalah: Rp460.000,00.

Paket ≥ 20 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Jadwalkan Layanan

Deskripsi

  • Ringkasan
  • Anjuran
  • Kandungan
  • Efikasi
  • Indikasi
  • Keamanan

Vaxigrip Tetra – Vaksin Influenza Kuadrivalen (4 Strain) (Sanofi)

Vaxigrip Tetra adalah vaksin influenza kuadrivalen (4 strain) dari Sanofi yang membantu memberikan perlindungan terhadap penyakit influenza akibat empat strain virus influenza yang terkandung dalam formulasi vaksin. Vaksin ini mengandung dua subtipe virus influenza A dan dua garis keturunan virus influenza B yang telah diinaktivasi, sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi influenza.

Vaksinasi influenza dianjurkan setiap tahun karena virus influenza terus mengalami perubahan dan perlindungan kekebalan dapat menurun seiring waktu. Vaxigrip Tetra dapat diberikan kepada anak mulai usia 6 bulan, remaja, dewasa, lansia, serta ibu hamil sesuai indikasi dan pertimbangan medis.


Siapa yang disarankan:

  • Anak usia ≥6 bulan: untuk membantu mengurangi risiko influenza dan komplikasinya, terutama pada anak kecil yang lebih rentan mengalami penyakit berat.
  • Remaja dan dewasa: sebagai perlindungan tahunan terhadap influenza, termasuk bagi individu yang aktif bekerja, belajar, atau sering berinteraksi dengan banyak orang.
  • Lansia (≥65 tahun): karena risiko rawat inap, pneumonia, dan komplikasi influenza meningkat seiring bertambahnya usia. Dokter dapat mempertimbangkan jenis vaksin influenza lain yang secara khusus direkomendasikan bagi lansia apabila tersedia.
  • Ibu hamil: vaksin influenza inaktif direkomendasikan selama kehamilan untuk membantu melindungi ibu dan memberikan antibodi kepada bayi melalui plasenta.
  • Individu dengan penyakit kronis: termasuk penyakit jantung, paru, diabetes, penyakit ginjal, dan kondisi lain yang meningkatkan risiko komplikasi influenza.
  • Tenaga kesehatan dan pengasuh: terutama yang memiliki kontak erat dengan bayi, lansia, atau individu berisiko tinggi.
  • Pelaku perjalanan: termasuk perjalanan internasional, perjalanan bisnis, atau aktivitas dengan paparan kerumunan yang tinggi.

Manfaat utama:

  • Perlindungan terhadap 4 strain influenza: mencakup dua subtipe influenza A dan dua garis keturunan influenza B sesuai komposisi vaksin kuadrivalen.
  • Mengurangi risiko influenza bergejala: membantu menurunkan kemungkinan terkena influenza akibat strain yang sesuai atau berkerabat dengan strain vaksin.
  • Membantu mengurangi komplikasi: vaksinasi influenza dapat menurunkan risiko penyakit berat dan komplikasi terkait influenza, khususnya pada kelompok rentan.
  • Perlindungan selama kehamilan: membantu melindungi ibu hamil dari influenza serta memberikan perlindungan pasif kepada bayi pada awal kehidupannya.
  • Mendukung perlindungan tahunan: vaksinasi rutin membantu mempertahankan perlindungan terhadap virus influenza yang terus berubah.

Regimen & waktu terbaik:

  • Dosis standar: 0,5 mL per pemberian.
  • Rute pemberian: injeksi intramuskular (IM). Pemberian subkutan dalam dapat dipertimbangkan sesuai informasi produk dan penilaian tenaga medis.
  • Anak usia 6 bulan hingga <9 tahun:
    • Anak yang belum pernah mendapatkan vaksin influenza sebelumnya dianjurkan menerima 2 dosis, dengan interval minimal 4 minggu.
    • Anak yang telah memenuhi riwayat vaksinasi influenza sebelumnya umumnya cukup menerima 1 dosis setiap tahun, sesuai rekomendasi imunisasi yang berlaku.
  • Usia ≥9 tahun dan dewasa: umumnya 1 dosis (0,5 mL) setiap tahun.
  • Waktu terbaik: sebelum periode peningkatan aktivitas influenza atau sebelum perjalanan dan kegiatan dengan risiko paparan tinggi.
  • Pengulangan: vaksinasi influenza dianjurkan setiap tahun, menggunakan formulasi yang sesuai dengan rekomendasi musim influenza dan ketersediaan produk.

Mengapa vaksin influenza perlu diberikan setiap tahun?
Virus influenza dapat mengalami perubahan antigenik dari waktu ke waktu. Selain itu, perlindungan imun setelah vaksinasi dapat menurun. Karena itu, vaksinasi tahunan dianjurkan untuk mempertahankan perlindungan yang relevan terhadap influenza.


Keamanan & perhatian ringkas:

  • Efek samping umum: nyeri, kemerahan, atau bengkak pada lokasi suntikan; sakit kepala; nyeri otot; rasa lelah; dan demam ringan. Keluhan biasanya bersifat sementara.
  • Kontraindikasi: riwayat reaksi alergi berat terhadap dosis sebelumnya atau komponen vaksin. Riwayat alergi perlu dievaluasi oleh dokter sebelum pemberian.
  • Penundaan sementara: vaksinasi umumnya ditunda apabila sedang mengalami penyakit akut dengan demam sedang hingga berat. Penyakit ringan tanpa gangguan kondisi umum biasanya bukan alasan untuk menunda vaksinasi.
  • Kehamilan: vaksin influenza inaktif dapat diberikan pada trimester mana pun sesuai rekomendasi medis.
  • Menyusui: vaksin influenza inaktif dapat diberikan kepada ibu menyusui.
  • Imunosupresi: vaksin dapat diberikan pada banyak individu dengan gangguan kekebalan, tetapi respons imun mungkin lebih rendah. Waktu pemberian perlu disesuaikan dengan kondisi dan terapi pasien.
  • Bukan vaksin hidup: Vaxigrip Tetra mengandung virus influenza yang telah diinaktivasi dan tidak dapat menyebabkan infeksi influenza.
  • Batas perlindungan: vaksin ini tidak melindungi terhadap semua penyebab batuk-pilek, termasuk rhinovirus, RSV, dan SARS-CoV-2.

Komposisi Vaksin Vaxigrip Tetra (ringkas)

  • Jenis vaksin: vaksin influenza inaktif, split virion, kuadrivalen.
  • Komponen antigen: hemaglutinin dari empat strain virus influenza, terdiri atas:
    • Influenza A subtipe A(H1N1).
    • Influenza A subtipe A(H3N2).
    • Influenza B garis keturunan Victoria.
    • Influenza B garis keturunan Yamagata.
  • Kandungan antigen: secara umum 15 mikrogram hemaglutinin untuk masing-masing strain per dosis 0,5 mL, dengan total 60 mikrogram hemaglutinin.
  • Sifat vaksin: tidak mengandung virus influenza hidup yang mampu bereplikasi.
  • Formulasi: komposisi strain spesifik mengikuti rekomendasi musiman yang berlaku untuk produk dan batch terkait.

Catatan: komposisi strain dan informasi produk harus mengacu pada kemasan, brosur resmi, serta nomor batch Vaxigrip Tetra yang digunakan. Formulasi kuadrivalen berbeda dari vaksin influenza trivalen.


Pemberian Vaxigrip Tetra dengan Vaksin Lain

Vaxigrip Tetra dapat diberikan bersamaan dengan sejumlah vaksin lain apabila sesuai dengan rekomendasi imunisasi dan penilaian tenaga medis. Jika beberapa vaksin diberikan pada kunjungan yang sama, penyuntikan dilakukan menggunakan spuit terpisah dan pada lokasi anatomi yang berbeda.

  • Vaksin COVID-19: dapat diberikan pada kunjungan yang sama sesuai rekomendasi yang berlaku.
  • Vaksin pneumokokus: dapat diberikan bersamaan, terutama pada individu dengan indikasi kedua vaksin.
  • Vaksin rutin anak: dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain sesuai jadwal imunisasi, dengan mempertimbangkan informasi produk masing-masing.
  • Vaksin perjalanan dan dewasa: umumnya dapat dijadwalkan pada kunjungan yang sama apabila tidak terdapat kontraindikasi atau pertimbangan khusus.

Dokter atau tenaga medis akan meninjau riwayat vaksinasi, kondisi kesehatan, dan kebutuhan pasien sebelum menentukan kombinasi serta lokasi penyuntikan.


Vaksin saat hamil / menyusui:

  • Kehamilan: vaksin influenza inaktif direkomendasikan selama kehamilan dan dapat diberikan pada trimester pertama, kedua, atau ketiga. Vaksinasi membantu mengurangi risiko influenza pada ibu serta memberikan antibodi maternal kepada bayi.
  • Menyusui: vaksin influenza inaktif aman diberikan selama menyusui dan tidak mengharuskan penghentian pemberian ASI.
  • Perencanaan kehamilan: vaksinasi influenza dapat dilakukan sebelum kehamilan sebagai bagian dari perlindungan kesehatan prakonsepsi.

Kemasan :

vaxigrip tetra vaksin influenza kuadrivalen

Vaxigrip Tetra - Vaksin Influenza Quadrivalent

  • Nama dagang: Vaxigrip Tetra.
  • Produsen: Sanofi Pasteur.
  • Jenis: vaksin influenza inaktif kuadrivalen (split virion).
  • Bentuk sediaan: suspensi untuk injeksi.
  • Volume per dosis: 0,5 mL.
  • Kemasan: pre-filled syringe (spuit siap pakai), sesuai presentasi produk yang dipasarkan.
  • Rute pemberian: intramuskular (IM); subkutan dalam apabila sesuai informasi produk.
  • Penyimpanan: suhu 2–8°C, terlindung dari cahaya, dan tidak boleh dibekukan.
  • Penggunaan: diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai indikasi, jadwal, dan prosedur vaksinasi.

Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis

Siapa yang Dianjurkan

  • Anak usia ≥6 bulan: dianjurkan mendapatkan vaksinasi influenza setiap tahun, terutama anak usia di bawah 5 tahun yang memiliki risiko komplikasi influenza lebih tinggi.
  • Remaja dan dewasa: dianjurkan mendapatkan vaksin influenza tahunan untuk membantu mengurangi risiko influenza bergejala dan komplikasinya.
  • Lansia (≥65 tahun): termasuk kelompok prioritas karena risiko pneumonia, rawat inap, dan komplikasi influenza meningkat seiring usia. Jenis vaksin influenza yang lebih sesuai bagi lansia dapat dipertimbangkan berdasarkan rekomendasi dan ketersediaan.
  • Ibu hamil: dianjurkan menerima vaksin influenza inaktif pada trimester mana pun untuk membantu melindungi ibu dan bayi.
  • Individu dengan penyakit kronis: termasuk diabetes, penyakit jantung, asma, penyakit paru kronis, penyakit ginjal, penyakit hati, dan kondisi medis lain yang meningkatkan risiko influenza berat.
  • Individu dengan gangguan kekebalan: termasuk pasien dengan kondisi imunokompromais atau yang menjalani terapi imunosupresif, setelah mempertimbangkan waktu pemberian dan kemungkinan respons imun yang lebih rendah.
  • Tenaga kesehatan, pengasuh, dan pekerja dengan paparan tinggi: terutama yang sering berinteraksi dengan pasien, anak kecil, lansia, atau banyak orang.
  • Pelaku perjalanan: terutama yang akan melakukan perjalanan internasional, mengikuti kegiatan massal, atau berkunjung ke wilayah dengan aktivitas influenza tinggi.

Siapa yang Perlu Ditunda/Pertimbangkan

  • Riwayat anafilaksis: individu yang pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap dosis Vaxigrip Tetra sebelumnya atau komponen vaksin memerlukan evaluasi medis; vaksin tidak diberikan apabila terdapat kontraindikasi.
  • Penyakit akut sedang hingga berat: vaksinasi sebaiknya ditunda sampai kondisi klinis membaik. Batuk-pilek ringan tanpa gangguan kondisi umum biasanya bukan alasan untuk menunda.
  • Riwayat Guillain-Barré Syndrome (GBS): terutama apabila terjadi dalam 6 minggu setelah vaksin influenza sebelumnya, perlu penilaian manfaat dan risiko secara individual.
  • Riwayat alergi telur: tidak otomatis menjadi kontraindikasi vaksin influenza. Namun, riwayat reaksi alergi berat tetap perlu disampaikan kepada tenaga medis sebelum vaksinasi.
  • Terapi imunosupresif: waktu pemberian dapat disesuaikan dengan jenis dan jadwal terapi untuk mengoptimalkan respons kekebalan.
  • Anak usia <6 bulan: Vaxigrip Tetra tidak diindikasikan untuk kelompok usia ini. Perlindungan dapat didukung melalui vaksinasi influenza pada ibu selama kehamilan dan anggota keluarga atau pengasuh yang memenuhi syarat.

Jadwal & Dosis (0,5 mL; IM)

  • Dosis standar: 0,5 mL untuk setiap pemberian, mulai usia 6 bulan.
  • Rute pemberian: injeksi intramuskular (IM). Pemberian subkutan dalam dapat dipertimbangkan apabila sesuai dengan informasi produk dan penilaian tenaga medis.
  • Lokasi penyuntikan:
    • Bayi dan anak kecil: umumnya pada bagian anterolateral paha.
    • Anak yang lebih besar, remaja, dan dewasa: umumnya pada otot deltoid lengan atas.
  • Anak usia 6 bulan hingga 8 tahun:
    • Belum pernah divaksin influenza: diberikan 2 dosis masing-masing 0,5 mL, dengan interval minimal 4 minggu.
    • Riwayat vaksinasi influenza sebelumnya: kebutuhan 1 atau 2 dosis ditentukan berdasarkan jumlah dosis influenza yang pernah diterima dan rekomendasi imunisasi yang berlaku.
    • Anak yang telah menerima sedikitnya 2 dosis vaksin influenza sebelumnya, dengan jarak minimal 4 minggu, umumnya cukup menerima 1 dosis pada musim vaksinasi berikutnya.
  • Anak usia ≥9 tahun dan remaja:
    • 1 dosis 0,5 mL setiap tahun, termasuk pada vaksinasi influenza pertama.
  • Dewasa usia 18–64 tahun:
    • 1 dosis 0,5 mL setiap tahun.
    • Vaksinasi tahunan dianjurkan meskipun sebelumnya pernah menerima vaksin influenza.
  • Lansia usia ≥65 tahun:
    • 1 dosis 0,5 mL setiap tahun apabila Vaxigrip Tetra dipilih sebagai vaksin yang sesuai.
    • Vaksin influenza dosis tinggi, adjuvanted, atau rekombinan dapat diprioritaskan apabila direkomendasikan dan tersedia, karena dapat memberikan manfaat tambahan pada kelompok usia ini.
  • Ibu hamil:
    • 1 dosis 0,5 mL pada trimester mana pun.
    • Vaksinasi dianjurkan setiap tahun sesuai kebutuhan dan rekomendasi medis.
  • Individu dengan kondisi medis khusus:
    • Umumnya mengikuti jadwal berdasarkan usia.
    • Pasien dengan gangguan kekebalan atau yang menjalani terapi tertentu mungkin memerlukan penyesuaian waktu pemberian untuk mengoptimalkan respons imun.

Waktu ideal: vaksinasi sebaiknya dilakukan sebelum periode peningkatan aktivitas influenza atau setidaknya sekitar 2 minggu sebelum perjalanan maupun kegiatan dengan risiko paparan tinggi, apabila memungkinkan. Namun, vaksinasi tetap dapat bermanfaat selama influenza masih beredar.


Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)

  • Vaksin COVID-19: dapat diberikan pada kunjungan yang sama sesuai rekomendasi yang berlaku, menggunakan lokasi suntikan berbeda.
  • Vaksin pneumokokus: dapat diberikan bersamaan apabila pasien memiliki indikasi untuk kedua vaksin.
  • Vaksin rutin anak: dapat diberikan pada kunjungan yang sama sesuai jadwal imunisasi dan informasi produk masing-masing.
  • Vaksin dewasa lainnya: seperti hepatitis B, HPV, dan Tdap, umumnya dapat diberikan bersamaan apabila tidak terdapat pertimbangan khusus.
  • Teknik pemberian: setiap vaksin menggunakan spuit dan lokasi penyuntikan yang terpisah. Vaksin tidak boleh dicampurkan dalam satu spuit.
  • Interval: Vaxigrip Tetra merupakan vaksin inaktif sehingga secara umum tidak memerlukan interval minimal khusus terhadap vaksin lain, kecuali terdapat ketentuan spesifik dalam informasi produk atau rekomendasi medis.

Siapa yang Perlu Konsultasi Dulu

  • Riwayat alergi berat: terutama anafilaksis terhadap vaksin influenza sebelumnya atau bahan penyusun vaksin.
  • Riwayat Guillain-Barré Syndrome: khususnya jika terjadi dalam 6 minggu setelah vaksinasi influenza sebelumnya.
  • Pasien dengan gangguan pembekuan darah: termasuk trombositopenia atau penggunaan antikoagulan, untuk menentukan teknik penyuntikan dan langkah pencegahan perdarahan.
  • Pasien imunokompromais: termasuk penerima transplantasi, pasien kemoterapi, atau pengguna obat imunosupresif.
  • Pasien dengan penyakit akut sedang hingga berat: untuk menentukan apakah vaksinasi perlu ditunda sementara.
  • Anak dengan riwayat vaksinasi tidak lengkap atau tidak diketahui: untuk memastikan kebutuhan 1 atau 2 dosis pada vaksinasi influenza tahun berjalan.

Persiapan & Pasca-Vaksin

  • Sebelum vaksinasi: informasikan riwayat alergi, penyakit, obat-obatan, kehamilan, dan riwayat vaksinasi influenza sebelumnya kepada tenaga medis.
  • Kondisi tubuh: tidak diperlukan puasa. Pasien dianjurkan makan dan minum seperti biasa serta berada dalam kondisi umum yang baik.
  • Setelah penyuntikan: lakukan observasi di fasilitas kesehatan selama sekitar 15–30 menit sesuai penilaian tenaga medis untuk mengantisipasi reaksi alergi segera atau pingsan.
  • Keluhan ringan: nyeri pada lokasi suntikan, sakit kepala, nyeri otot, rasa lelah, atau demam ringan dapat terjadi dan umumnya membaik dengan sendirinya.
  • Penanganan mandiri: kompres dingin pada lokasi suntikan, cukup istirahat, dan minum air yang cukup. Obat pereda nyeri atau demam dapat digunakan apabila diperlukan dan sesuai anjuran medis.
  • Tanda bahaya: segera cari pertolongan medis apabila muncul sesak napas, pembengkakan wajah atau tenggorokan, pusing berat, pingsan, atau tanda reaksi alergi berat lainnya.
  • Awal perlindungan: respons antibodi umumnya berkembang dalam waktu sekitar 2 minggu setelah vaksinasi. Perlindungan tidak langsung terbentuk pada hari penyuntikan.
  • Vaksinasi berikutnya: jadwalkan vaksinasi influenza tahunan. Untuk anak yang membutuhkan 2 dosis, pastikan dosis kedua diberikan dengan interval minimal 4 minggu.

Zat Aktif

Nama produk: Vaxigrip Tetra (Sanofi)

Tipe: Vaksin influenza kuadrivalen inaktif (quadrivalent inactivated influenza vaccine), tipe split virion, untuk pencegahan influenza akibat strain virus yang terkandung dalam vaksin.

Vaxigrip Tetra mengandung antigen hemaglutinin (HA) dari empat strain virus influenza yang telah diinaktivasi dan dipecah menjadi fragmen. Antigen tersebut merangsang pembentukan antibodi tanpa menyebabkan infeksi influenza.


Komposisi per dosis (0,5 mL)

  • Antigen aktif: empat strain virus influenza inaktif, masing-masing mengandung 15 mikrogram hemaglutinin (HA):
    • Influenza A(H1N1)pdm09: 15 mikrogram HA.
    • Influenza A(H3N2): 15 mikrogram HA.
    • Influenza B – garis keturunan Victoria: 15 mikrogram HA.
    • Influenza B – garis keturunan Yamagata: 15 mikrogram HA.
  • Total kandungan antigen: 60 mikrogram hemaglutinin dari empat strain influenza per dosis 0,5 mL.
  • Formulasi: strain virus yang digunakan mengikuti formulasi musiman dan informasi produk resmi yang berlaku untuk batch vaksin.

Contoh komposisi strain Vaxigrip Tetra NH musim 2025–2026:

  • A/Victoria/4897/2022 (H1N1)pdm09-like virus.
  • A/Croatia/10136RV/2023 (H3N2)-like virus.
  • B/Austria/1359417/2021-like virus (garis keturunan Victoria).
  • B/Phuket/3073/2013-like virus (garis keturunan Yamagata).

Catatan: daftar strain di atas merupakan contoh formulasi 2025–2026 berdasarkan informasi produk resmi. Komposisi aktual harus diverifikasi terhadap label dan brosur batch yang digunakan, karena formulasi vaksin influenza dapat berubah antar musim.

Eksipien / zat non-aktif:

  • Natrium klorida: komponen larutan penyangga untuk membantu menjaga kondisi sediaan.
  • Garam fosfat: membantu mempertahankan kestabilan pH vaksin.
  • Air untuk injeksi: pelarut steril dalam sediaan vaksin.

Jejak bahan dari proses produksi:

  • Ovalbumin dan protein telur ayam: dapat ditemukan dalam jumlah sangat kecil karena virus influenza diproduksi menggunakan telur ayam berembrio.
  • Neomisin: residu antibiotik yang mungkin tertinggal dalam jumlah sangat kecil dari proses produksi.
  • Formaldehida: dapat tersisa dalam jumlah sangat kecil setelah proses inaktivasi virus.
  • Octoxinol-9: dapat tersisa dalam jumlah sangat kecil dari proses pemecahan partikel virus.

Adjuvan: tidak ditambahkan pada formulasi standar Vaxigrip Tetra dalam pre-filled syringe.

Pengawet: tidak ditambahkan pada formulasi standar pre-filled syringe dosis tunggal.


Sediaan & Penanganan

  • Bentuk sediaan: suspensi untuk injeksi, berupa cairan tidak berwarna hingga sedikit opalesen setelah dikocok perlahan.
  • Volume: 0,5 mL per dosis.
  • Kemasan: pre-filled syringe (spuit siap pakai) dosis tunggal; konfigurasi jarum mengikuti presentasi produk yang tersedia.
  • Rute pemberian: injeksi intramuskular (IM). Pemberian subkutan dalam hanya apabila sesuai dengan informasi produk dan penilaian tenaga medis.
  • Usia penggunaan: mulai usia 6 bulan.
  • Penyimpanan: suhu 2–8°C dalam lemari pendingin khusus vaksin.
  • Perlindungan cahaya: simpan dalam kemasan aslinya untuk melindungi dari cahaya.
  • Pembekuan: vaksin tidak boleh dibekukan. Vaksin yang telah membeku tidak boleh digunakan.
  • Sebelum pemberian: periksa tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, tampilan suspensi, dan kesesuaian produk. Kocok perlahan sesuai petunjuk produk.
  • Pencampuran: tidak boleh dicampur dengan vaksin atau obat lain dalam satu spuit.
  • Penggunaan: diberikan oleh tenaga kesehatan dengan prosedur aseptik dan pengelolaan rantai dingin yang sesuai.

Kata kunci tercakup: Vaxigrip Tetra, kandungan Vaxigrip Tetra, komposisi Vaxigrip Tetra, vaksin influenza 4 strain, vaksin influenza kuadrivalen, quadrivalent influenza vaccine, vaksin influenza Sanofi, influenza A H1N1, influenza A H3N2, influenza B Victoria, influenza B Yamagata, vaksin influenza inaktif, split virion influenza vaccine, hemaglutinin influenza, vaksin flu 0,5 mL.

Efikasi & Perlindungan

Bagaimana melindungi:

  • Merangsang pembentukan antibodi: Vaxigrip Tetra mengandung antigen hemaglutinin (HA) dari empat strain virus influenza yang telah diinaktivasi. Antigen ini membantu sistem kekebalan mengenali virus influenza dan membentuk antibodi pelindung.
  • Perlindungan terhadap influenza A: mencakup subtipe A(H1N1) dan A(H3N2), yang merupakan penyebab penting influenza musiman pada manusia.
  • Perlindungan terhadap influenza B: formulasi kuadrivalen mencakup antigen dari garis keturunan Victoria dan Yamagata.
  • Membantu mencegah influenza bergejala: antibodi yang terbentuk dapat mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi influenza bergejala, terutama apabila virus yang beredar sesuai atau memiliki kemiripan antigenik dengan strain vaksin.
  • Membantu mengurangi risiko komplikasi: vaksinasi influenza dapat menurunkan risiko penyakit berat, pneumonia terkait influenza, rawat inap, dan komplikasi lainnya, meskipun besarnya perlindungan berbeda menurut usia, kondisi kesehatan, dan musim influenza.
  • Tidak mengandung virus hidup: Vaxigrip Tetra merupakan vaksin influenza inaktif sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi influenza akibat replikasi virus vaksin.

Tingkat efektivitas (ringkas):

Efektivitas vaksin influenza tidak memiliki satu angka tetap untuk setiap musim. Hasil perlindungan dipengaruhi oleh kesesuaian antigen vaksin dengan virus yang beredar, usia penerima, kondisi kekebalan, serta jenis luaran yang dinilai dalam penelitian.

  • Efektivitas vaksin influenza musiman secara umum: dalam musim dengan kesesuaian antigen yang baik, vaksinasi influenza dapat menurunkan risiko kunjungan medis akibat influenza sekitar 40–60% pada populasi secara keseluruhan. Angka ini merupakan estimasi umum vaksin influenza musiman, bukan angka efikasi khusus Vaxigrip Tetra.
  • Data klinis Vaxigrip Tetra pada anak:
    • Dalam uji klinis pada anak usia 6–35 bulan, vaksin influenza kuadrivalen inaktif Vaxigrip Tetra menunjukkan efikasi sekitar 50,98% terhadap influenza terkonfirmasi laboratorium akibat strain influenza apa pun, dibandingkan kelompok kontrol.
    • Efikasi terhadap influenza akibat strain yang sesuai dengan strain vaksin dilaporkan sekitar 68,40%.
    • Hasil tersebut berasal dari populasi, musim, dan definisi luaran penelitian tertentu; tidak berarti setiap anak memperoleh tingkat perlindungan individual yang sama.
  • Anak yang lebih besar, remaja, dan dewasa: studi imunogenisitas menunjukkan Vaxigrip Tetra mampu merangsang respons antibodi terhadap keempat strain yang terkandung dalam vaksin. Respons terhadap strain yang sama secara umum sebanding dengan vaksin influenza trivalen pembanding, dengan tambahan respons terhadap strain influenza B kedua.
  • Lansia: vaksinasi influenza tetap bermanfaat karena kelompok usia lanjut memiliki risiko komplikasi lebih tinggi. Namun, respons antibodi dapat lebih rendah dibandingkan dewasa muda akibat perubahan fungsi sistem kekebalan terkait usia.
  • Ibu hamil: bukti vaksinasi influenza inaktif menunjukkan manfaat dalam mengurangi influenza pada ibu. Antibodi maternal yang ditransfer melalui plasenta juga dapat membantu melindungi bayi pada bulan-bulan awal kehidupan.
  • Individu dengan penyakit kronis atau gangguan kekebalan: vaksinasi tetap dianjurkan bagi banyak pasien berisiko tinggi, meskipun respons imun dan tingkat perlindungan dapat bervariasi.
  • Perlindungan tidak sempurna: seseorang masih dapat mengalami influenza setelah vaksinasi, khususnya apabila terdapat perbedaan antigenik antara virus yang beredar dan strain vaksin atau respons imun individu tidak optimal.

Memahami angka efektivitas:
Efikasi dalam uji klinis dan efektivitas dalam penggunaan sehari-hari merupakan ukuran yang berbeda. Angka efikasi Vaxigrip Tetra pada penelitian tertentu tidak boleh dianggap sebagai jaminan perlindungan yang sama untuk semua usia, semua musim, atau semua strain influenza.


Onset & durasi proteksi:

  • Awal respons imun: antibodi pelindung umumnya berkembang dalam waktu sekitar 2 minggu setelah vaksinasi.
  • Anak yang membutuhkan 2 dosis: perlindungan yang optimal memerlukan penyelesaian kedua dosis sesuai jadwal, dengan interval minimal 4 minggu.
  • Durasi perlindungan: perlindungan dapat bertahan selama beberapa bulan, tetapi kadar antibodi dan efektivitas klinis dapat menurun seiring waktu.
  • Vaksinasi tahunan: dianjurkan karena perubahan virus influenza yang beredar dan penurunan perlindungan dari vaksinasi sebelumnya.
  • Waktu ideal sebelum perjalanan: sebaiknya diberikan setidaknya sekitar 2 minggu sebelum perjalanan atau aktivitas dengan risiko paparan tinggi, apabila memungkinkan.
  • Perlindungan terhadap strain lain: perlindungan silang terhadap virus influenza yang tidak sepenuhnya sesuai dengan strain vaksin dapat terjadi, tetapi tidak dapat dipastikan pada setiap musim.
  • Formulasi musiman: komposisi vaksin influenza mengikuti rekomendasi berdasarkan pemantauan epidemiologi. Kandungan strain spesifik harus disesuaikan dengan formulasi dan batch produk yang digunakan.

Vaxigrip Tetra bukan terapi untuk influenza yang sedang berlangsung. Vaksin ini digunakan untuk pencegahan, bukan untuk mengobati infeksi influenza aktif. Vaxigrip Tetra juga tidak memberikan perlindungan terhadap seluruh penyebab infeksi saluran pernapasan, seperti RSV, rhinovirus, dan SARS-CoV-2.


Kelompok manfaat terbesar:

  • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun: terutama anak kecil yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza.
  • Lansia: karena influenza dapat menyebabkan pneumonia, memperburuk penyakit penyerta, dan meningkatkan risiko rawat inap.
  • Ibu hamil: untuk mengurangi risiko influenza pada ibu dan memberikan perlindungan pasif kepada bayi melalui antibodi maternal.
  • Individu dengan penyakit jantung dan paru: karena influenza dapat memperburuk kondisi seperti gagal jantung, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan asma.
  • Individu dengan diabetes atau penyakit metabolik: karena influenza dapat memperburuk pengendalian penyakit dan meningkatkan risiko komplikasi.
  • Individu dengan gangguan kekebalan: termasuk pasien dengan kondisi medis atau terapi yang meningkatkan risiko influenza berat.
  • Tenaga kesehatan dan pengasuh: untuk membantu melindungi diri dari influenza dan mengurangi risiko penularan kepada individu rentan, meskipun vaksinasi tidak sepenuhnya mencegah penularan.
  • Individu dengan paparan sosial tinggi: termasuk pekerja pelayanan publik, pelajar, dan pelaku perjalanan yang sering berada dalam lingkungan padat.

Kata kunci tercakup: Vaxigrip Tetra, efikasi Vaxigrip Tetra, efektivitas Vaxigrip Tetra, perlindungan Vaxigrip Tetra, vaksin influenza 4 strain, vaksin influenza kuadrivalen, vaksin flu Sanofi, efektivitas vaksin influenza, perlindungan influenza A H1N1 H3N2, influenza B Victoria Yamagata, vaksin influenza anak, vaksin influenza dewasa, vaksin influenza ibu hamil, vaksin influenza lansia, vaksin flu tahunan, durasi perlindungan vaksin influenza.

Indikasi & Posologi

Indikasi

Vaxigrip Tetra adalah vaksin influenza kuadrivalen inaktif (quadrivalent inactivated influenza vaccine) dari Sanofi yang diindikasikan untuk imunisasi aktif guna membantu mencegah penyakit influenza akibat dua subtipe virus influenza A dan dua garis keturunan virus influenza B yang terkandung dalam vaksin.

Vaxigrip Tetra dapat diberikan mulai usia 6 bulan, termasuk kepada anak, remaja, dewasa, lansia, dan ibu hamil, sesuai indikasi produk serta rekomendasi imunisasi yang berlaku.

Kelompok yang dianjurkan:

  • Bayi dan anak usia ≥6 bulan: untuk membantu mencegah influenza bergejala dan mengurangi risiko komplikasi, terutama pada anak usia di bawah 5 tahun.
  • Remaja dan dewasa: untuk perlindungan rutin terhadap influenza musiman melalui vaksinasi tahunan.
  • Lansia (≥65 tahun): karena risiko influenza berat, pneumonia, rawat inap, dan komplikasi meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Ibu hamil: vaksin influenza inaktif dianjurkan selama kehamilan untuk membantu melindungi ibu serta memberikan antibodi maternal kepada bayi.
  • Individu dengan penyakit kronis: termasuk penyakit jantung, asma, PPOK, diabetes, penyakit ginjal, penyakit hati, dan gangguan metabolik tertentu.
  • Individu dengan gangguan kekebalan: termasuk pasien dengan kondisi imunokompromais atau yang menjalani terapi imunosupresif, setelah mempertimbangkan waktu pemberian yang sesuai.
  • Tenaga kesehatan dan pengasuh: terutama individu yang memiliki kontak erat dengan pasien atau kelompok rentan.
  • Pelaku perjalanan dan individu dengan paparan tinggi: termasuk pekerja pelayanan publik, pelajar, dan individu yang sering berada dalam kerumunan.

Batas indikasi: Vaxigrip Tetra tidak diindikasikan untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan. Vaksin ini tidak digunakan untuk mengobati influenza aktif dan tidak melindungi terhadap seluruh penyebab infeksi saluran pernapasan.


Posologi (Dosis & Jadwal)

  • Dosis per pemberian: 0,5 mL.
  • Rute pemberian: injeksi intramuskular (IM). Pemberian subkutan dalam dapat dilakukan apabila sesuai dengan informasi produk dan pertimbangan medis.
  • Frekuensi: vaksinasi influenza dianjurkan setiap tahun.

Jadwal berdasarkan usia dan riwayat vaksinasi:

  • Anak usia 6 bulan hingga 8 tahun:
    • Belum pernah menerima vaksin influenza: 2 dosis masing-masing 0,5 mL, dengan interval minimal 4 minggu.
    • Riwayat vaksinasi influenza tidak diketahui atau belum lengkap: kebutuhan 2 dosis ditentukan berdasarkan rekomendasi imunisasi yang berlaku.
    • Telah menerima sedikitnya 2 dosis vaksin influenza sebelumnya dengan interval minimal 4 minggu: umumnya cukup 1 dosis 0,5 mL setiap tahun.
    • Dua dosis sebelumnya tidak harus diberikan pada musim influenza yang sama, apabila rekomendasi imunisasi yang digunakan memperhitungkan riwayat kumulatif tersebut.
  • Anak usia ≥9 tahun dan remaja:
    • 1 dosis 0,5 mL setiap tahun.
    • Umumnya tidak memerlukan 2 dosis pada vaksinasi influenza pertama.
  • Dewasa usia 18–64 tahun:
    • 1 dosis 0,5 mL setiap tahun.
    • Vaksinasi ulang tahunan tetap dianjurkan meskipun telah menerima vaksin influenza pada tahun sebelumnya.
  • Lansia usia ≥65 tahun:
    • 1 dosis 0,5 mL setiap tahun apabila Vaxigrip Tetra merupakan produk yang dipilih.
    • Vaksin influenza dosis tinggi, adjuvanted, atau rekombinan dapat dipertimbangkan sebagai pilihan yang diprioritaskan apabila tersedia dan direkomendasikan bagi kelompok usia tersebut.
  • Ibu hamil:
    • 1 dosis 0,5 mL pada trimester pertama, kedua, atau ketiga.
    • Tidak diperlukan penundaan vaksinasi sampai trimester tertentu apabila vaksinasi influenza telah diindikasikan.
  • Individu dengan penyakit kronis atau gangguan kekebalan:
    • Umumnya mengikuti dosis dan jadwal sesuai kelompok usia.
    • Waktu vaksinasi dapat disesuaikan dengan kondisi klinis, jadwal kemoterapi, atau terapi imunosupresif untuk mengoptimalkan respons imun.
    • Dosis tambahan di luar jadwal standar tidak diberikan secara rutin hanya karena adanya penyakit kronis atau gangguan kekebalan, kecuali terdapat rekomendasi khusus.

Lokasi penyuntikan:

  • Bayi dan anak kecil: otot vastus lateralis pada bagian anterolateral paha.
  • Anak yang lebih besar, remaja, dan dewasa: otot deltoid pada lengan atas, apabila massa otot memadai.
  • Pasien dengan risiko perdarahan: teknik penyuntikan dan tindakan setelah injeksi disesuaikan dengan kondisi klinis.

Waktu ideal: vaksinasi sebaiknya dilakukan sebelum periode peningkatan aktivitas influenza atau sekitar 2 minggu sebelum perjalanan maupun kegiatan berisiko tinggi, apabila memungkinkan. Perlindungan antibodi umumnya mulai berkembang dalam waktu sekitar 2 minggu setelah vaksinasi.


Catatan Praktis

  • Vaksinasi tahunan: diperlukan karena virus influenza terus mengalami perubahan antigenik dan perlindungan setelah vaksinasi dapat menurun seiring waktu.
  • Perhatikan formulasi produk: Vaxigrip Tetra merupakan vaksin influenza kuadrivalen (4 strain). Jangan menyamakan komposisinya dengan Vaxigrip TIV atau vaksin influenza trivalen (3 strain).
  • Komposisi strain musiman: pastikan formulasi dan batch yang digunakan sesuai dengan informasi produk serta rekomendasi yang berlaku.
  • Riwayat vaksinasi anak: tanyakan jumlah dan tanggal pemberian vaksin influenza sebelumnya untuk menentukan kebutuhan 1 atau 2 dosis.
  • Interval antar dosis: pada anak yang membutuhkan 2 dosis, interval minimal adalah 4 minggu. Apabila dosis kedua terlambat, seri vaksinasi tidak perlu diulang dari awal.
  • Vaksinasi bersamaan: Vaxigrip Tetra dapat diberikan pada kunjungan yang sama dengan sejumlah vaksin lain apabila sesuai indikasi, menggunakan spuit dan lokasi penyuntikan terpisah.
  • Penyakit ringan: batuk-pilek ringan atau demam ringan tanpa gangguan kondisi umum biasanya bukan kontraindikasi vaksinasi.
  • Penyakit akut sedang hingga berat: vaksinasi dapat ditunda sementara sampai kondisi pasien membaik.
  • Riwayat alergi: riwayat anafilaksis terhadap dosis sebelumnya atau komponen vaksin harus dievaluasi sebelum pemberian. Alergi telur saja tidak otomatis menjadi alasan untuk menolak vaksin influenza.
  • Riwayat Guillain-Barré Syndrome: terutama dalam 6 minggu setelah vaksin influenza sebelumnya, memerlukan pertimbangan manfaat dan risiko secara individual.
  • Kehamilan dan menyusui: vaksin influenza inaktif dapat diberikan selama kehamilan dan menyusui sesuai rekomendasi medis.
  • Penyimpanan: pertahankan rantai dingin pada suhu 2–8°C, lindungi dari cahaya, dan jangan dibekukan.
  • Observasi setelah vaksinasi: pasien dianjurkan menjalani observasi sekitar 15–30 menit sesuai penilaian tenaga medis.
  • Dokumentasi: catat tanggal pemberian, nama produk, nomor batch, tanggal kedaluwarsa, dosis, lokasi penyuntikan, serta identitas tenaga kesehatan pemberi vaksin.

Kata kunci tercakup: Vaxigrip Tetra, indikasi Vaxigrip Tetra, dosis Vaxigrip Tetra, jadwal vaksin Vaxigrip Tetra, posologi Vaxigrip Tetra, vaksin influenza 4 strain, vaksin influenza kuadrivalen, vaksin influenza Sanofi, dosis vaksin influenza anak, vaksin influenza usia 6 bulan, vaksin influenza dewasa, vaksin influenza ibu hamil, vaksin influenza lansia, vaksin influenza tahunan, vaksin flu intramuskular, interval dosis vaksin influenza.

Profil Keamanan Singkat

Vaxigrip Tetra adalah vaksin influenza kuadrivalen inaktif (quadrivalent inactivated influenza vaccine) dari Sanofi yang mengandung antigen dari empat strain virus influenza. Karena virus telah diinaktivasi, vaksin ini tidak dapat menyebabkan infeksi influenza.

Secara umum, Vaxigrip Tetra memiliki profil keamanan yang baik pada anak mulai usia 6 bulan, remaja, dewasa, dan lansia. Vaksin influenza inaktif juga direkomendasikan selama kehamilan dan dapat diberikan kepada ibu menyusui.

Sebagian besar efek samping bersifat ringan hingga sedang, muncul dalam beberapa hari pertama setelah vaksinasi, dan membaik dengan sendirinya. Jenis serta frekuensi keluhan dapat berbeda menurut usia, kondisi kesehatan, dan respons imun individu.


Efek Samping Umum (0–7 hari)

Lokal (area suntikan):

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman: merupakan salah satu keluhan yang paling sering dilaporkan setelah vaksinasi.
  • Kemerahan: dapat muncul di sekitar lokasi penyuntikan dan umumnya bersifat sementara.
  • Pembengkakan ringan: dapat terjadi akibat respons peradangan lokal setelah injeksi.
  • Pengerasan atau benjolan kecil: dapat muncul sementara pada area suntikan dan biasanya berangsur menghilang.
  • Memar ringan: dapat terjadi akibat proses penyuntikan, terutama pada individu yang lebih mudah mengalami perdarahan atau menggunakan obat antikoagulan.

Sistemik:

  • Sakit kepala: dapat terjadi setelah vaksinasi dan umumnya membaik dalam beberapa hari.
  • Nyeri otot (mialgia): dapat dirasakan pada sebagian penerima vaksin.
  • Rasa lelah atau tidak enak badan: biasanya ringan dan bersifat sementara.
  • Demam: dapat terjadi, terutama pada bayi dan anak kecil.
  • Rewel atau mudah menangis: dapat ditemukan pada bayi dan anak kecil setelah vaksinasi.
  • Mengantuk atau perubahan pola tidur sementara: dapat terjadi pada sebagian anak.
  • Penurunan nafsu makan sementara: dapat terjadi pada bayi dan anak kecil.
  • Nyeri sendi: dapat dilaporkan pada sebagian penerima vaksin, meskipun tidak selalu berkaitan langsung dengan vaksinasi.

Penanganan mandiri:

Keluhan ringan biasanya dapat ditangani dengan istirahat cukup, menjaga asupan cairan, dan kompres dingin pada lokasi suntikan apabila terasa nyeri atau bengkak. Parasetamol dapat digunakan apabila diperlukan, dengan dosis sesuai usia, berat badan, dan anjuran tenaga medis. Obat penurun demam tidak perlu diberikan secara rutin sebelum vaksinasi untuk mencegah efek samping.

Apabila demam tinggi, keluhan semakin berat, atau gejala tidak membaik dalam beberapa hari, pasien dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.


Reaksi Sedang–Berat (Jarang)

  • Reaksi alergi berat (anafilaksis): sangat jarang, tetapi dapat terjadi setelah pemberian vaksin. Gejalanya meliputi sesak napas, mengi, pembengkakan wajah atau tenggorokan, biduran menyeluruh, penurunan tekanan darah, atau kehilangan kesadaran. Kondisi ini memerlukan penanganan medis darurat.
  • Reaksi alergi lainnya: seperti urtikaria, ruam, atau pembengkakan jaringan dapat terjadi. Reaksi yang cepat berkembang atau disertai gangguan pernapasan harus segera ditangani.
  • Guillain-Barré Syndrome (GBS): merupakan gangguan neurologis yang sangat jarang dilaporkan setelah vaksinasi influenza. Sejumlah penelitian menemukan kemungkinan peningkatan risiko yang sangat kecil setelah beberapa vaksin influenza musiman, umumnya sekitar 1–2 kasus tambahan per satu juta dosis apabila peningkatan risiko terdeteksi. Hubungan risiko dapat berbeda antar musim dan produk.
  • Gangguan neurologis lainnya: kejadian seperti parestesia atau gangguan saraf tertentu pernah dilaporkan setelah vaksinasi influenza, tetapi laporan setelah vaksinasi tidak selalu membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Sinkop (pingsan): dapat terjadi sebagai respons terhadap prosedur penyuntikan, terutama pada remaja dan dewasa muda. Pasien sebaiknya divaksinasi dalam posisi aman untuk mengurangi risiko cedera apabila pingsan.
  • Reaksi lokal berat: pembengkakan luas, nyeri hebat, atau peradangan yang semakin memburuk perlu diperiksa untuk membedakan reaksi vaksin dengan kondisi lain, termasuk infeksi lokal.

Segera cari pertolongan medis apabila muncul kesulitan bernapas, pembengkakan wajah atau tenggorokan, kelemahan otot progresif, gangguan berjalan, penurunan kesadaran, atau gejala berat lainnya setelah vaksinasi.


Kontraindikasi & Penundaan

  • Hipersensitivitas berat: Vaxigrip Tetra tidak boleh diberikan kepada individu dengan riwayat reaksi alergi berat terhadap zat aktif atau komponen vaksin yang merupakan kontraindikasi menurut informasi produk.
  • Reaksi alergi berat setelah dosis sebelumnya: memerlukan evaluasi medis sebelum mempertimbangkan vaksin influenza berikutnya. Pemilihan produk alternatif harus mengikuti rekomendasi klinis.
  • Alergi telur: riwayat alergi telur saja tidak otomatis menjadi kontraindikasi vaksin influenza. Pasien tetap perlu menyampaikan riwayat alerginya agar tenaga medis dapat menilai keamanan pemberian.
  • Penyakit akut sedang hingga berat: vaksinasi umumnya ditunda sampai kondisi pasien membaik, baik disertai demam maupun tidak.
  • Infeksi saluran pernapasan ringan: batuk-pilek ringan tanpa gangguan kondisi umum biasanya bukan alasan untuk menunda vaksinasi.
  • Riwayat Guillain-Barré Syndrome: apabila GBS terjadi dalam 6 minggu setelah vaksin influenza sebelumnya, keputusan vaksinasi berikutnya memerlukan pertimbangan manfaat dan risiko secara individual.
  • Usia di bawah 6 bulan: Vaxigrip Tetra tidak diindikasikan untuk kelompok usia ini.

Populasi Khusus

  • Bayi dan anak usia ≥6 bulan: Vaxigrip Tetra dapat diberikan sesuai indikasi usia. Demam, rewel, mengantuk, dan penurunan nafsu makan sementara dapat lebih menonjol pada anak kecil dibandingkan dewasa.
  • Anak usia 6 bulan hingga 8 tahun: anak yang belum memenuhi riwayat vaksinasi influenza sebelumnya mungkin memerlukan 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Riwayat imunisasi harus diperiksa sebelum menentukan jadwal.
  • Lansia (≥65 tahun): vaksinasi influenza tetap dianjurkan karena risiko komplikasi lebih tinggi. Respons imun dapat lebih rendah dibandingkan dewasa muda. Vaksin influenza yang secara khusus diprioritaskan bagi lansia dapat dipertimbangkan apabila tersedia.
  • Ibu hamil: vaksin influenza inaktif dapat diberikan pada trimester pertama, kedua, maupun ketiga. Vaksinasi membantu melindungi ibu dari influenza serta memberikan antibodi maternal kepada bayi melalui plasenta.
  • Ibu menyusui: Vaxigrip Tetra dapat diberikan selama menyusui. Tidak diperlukan penghentian ASI setelah vaksinasi.
  • Individu dengan penyakit kronis: termasuk pasien diabetes, penyakit jantung, asma, PPOK, dan penyakit ginjal. Vaksinasi influenza umumnya dianjurkan karena kelompok ini lebih rentan mengalami komplikasi.
  • Pasien imunokompromais: vaksin influenza inaktif umumnya dapat diberikan, tetapi respons antibodi mungkin lebih rendah. Waktu vaksinasi dapat disesuaikan dengan kondisi klinis dan terapi imunosupresif.
  • Pasien dengan trombositopenia atau gangguan pembekuan darah: penyuntikan intramuskular memerlukan perhatian khusus untuk mengurangi risiko perdarahan atau hematoma.
  • Pengguna antikoagulan: vaksinasi dapat dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi pembekuan darah, teknik penyuntikan, dan penekanan pada lokasi suntikan setelah pemberian.

Interaksi/Koadministrasi

  • Vaksin lain: Vaxigrip Tetra dapat diberikan bersamaan dengan sejumlah vaksin lain apabila sesuai rekomendasi imunisasi dan informasi produk masing-masing.
  • Vaksin COVID-19: dapat diberikan pada kunjungan yang sama menggunakan lokasi penyuntikan berbeda.
  • Vaksin pneumokokus: dapat diberikan bersamaan apabila terdapat indikasi untuk kedua vaksin. Pasien perlu diinformasikan bahwa beberapa kombinasi vaksin dapat meningkatkan kemungkinan reaksi sementara seperti demam atau nyeri.
  • Vaksin rutin anak: dapat diberikan pada hari yang sama dengan mempertimbangkan jadwal imunisasi, usia, dan informasi produk.
  • Terapi imunosupresif: kortikosteroid dosis imunosupresif, kemoterapi, dan obat yang memengaruhi sistem kekebalan dapat menurunkan respons antibodi terhadap vaksin.
  • Imunoglobulin: secara umum tidak mengharuskan penundaan khusus vaksin influenza inaktif, tetapi kondisi klinis dan terapi pasien tetap perlu dievaluasi.
  • Penggunaan obat rutin: sebagian besar obat rutin tidak mengharuskan penundaan vaksinasi. Pasien tetap perlu menginformasikan seluruh obat yang sedang digunakan.
  • Teknik koadministrasi: vaksin yang diberikan bersamaan harus menggunakan spuit dan lokasi anatomi terpisah. Vaxigrip Tetra tidak boleh dicampurkan dengan vaksin atau obat lain dalam satu spuit.

Setelah Vaksin di Vaxcorp

  • Observasi pasca-vaksinasi: pasien dianjurkan menjalani observasi sekitar 15–30 menit sesuai penilaian tenaga medis untuk mengantisipasi reaksi alergi segera atau sinkop.
  • Pemantauan efek samping: perhatikan keluhan lokal maupun sistemik dalam beberapa hari pertama. Sebagian besar keluhan ringan membaik tanpa pengobatan khusus.
  • Aktivitas setelah vaksinasi: aktivitas sehari-hari umumnya dapat dilanjutkan apabila kondisi tubuh baik. Aktivitas berat dapat disesuaikan apabila muncul demam, nyeri otot, atau rasa lelah.
  • Perawatan lokasi suntikan: jaga kebersihan area suntikan dan hindari memijat atau menggosoknya secara berlebihan.
  • Pelaporan KIPI: kejadian ikutan pasca-imunisasi yang berat, tidak biasa, atau mengkhawatirkan perlu dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur yang berlaku.
  • Dokumentasi vaksinasi: simpan informasi tanggal pemberian, nama produk, nomor batch, dan riwayat vaksinasi sebagai referensi untuk pemberian berikutnya.
  • Pengingat vaksinasi tahunan: vaksin influenza dianjurkan setiap tahun. Anak yang membutuhkan dosis kedua harus menyelesaikan jadwal dengan interval minimal 4 minggu.
  • Konsultasi lanjutan: apabila muncul keluhan yang menetap, memburuk, atau tidak biasa setelah vaksinasi, hubungi Vaxcorp Indonesia atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan evaluasi medis.

*Harga vaksinasi per dosis per pax. *Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

rekomendasi vaksinasi Lokasi: Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

Rekomendasi Layanan

Obral!

Vaxigrip Tetra – Vaksin Influenza Kuadrivalen 4 Strain

Harga aslinya adalah: Rp575.000,00.Harga saat ini adalah: Rp460.000,00.

Jadwalkan Layanan

Paket ≥ 20 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Deskripsi

  • Ringkasan
  • Anjuran
  • Kandungan
  • Efikasi
  • Indikasi
  • Keamanan

Vaxigrip Tetra – Vaksin Influenza Kuadrivalen (4 Strain) (Sanofi)

Vaxigrip Tetra adalah vaksin influenza kuadrivalen (4 strain) dari Sanofi yang membantu memberikan perlindungan terhadap penyakit influenza akibat empat strain virus influenza yang terkandung dalam formulasi vaksin. Vaksin ini mengandung dua subtipe virus influenza A dan dua garis keturunan virus influenza B yang telah diinaktivasi, sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi influenza.

Vaksinasi influenza dianjurkan setiap tahun karena virus influenza terus mengalami perubahan dan perlindungan kekebalan dapat menurun seiring waktu. Vaxigrip Tetra dapat diberikan kepada anak mulai usia 6 bulan, remaja, dewasa, lansia, serta ibu hamil sesuai indikasi dan pertimbangan medis.


Siapa yang disarankan:

  • Anak usia ≥6 bulan: untuk membantu mengurangi risiko influenza dan komplikasinya, terutama pada anak kecil yang lebih rentan mengalami penyakit berat.
  • Remaja dan dewasa: sebagai perlindungan tahunan terhadap influenza, termasuk bagi individu yang aktif bekerja, belajar, atau sering berinteraksi dengan banyak orang.
  • Lansia (≥65 tahun): karena risiko rawat inap, pneumonia, dan komplikasi influenza meningkat seiring bertambahnya usia. Dokter dapat mempertimbangkan jenis vaksin influenza lain yang secara khusus direkomendasikan bagi lansia apabila tersedia.
  • Ibu hamil: vaksin influenza inaktif direkomendasikan selama kehamilan untuk membantu melindungi ibu dan memberikan antibodi kepada bayi melalui plasenta.
  • Individu dengan penyakit kronis: termasuk penyakit jantung, paru, diabetes, penyakit ginjal, dan kondisi lain yang meningkatkan risiko komplikasi influenza.
  • Tenaga kesehatan dan pengasuh: terutama yang memiliki kontak erat dengan bayi, lansia, atau individu berisiko tinggi.
  • Pelaku perjalanan: termasuk perjalanan internasional, perjalanan bisnis, atau aktivitas dengan paparan kerumunan yang tinggi.

Manfaat utama:

  • Perlindungan terhadap 4 strain influenza: mencakup dua subtipe influenza A dan dua garis keturunan influenza B sesuai komposisi vaksin kuadrivalen.
  • Mengurangi risiko influenza bergejala: membantu menurunkan kemungkinan terkena influenza akibat strain yang sesuai atau berkerabat dengan strain vaksin.
  • Membantu mengurangi komplikasi: vaksinasi influenza dapat menurunkan risiko penyakit berat dan komplikasi terkait influenza, khususnya pada kelompok rentan.
  • Perlindungan selama kehamilan: membantu melindungi ibu hamil dari influenza serta memberikan perlindungan pasif kepada bayi pada awal kehidupannya.
  • Mendukung perlindungan tahunan: vaksinasi rutin membantu mempertahankan perlindungan terhadap virus influenza yang terus berubah.

Regimen & waktu terbaik:

  • Dosis standar: 0,5 mL per pemberian.
  • Rute pemberian: injeksi intramuskular (IM). Pemberian subkutan dalam dapat dipertimbangkan sesuai informasi produk dan penilaian tenaga medis.
  • Anak usia 6 bulan hingga <9 tahun:
    • Anak yang belum pernah mendapatkan vaksin influenza sebelumnya dianjurkan menerima 2 dosis, dengan interval minimal 4 minggu.
    • Anak yang telah memenuhi riwayat vaksinasi influenza sebelumnya umumnya cukup menerima 1 dosis setiap tahun, sesuai rekomendasi imunisasi yang berlaku.
  • Usia ≥9 tahun dan dewasa: umumnya 1 dosis (0,5 mL) setiap tahun.
  • Waktu terbaik: sebelum periode peningkatan aktivitas influenza atau sebelum perjalanan dan kegiatan dengan risiko paparan tinggi.
  • Pengulangan: vaksinasi influenza dianjurkan setiap tahun, menggunakan formulasi yang sesuai dengan rekomendasi musim influenza dan ketersediaan produk.

Mengapa vaksin influenza perlu diberikan setiap tahun?
Virus influenza dapat mengalami perubahan antigenik dari waktu ke waktu. Selain itu, perlindungan imun setelah vaksinasi dapat menurun. Karena itu, vaksinasi tahunan dianjurkan untuk mempertahankan perlindungan yang relevan terhadap influenza.


Keamanan & perhatian ringkas:

  • Efek samping umum: nyeri, kemerahan, atau bengkak pada lokasi suntikan; sakit kepala; nyeri otot; rasa lelah; dan demam ringan. Keluhan biasanya bersifat sementara.
  • Kontraindikasi: riwayat reaksi alergi berat terhadap dosis sebelumnya atau komponen vaksin. Riwayat alergi perlu dievaluasi oleh dokter sebelum pemberian.
  • Penundaan sementara: vaksinasi umumnya ditunda apabila sedang mengalami penyakit akut dengan demam sedang hingga berat. Penyakit ringan tanpa gangguan kondisi umum biasanya bukan alasan untuk menunda vaksinasi.
  • Kehamilan: vaksin influenza inaktif dapat diberikan pada trimester mana pun sesuai rekomendasi medis.
  • Menyusui: vaksin influenza inaktif dapat diberikan kepada ibu menyusui.
  • Imunosupresi: vaksin dapat diberikan pada banyak individu dengan gangguan kekebalan, tetapi respons imun mungkin lebih rendah. Waktu pemberian perlu disesuaikan dengan kondisi dan terapi pasien.
  • Bukan vaksin hidup: Vaxigrip Tetra mengandung virus influenza yang telah diinaktivasi dan tidak dapat menyebabkan infeksi influenza.
  • Batas perlindungan: vaksin ini tidak melindungi terhadap semua penyebab batuk-pilek, termasuk rhinovirus, RSV, dan SARS-CoV-2.

Komposisi Vaksin Vaxigrip Tetra (ringkas)

  • Jenis vaksin: vaksin influenza inaktif, split virion, kuadrivalen.
  • Komponen antigen: hemaglutinin dari empat strain virus influenza, terdiri atas:
    • Influenza A subtipe A(H1N1).
    • Influenza A subtipe A(H3N2).
    • Influenza B garis keturunan Victoria.
    • Influenza B garis keturunan Yamagata.
  • Kandungan antigen: secara umum 15 mikrogram hemaglutinin untuk masing-masing strain per dosis 0,5 mL, dengan total 60 mikrogram hemaglutinin.
  • Sifat vaksin: tidak mengandung virus influenza hidup yang mampu bereplikasi.
  • Formulasi: komposisi strain spesifik mengikuti rekomendasi musiman yang berlaku untuk produk dan batch terkait.

Catatan: komposisi strain dan informasi produk harus mengacu pada kemasan, brosur resmi, serta nomor batch Vaxigrip Tetra yang digunakan. Formulasi kuadrivalen berbeda dari vaksin influenza trivalen.


Pemberian Vaxigrip Tetra dengan Vaksin Lain

Vaxigrip Tetra dapat diberikan bersamaan dengan sejumlah vaksin lain apabila sesuai dengan rekomendasi imunisasi dan penilaian tenaga medis. Jika beberapa vaksin diberikan pada kunjungan yang sama, penyuntikan dilakukan menggunakan spuit terpisah dan pada lokasi anatomi yang berbeda.

  • Vaksin COVID-19: dapat diberikan pada kunjungan yang sama sesuai rekomendasi yang berlaku.
  • Vaksin pneumokokus: dapat diberikan bersamaan, terutama pada individu dengan indikasi kedua vaksin.
  • Vaksin rutin anak: dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain sesuai jadwal imunisasi, dengan mempertimbangkan informasi produk masing-masing.
  • Vaksin perjalanan dan dewasa: umumnya dapat dijadwalkan pada kunjungan yang sama apabila tidak terdapat kontraindikasi atau pertimbangan khusus.

Dokter atau tenaga medis akan meninjau riwayat vaksinasi, kondisi kesehatan, dan kebutuhan pasien sebelum menentukan kombinasi serta lokasi penyuntikan.


Vaksin saat hamil / menyusui:

  • Kehamilan: vaksin influenza inaktif direkomendasikan selama kehamilan dan dapat diberikan pada trimester pertama, kedua, atau ketiga. Vaksinasi membantu mengurangi risiko influenza pada ibu serta memberikan antibodi maternal kepada bayi.
  • Menyusui: vaksin influenza inaktif aman diberikan selama menyusui dan tidak mengharuskan penghentian pemberian ASI.
  • Perencanaan kehamilan: vaksinasi influenza dapat dilakukan sebelum kehamilan sebagai bagian dari perlindungan kesehatan prakonsepsi.

Kemasan :

vaxigrip tetra vaksin influenza kuadrivalen

Vaxigrip Tetra - Vaksin Influenza Quadrivalent

  • Nama dagang: Vaxigrip Tetra.
  • Produsen: Sanofi Pasteur.
  • Jenis: vaksin influenza inaktif kuadrivalen (split virion).
  • Bentuk sediaan: suspensi untuk injeksi.
  • Volume per dosis: 0,5 mL.
  • Kemasan: pre-filled syringe (spuit siap pakai), sesuai presentasi produk yang dipasarkan.
  • Rute pemberian: intramuskular (IM); subkutan dalam apabila sesuai informasi produk.
  • Penyimpanan: suhu 2–8°C, terlindung dari cahaya, dan tidak boleh dibekukan.
  • Penggunaan: diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai indikasi, jadwal, dan prosedur vaksinasi.

Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis

Siapa yang Dianjurkan

  • Anak usia ≥6 bulan: dianjurkan mendapatkan vaksinasi influenza setiap tahun, terutama anak usia di bawah 5 tahun yang memiliki risiko komplikasi influenza lebih tinggi.
  • Remaja dan dewasa: dianjurkan mendapatkan vaksin influenza tahunan untuk membantu mengurangi risiko influenza bergejala dan komplikasinya.
  • Lansia (≥65 tahun): termasuk kelompok prioritas karena risiko pneumonia, rawat inap, dan komplikasi influenza meningkat seiring usia. Jenis vaksin influenza yang lebih sesuai bagi lansia dapat dipertimbangkan berdasarkan rekomendasi dan ketersediaan.
  • Ibu hamil: dianjurkan menerima vaksin influenza inaktif pada trimester mana pun untuk membantu melindungi ibu dan bayi.
  • Individu dengan penyakit kronis: termasuk diabetes, penyakit jantung, asma, penyakit paru kronis, penyakit ginjal, penyakit hati, dan kondisi medis lain yang meningkatkan risiko influenza berat.
  • Individu dengan gangguan kekebalan: termasuk pasien dengan kondisi imunokompromais atau yang menjalani terapi imunosupresif, setelah mempertimbangkan waktu pemberian dan kemungkinan respons imun yang lebih rendah.
  • Tenaga kesehatan, pengasuh, dan pekerja dengan paparan tinggi: terutama yang sering berinteraksi dengan pasien, anak kecil, lansia, atau banyak orang.
  • Pelaku perjalanan: terutama yang akan melakukan perjalanan internasional, mengikuti kegiatan massal, atau berkunjung ke wilayah dengan aktivitas influenza tinggi.

Siapa yang Perlu Ditunda/Pertimbangkan

  • Riwayat anafilaksis: individu yang pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap dosis Vaxigrip Tetra sebelumnya atau komponen vaksin memerlukan evaluasi medis; vaksin tidak diberikan apabila terdapat kontraindikasi.
  • Penyakit akut sedang hingga berat: vaksinasi sebaiknya ditunda sampai kondisi klinis membaik. Batuk-pilek ringan tanpa gangguan kondisi umum biasanya bukan alasan untuk menunda.
  • Riwayat Guillain-Barré Syndrome (GBS): terutama apabila terjadi dalam 6 minggu setelah vaksin influenza sebelumnya, perlu penilaian manfaat dan risiko secara individual.
  • Riwayat alergi telur: tidak otomatis menjadi kontraindikasi vaksin influenza. Namun, riwayat reaksi alergi berat tetap perlu disampaikan kepada tenaga medis sebelum vaksinasi.
  • Terapi imunosupresif: waktu pemberian dapat disesuaikan dengan jenis dan jadwal terapi untuk mengoptimalkan respons kekebalan.
  • Anak usia <6 bulan: Vaxigrip Tetra tidak diindikasikan untuk kelompok usia ini. Perlindungan dapat didukung melalui vaksinasi influenza pada ibu selama kehamilan dan anggota keluarga atau pengasuh yang memenuhi syarat.

Jadwal & Dosis (0,5 mL; IM)

  • Dosis standar: 0,5 mL untuk setiap pemberian, mulai usia 6 bulan.
  • Rute pemberian: injeksi intramuskular (IM). Pemberian subkutan dalam dapat dipertimbangkan apabila sesuai dengan informasi produk dan penilaian tenaga medis.
  • Lokasi penyuntikan:
    • Bayi dan anak kecil: umumnya pada bagian anterolateral paha.
    • Anak yang lebih besar, remaja, dan dewasa: umumnya pada otot deltoid lengan atas.
  • Anak usia 6 bulan hingga 8 tahun:
    • Belum pernah divaksin influenza: diberikan 2 dosis masing-masing 0,5 mL, dengan interval minimal 4 minggu.
    • Riwayat vaksinasi influenza sebelumnya: kebutuhan 1 atau 2 dosis ditentukan berdasarkan jumlah dosis influenza yang pernah diterima dan rekomendasi imunisasi yang berlaku.
    • Anak yang telah menerima sedikitnya 2 dosis vaksin influenza sebelumnya, dengan jarak minimal 4 minggu, umumnya cukup menerima 1 dosis pada musim vaksinasi berikutnya.
  • Anak usia ≥9 tahun dan remaja:
    • 1 dosis 0,5 mL setiap tahun, termasuk pada vaksinasi influenza pertama.
  • Dewasa usia 18–64 tahun:
    • 1 dosis 0,5 mL setiap tahun.
    • Vaksinasi tahunan dianjurkan meskipun sebelumnya pernah menerima vaksin influenza.
  • Lansia usia ≥65 tahun:
    • 1 dosis 0,5 mL setiap tahun apabila Vaxigrip Tetra dipilih sebagai vaksin yang sesuai.
    • Vaksin influenza dosis tinggi, adjuvanted, atau rekombinan dapat diprioritaskan apabila direkomendasikan dan tersedia, karena dapat memberikan manfaat tambahan pada kelompok usia ini.
  • Ibu hamil:
    • 1 dosis 0,5 mL pada trimester mana pun.
    • Vaksinasi dianjurkan setiap tahun sesuai kebutuhan dan rekomendasi medis.
  • Individu dengan kondisi medis khusus:
    • Umumnya mengikuti jadwal berdasarkan usia.
    • Pasien dengan gangguan kekebalan atau yang menjalani terapi tertentu mungkin memerlukan penyesuaian waktu pemberian untuk mengoptimalkan respons imun.

Waktu ideal: vaksinasi sebaiknya dilakukan sebelum periode peningkatan aktivitas influenza atau setidaknya sekitar 2 minggu sebelum perjalanan maupun kegiatan dengan risiko paparan tinggi, apabila memungkinkan. Namun, vaksinasi tetap dapat bermanfaat selama influenza masih beredar.


Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)

  • Vaksin COVID-19: dapat diberikan pada kunjungan yang sama sesuai rekomendasi yang berlaku, menggunakan lokasi suntikan berbeda.
  • Vaksin pneumokokus: dapat diberikan bersamaan apabila pasien memiliki indikasi untuk kedua vaksin.
  • Vaksin rutin anak: dapat diberikan pada kunjungan yang sama sesuai jadwal imunisasi dan informasi produk masing-masing.
  • Vaksin dewasa lainnya: seperti hepatitis B, HPV, dan Tdap, umumnya dapat diberikan bersamaan apabila tidak terdapat pertimbangan khusus.
  • Teknik pemberian: setiap vaksin menggunakan spuit dan lokasi penyuntikan yang terpisah. Vaksin tidak boleh dicampurkan dalam satu spuit.
  • Interval: Vaxigrip Tetra merupakan vaksin inaktif sehingga secara umum tidak memerlukan interval minimal khusus terhadap vaksin lain, kecuali terdapat ketentuan spesifik dalam informasi produk atau rekomendasi medis.

Siapa yang Perlu Konsultasi Dulu

  • Riwayat alergi berat: terutama anafilaksis terhadap vaksin influenza sebelumnya atau bahan penyusun vaksin.
  • Riwayat Guillain-Barré Syndrome: khususnya jika terjadi dalam 6 minggu setelah vaksinasi influenza sebelumnya.
  • Pasien dengan gangguan pembekuan darah: termasuk trombositopenia atau penggunaan antikoagulan, untuk menentukan teknik penyuntikan dan langkah pencegahan perdarahan.
  • Pasien imunokompromais: termasuk penerima transplantasi, pasien kemoterapi, atau pengguna obat imunosupresif.
  • Pasien dengan penyakit akut sedang hingga berat: untuk menentukan apakah vaksinasi perlu ditunda sementara.
  • Anak dengan riwayat vaksinasi tidak lengkap atau tidak diketahui: untuk memastikan kebutuhan 1 atau 2 dosis pada vaksinasi influenza tahun berjalan.

Persiapan & Pasca-Vaksin

  • Sebelum vaksinasi: informasikan riwayat alergi, penyakit, obat-obatan, kehamilan, dan riwayat vaksinasi influenza sebelumnya kepada tenaga medis.
  • Kondisi tubuh: tidak diperlukan puasa. Pasien dianjurkan makan dan minum seperti biasa serta berada dalam kondisi umum yang baik.
  • Setelah penyuntikan: lakukan observasi di fasilitas kesehatan selama sekitar 15–30 menit sesuai penilaian tenaga medis untuk mengantisipasi reaksi alergi segera atau pingsan.
  • Keluhan ringan: nyeri pada lokasi suntikan, sakit kepala, nyeri otot, rasa lelah, atau demam ringan dapat terjadi dan umumnya membaik dengan sendirinya.
  • Penanganan mandiri: kompres dingin pada lokasi suntikan, cukup istirahat, dan minum air yang cukup. Obat pereda nyeri atau demam dapat digunakan apabila diperlukan dan sesuai anjuran medis.
  • Tanda bahaya: segera cari pertolongan medis apabila muncul sesak napas, pembengkakan wajah atau tenggorokan, pusing berat, pingsan, atau tanda reaksi alergi berat lainnya.
  • Awal perlindungan: respons antibodi umumnya berkembang dalam waktu sekitar 2 minggu setelah vaksinasi. Perlindungan tidak langsung terbentuk pada hari penyuntikan.
  • Vaksinasi berikutnya: jadwalkan vaksinasi influenza tahunan. Untuk anak yang membutuhkan 2 dosis, pastikan dosis kedua diberikan dengan interval minimal 4 minggu.

Zat Aktif

Nama produk: Vaxigrip Tetra (Sanofi)

Tipe: Vaksin influenza kuadrivalen inaktif (quadrivalent inactivated influenza vaccine), tipe split virion, untuk pencegahan influenza akibat strain virus yang terkandung dalam vaksin.

Vaxigrip Tetra mengandung antigen hemaglutinin (HA) dari empat strain virus influenza yang telah diinaktivasi dan dipecah menjadi fragmen. Antigen tersebut merangsang pembentukan antibodi tanpa menyebabkan infeksi influenza.


Komposisi per dosis (0,5 mL)

  • Antigen aktif: empat strain virus influenza inaktif, masing-masing mengandung 15 mikrogram hemaglutinin (HA):
    • Influenza A(H1N1)pdm09: 15 mikrogram HA.
    • Influenza A(H3N2): 15 mikrogram HA.
    • Influenza B – garis keturunan Victoria: 15 mikrogram HA.
    • Influenza B – garis keturunan Yamagata: 15 mikrogram HA.
  • Total kandungan antigen: 60 mikrogram hemaglutinin dari empat strain influenza per dosis 0,5 mL.
  • Formulasi: strain virus yang digunakan mengikuti formulasi musiman dan informasi produk resmi yang berlaku untuk batch vaksin.

Contoh komposisi strain Vaxigrip Tetra NH musim 2025–2026:

  • A/Victoria/4897/2022 (H1N1)pdm09-like virus.
  • A/Croatia/10136RV/2023 (H3N2)-like virus.
  • B/Austria/1359417/2021-like virus (garis keturunan Victoria).
  • B/Phuket/3073/2013-like virus (garis keturunan Yamagata).

Catatan: daftar strain di atas merupakan contoh formulasi 2025–2026 berdasarkan informasi produk resmi. Komposisi aktual harus diverifikasi terhadap label dan brosur batch yang digunakan, karena formulasi vaksin influenza dapat berubah antar musim.

Eksipien / zat non-aktif:

  • Natrium klorida: komponen larutan penyangga untuk membantu menjaga kondisi sediaan.
  • Garam fosfat: membantu mempertahankan kestabilan pH vaksin.
  • Air untuk injeksi: pelarut steril dalam sediaan vaksin.

Jejak bahan dari proses produksi:

  • Ovalbumin dan protein telur ayam: dapat ditemukan dalam jumlah sangat kecil karena virus influenza diproduksi menggunakan telur ayam berembrio.
  • Neomisin: residu antibiotik yang mungkin tertinggal dalam jumlah sangat kecil dari proses produksi.
  • Formaldehida: dapat tersisa dalam jumlah sangat kecil setelah proses inaktivasi virus.
  • Octoxinol-9: dapat tersisa dalam jumlah sangat kecil dari proses pemecahan partikel virus.

Adjuvan: tidak ditambahkan pada formulasi standar Vaxigrip Tetra dalam pre-filled syringe.

Pengawet: tidak ditambahkan pada formulasi standar pre-filled syringe dosis tunggal.


Sediaan & Penanganan

  • Bentuk sediaan: suspensi untuk injeksi, berupa cairan tidak berwarna hingga sedikit opalesen setelah dikocok perlahan.
  • Volume: 0,5 mL per dosis.
  • Kemasan: pre-filled syringe (spuit siap pakai) dosis tunggal; konfigurasi jarum mengikuti presentasi produk yang tersedia.
  • Rute pemberian: injeksi intramuskular (IM). Pemberian subkutan dalam hanya apabila sesuai dengan informasi produk dan penilaian tenaga medis.
  • Usia penggunaan: mulai usia 6 bulan.
  • Penyimpanan: suhu 2–8°C dalam lemari pendingin khusus vaksin.
  • Perlindungan cahaya: simpan dalam kemasan aslinya untuk melindungi dari cahaya.
  • Pembekuan: vaksin tidak boleh dibekukan. Vaksin yang telah membeku tidak boleh digunakan.
  • Sebelum pemberian: periksa tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, tampilan suspensi, dan kesesuaian produk. Kocok perlahan sesuai petunjuk produk.
  • Pencampuran: tidak boleh dicampur dengan vaksin atau obat lain dalam satu spuit.
  • Penggunaan: diberikan oleh tenaga kesehatan dengan prosedur aseptik dan pengelolaan rantai dingin yang sesuai.

Kata kunci tercakup: Vaxigrip Tetra, kandungan Vaxigrip Tetra, komposisi Vaxigrip Tetra, vaksin influenza 4 strain, vaksin influenza kuadrivalen, quadrivalent influenza vaccine, vaksin influenza Sanofi, influenza A H1N1, influenza A H3N2, influenza B Victoria, influenza B Yamagata, vaksin influenza inaktif, split virion influenza vaccine, hemaglutinin influenza, vaksin flu 0,5 mL.

Efikasi & Perlindungan

Bagaimana melindungi:

  • Merangsang pembentukan antibodi: Vaxigrip Tetra mengandung antigen hemaglutinin (HA) dari empat strain virus influenza yang telah diinaktivasi. Antigen ini membantu sistem kekebalan mengenali virus influenza dan membentuk antibodi pelindung.
  • Perlindungan terhadap influenza A: mencakup subtipe A(H1N1) dan A(H3N2), yang merupakan penyebab penting influenza musiman pada manusia.
  • Perlindungan terhadap influenza B: formulasi kuadrivalen mencakup antigen dari garis keturunan Victoria dan Yamagata.
  • Membantu mencegah influenza bergejala: antibodi yang terbentuk dapat mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi influenza bergejala, terutama apabila virus yang beredar sesuai atau memiliki kemiripan antigenik dengan strain vaksin.
  • Membantu mengurangi risiko komplikasi: vaksinasi influenza dapat menurunkan risiko penyakit berat, pneumonia terkait influenza, rawat inap, dan komplikasi lainnya, meskipun besarnya perlindungan berbeda menurut usia, kondisi kesehatan, dan musim influenza.
  • Tidak mengandung virus hidup: Vaxigrip Tetra merupakan vaksin influenza inaktif sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi influenza akibat replikasi virus vaksin.

Tingkat efektivitas (ringkas):

Efektivitas vaksin influenza tidak memiliki satu angka tetap untuk setiap musim. Hasil perlindungan dipengaruhi oleh kesesuaian antigen vaksin dengan virus yang beredar, usia penerima, kondisi kekebalan, serta jenis luaran yang dinilai dalam penelitian.

  • Efektivitas vaksin influenza musiman secara umum: dalam musim dengan kesesuaian antigen yang baik, vaksinasi influenza dapat menurunkan risiko kunjungan medis akibat influenza sekitar 40–60% pada populasi secara keseluruhan. Angka ini merupakan estimasi umum vaksin influenza musiman, bukan angka efikasi khusus Vaxigrip Tetra.
  • Data klinis Vaxigrip Tetra pada anak:
    • Dalam uji klinis pada anak usia 6–35 bulan, vaksin influenza kuadrivalen inaktif Vaxigrip Tetra menunjukkan efikasi sekitar 50,98% terhadap influenza terkonfirmasi laboratorium akibat strain influenza apa pun, dibandingkan kelompok kontrol.
    • Efikasi terhadap influenza akibat strain yang sesuai dengan strain vaksin dilaporkan sekitar 68,40%.
    • Hasil tersebut berasal dari populasi, musim, dan definisi luaran penelitian tertentu; tidak berarti setiap anak memperoleh tingkat perlindungan individual yang sama.
  • Anak yang lebih besar, remaja, dan dewasa: studi imunogenisitas menunjukkan Vaxigrip Tetra mampu merangsang respons antibodi terhadap keempat strain yang terkandung dalam vaksin. Respons terhadap strain yang sama secara umum sebanding dengan vaksin influenza trivalen pembanding, dengan tambahan respons terhadap strain influenza B kedua.
  • Lansia: vaksinasi influenza tetap bermanfaat karena kelompok usia lanjut memiliki risiko komplikasi lebih tinggi. Namun, respons antibodi dapat lebih rendah dibandingkan dewasa muda akibat perubahan fungsi sistem kekebalan terkait usia.
  • Ibu hamil: bukti vaksinasi influenza inaktif menunjukkan manfaat dalam mengurangi influenza pada ibu. Antibodi maternal yang ditransfer melalui plasenta juga dapat membantu melindungi bayi pada bulan-bulan awal kehidupan.
  • Individu dengan penyakit kronis atau gangguan kekebalan: vaksinasi tetap dianjurkan bagi banyak pasien berisiko tinggi, meskipun respons imun dan tingkat perlindungan dapat bervariasi.
  • Perlindungan tidak sempurna: seseorang masih dapat mengalami influenza setelah vaksinasi, khususnya apabila terdapat perbedaan antigenik antara virus yang beredar dan strain vaksin atau respons imun individu tidak optimal.

Memahami angka efektivitas:
Efikasi dalam uji klinis dan efektivitas dalam penggunaan sehari-hari merupakan ukuran yang berbeda. Angka efikasi Vaxigrip Tetra pada penelitian tertentu tidak boleh dianggap sebagai jaminan perlindungan yang sama untuk semua usia, semua musim, atau semua strain influenza.


Onset & durasi proteksi:

  • Awal respons imun: antibodi pelindung umumnya berkembang dalam waktu sekitar 2 minggu setelah vaksinasi.
  • Anak yang membutuhkan 2 dosis: perlindungan yang optimal memerlukan penyelesaian kedua dosis sesuai jadwal, dengan interval minimal 4 minggu.
  • Durasi perlindungan: perlindungan dapat bertahan selama beberapa bulan, tetapi kadar antibodi dan efektivitas klinis dapat menurun seiring waktu.
  • Vaksinasi tahunan: dianjurkan karena perubahan virus influenza yang beredar dan penurunan perlindungan dari vaksinasi sebelumnya.
  • Waktu ideal sebelum perjalanan: sebaiknya diberikan setidaknya sekitar 2 minggu sebelum perjalanan atau aktivitas dengan risiko paparan tinggi, apabila memungkinkan.
  • Perlindungan terhadap strain lain: perlindungan silang terhadap virus influenza yang tidak sepenuhnya sesuai dengan strain vaksin dapat terjadi, tetapi tidak dapat dipastikan pada setiap musim.
  • Formulasi musiman: komposisi vaksin influenza mengikuti rekomendasi berdasarkan pemantauan epidemiologi. Kandungan strain spesifik harus disesuaikan dengan formulasi dan batch produk yang digunakan.

Vaxigrip Tetra bukan terapi untuk influenza yang sedang berlangsung. Vaksin ini digunakan untuk pencegahan, bukan untuk mengobati infeksi influenza aktif. Vaxigrip Tetra juga tidak memberikan perlindungan terhadap seluruh penyebab infeksi saluran pernapasan, seperti RSV, rhinovirus, dan SARS-CoV-2.


Kelompok manfaat terbesar:

  • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun: terutama anak kecil yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza.
  • Lansia: karena influenza dapat menyebabkan pneumonia, memperburuk penyakit penyerta, dan meningkatkan risiko rawat inap.
  • Ibu hamil: untuk mengurangi risiko influenza pada ibu dan memberikan perlindungan pasif kepada bayi melalui antibodi maternal.
  • Individu dengan penyakit jantung dan paru: karena influenza dapat memperburuk kondisi seperti gagal jantung, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan asma.
  • Individu dengan diabetes atau penyakit metabolik: karena influenza dapat memperburuk pengendalian penyakit dan meningkatkan risiko komplikasi.
  • Individu dengan gangguan kekebalan: termasuk pasien dengan kondisi medis atau terapi yang meningkatkan risiko influenza berat.
  • Tenaga kesehatan dan pengasuh: untuk membantu melindungi diri dari influenza dan mengurangi risiko penularan kepada individu rentan, meskipun vaksinasi tidak sepenuhnya mencegah penularan.
  • Individu dengan paparan sosial tinggi: termasuk pekerja pelayanan publik, pelajar, dan pelaku perjalanan yang sering berada dalam lingkungan padat.

Kata kunci tercakup: Vaxigrip Tetra, efikasi Vaxigrip Tetra, efektivitas Vaxigrip Tetra, perlindungan Vaxigrip Tetra, vaksin influenza 4 strain, vaksin influenza kuadrivalen, vaksin flu Sanofi, efektivitas vaksin influenza, perlindungan influenza A H1N1 H3N2, influenza B Victoria Yamagata, vaksin influenza anak, vaksin influenza dewasa, vaksin influenza ibu hamil, vaksin influenza lansia, vaksin flu tahunan, durasi perlindungan vaksin influenza.

Indikasi & Posologi

Indikasi

Vaxigrip Tetra adalah vaksin influenza kuadrivalen inaktif (quadrivalent inactivated influenza vaccine) dari Sanofi yang diindikasikan untuk imunisasi aktif guna membantu mencegah penyakit influenza akibat dua subtipe virus influenza A dan dua garis keturunan virus influenza B yang terkandung dalam vaksin.

Vaxigrip Tetra dapat diberikan mulai usia 6 bulan, termasuk kepada anak, remaja, dewasa, lansia, dan ibu hamil, sesuai indikasi produk serta rekomendasi imunisasi yang berlaku.

Kelompok yang dianjurkan:

  • Bayi dan anak usia ≥6 bulan: untuk membantu mencegah influenza bergejala dan mengurangi risiko komplikasi, terutama pada anak usia di bawah 5 tahun.
  • Remaja dan dewasa: untuk perlindungan rutin terhadap influenza musiman melalui vaksinasi tahunan.
  • Lansia (≥65 tahun): karena risiko influenza berat, pneumonia, rawat inap, dan komplikasi meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Ibu hamil: vaksin influenza inaktif dianjurkan selama kehamilan untuk membantu melindungi ibu serta memberikan antibodi maternal kepada bayi.
  • Individu dengan penyakit kronis: termasuk penyakit jantung, asma, PPOK, diabetes, penyakit ginjal, penyakit hati, dan gangguan metabolik tertentu.
  • Individu dengan gangguan kekebalan: termasuk pasien dengan kondisi imunokompromais atau yang menjalani terapi imunosupresif, setelah mempertimbangkan waktu pemberian yang sesuai.
  • Tenaga kesehatan dan pengasuh: terutama individu yang memiliki kontak erat dengan pasien atau kelompok rentan.
  • Pelaku perjalanan dan individu dengan paparan tinggi: termasuk pekerja pelayanan publik, pelajar, dan individu yang sering berada dalam kerumunan.

Batas indikasi: Vaxigrip Tetra tidak diindikasikan untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan. Vaksin ini tidak digunakan untuk mengobati influenza aktif dan tidak melindungi terhadap seluruh penyebab infeksi saluran pernapasan.


Posologi (Dosis & Jadwal)

  • Dosis per pemberian: 0,5 mL.
  • Rute pemberian: injeksi intramuskular (IM). Pemberian subkutan dalam dapat dilakukan apabila sesuai dengan informasi produk dan pertimbangan medis.
  • Frekuensi: vaksinasi influenza dianjurkan setiap tahun.

Jadwal berdasarkan usia dan riwayat vaksinasi:

  • Anak usia 6 bulan hingga 8 tahun:
    • Belum pernah menerima vaksin influenza: 2 dosis masing-masing 0,5 mL, dengan interval minimal 4 minggu.
    • Riwayat vaksinasi influenza tidak diketahui atau belum lengkap: kebutuhan 2 dosis ditentukan berdasarkan rekomendasi imunisasi yang berlaku.
    • Telah menerima sedikitnya 2 dosis vaksin influenza sebelumnya dengan interval minimal 4 minggu: umumnya cukup 1 dosis 0,5 mL setiap tahun.
    • Dua dosis sebelumnya tidak harus diberikan pada musim influenza yang sama, apabila rekomendasi imunisasi yang digunakan memperhitungkan riwayat kumulatif tersebut.
  • Anak usia ≥9 tahun dan remaja:
    • 1 dosis 0,5 mL setiap tahun.
    • Umumnya tidak memerlukan 2 dosis pada vaksinasi influenza pertama.
  • Dewasa usia 18–64 tahun:
    • 1 dosis 0,5 mL setiap tahun.
    • Vaksinasi ulang tahunan tetap dianjurkan meskipun telah menerima vaksin influenza pada tahun sebelumnya.
  • Lansia usia ≥65 tahun:
    • 1 dosis 0,5 mL setiap tahun apabila Vaxigrip Tetra merupakan produk yang dipilih.
    • Vaksin influenza dosis tinggi, adjuvanted, atau rekombinan dapat dipertimbangkan sebagai pilihan yang diprioritaskan apabila tersedia dan direkomendasikan bagi kelompok usia tersebut.
  • Ibu hamil:
    • 1 dosis 0,5 mL pada trimester pertama, kedua, atau ketiga.
    • Tidak diperlukan penundaan vaksinasi sampai trimester tertentu apabila vaksinasi influenza telah diindikasikan.
  • Individu dengan penyakit kronis atau gangguan kekebalan:
    • Umumnya mengikuti dosis dan jadwal sesuai kelompok usia.
    • Waktu vaksinasi dapat disesuaikan dengan kondisi klinis, jadwal kemoterapi, atau terapi imunosupresif untuk mengoptimalkan respons imun.
    • Dosis tambahan di luar jadwal standar tidak diberikan secara rutin hanya karena adanya penyakit kronis atau gangguan kekebalan, kecuali terdapat rekomendasi khusus.

Lokasi penyuntikan:

  • Bayi dan anak kecil: otot vastus lateralis pada bagian anterolateral paha.
  • Anak yang lebih besar, remaja, dan dewasa: otot deltoid pada lengan atas, apabila massa otot memadai.
  • Pasien dengan risiko perdarahan: teknik penyuntikan dan tindakan setelah injeksi disesuaikan dengan kondisi klinis.

Waktu ideal: vaksinasi sebaiknya dilakukan sebelum periode peningkatan aktivitas influenza atau sekitar 2 minggu sebelum perjalanan maupun kegiatan berisiko tinggi, apabila memungkinkan. Perlindungan antibodi umumnya mulai berkembang dalam waktu sekitar 2 minggu setelah vaksinasi.


Catatan Praktis

  • Vaksinasi tahunan: diperlukan karena virus influenza terus mengalami perubahan antigenik dan perlindungan setelah vaksinasi dapat menurun seiring waktu.
  • Perhatikan formulasi produk: Vaxigrip Tetra merupakan vaksin influenza kuadrivalen (4 strain). Jangan menyamakan komposisinya dengan Vaxigrip TIV atau vaksin influenza trivalen (3 strain).
  • Komposisi strain musiman: pastikan formulasi dan batch yang digunakan sesuai dengan informasi produk serta rekomendasi yang berlaku.
  • Riwayat vaksinasi anak: tanyakan jumlah dan tanggal pemberian vaksin influenza sebelumnya untuk menentukan kebutuhan 1 atau 2 dosis.
  • Interval antar dosis: pada anak yang membutuhkan 2 dosis, interval minimal adalah 4 minggu. Apabila dosis kedua terlambat, seri vaksinasi tidak perlu diulang dari awal.
  • Vaksinasi bersamaan: Vaxigrip Tetra dapat diberikan pada kunjungan yang sama dengan sejumlah vaksin lain apabila sesuai indikasi, menggunakan spuit dan lokasi penyuntikan terpisah.
  • Penyakit ringan: batuk-pilek ringan atau demam ringan tanpa gangguan kondisi umum biasanya bukan kontraindikasi vaksinasi.
  • Penyakit akut sedang hingga berat: vaksinasi dapat ditunda sementara sampai kondisi pasien membaik.
  • Riwayat alergi: riwayat anafilaksis terhadap dosis sebelumnya atau komponen vaksin harus dievaluasi sebelum pemberian. Alergi telur saja tidak otomatis menjadi alasan untuk menolak vaksin influenza.
  • Riwayat Guillain-Barré Syndrome: terutama dalam 6 minggu setelah vaksin influenza sebelumnya, memerlukan pertimbangan manfaat dan risiko secara individual.
  • Kehamilan dan menyusui: vaksin influenza inaktif dapat diberikan selama kehamilan dan menyusui sesuai rekomendasi medis.
  • Penyimpanan: pertahankan rantai dingin pada suhu 2–8°C, lindungi dari cahaya, dan jangan dibekukan.
  • Observasi setelah vaksinasi: pasien dianjurkan menjalani observasi sekitar 15–30 menit sesuai penilaian tenaga medis.
  • Dokumentasi: catat tanggal pemberian, nama produk, nomor batch, tanggal kedaluwarsa, dosis, lokasi penyuntikan, serta identitas tenaga kesehatan pemberi vaksin.

Kata kunci tercakup: Vaxigrip Tetra, indikasi Vaxigrip Tetra, dosis Vaxigrip Tetra, jadwal vaksin Vaxigrip Tetra, posologi Vaxigrip Tetra, vaksin influenza 4 strain, vaksin influenza kuadrivalen, vaksin influenza Sanofi, dosis vaksin influenza anak, vaksin influenza usia 6 bulan, vaksin influenza dewasa, vaksin influenza ibu hamil, vaksin influenza lansia, vaksin influenza tahunan, vaksin flu intramuskular, interval dosis vaksin influenza.

Profil Keamanan Singkat

Vaxigrip Tetra adalah vaksin influenza kuadrivalen inaktif (quadrivalent inactivated influenza vaccine) dari Sanofi yang mengandung antigen dari empat strain virus influenza. Karena virus telah diinaktivasi, vaksin ini tidak dapat menyebabkan infeksi influenza.

Secara umum, Vaxigrip Tetra memiliki profil keamanan yang baik pada anak mulai usia 6 bulan, remaja, dewasa, dan lansia. Vaksin influenza inaktif juga direkomendasikan selama kehamilan dan dapat diberikan kepada ibu menyusui.

Sebagian besar efek samping bersifat ringan hingga sedang, muncul dalam beberapa hari pertama setelah vaksinasi, dan membaik dengan sendirinya. Jenis serta frekuensi keluhan dapat berbeda menurut usia, kondisi kesehatan, dan respons imun individu.


Efek Samping Umum (0–7 hari)

Lokal (area suntikan):

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman: merupakan salah satu keluhan yang paling sering dilaporkan setelah vaksinasi.
  • Kemerahan: dapat muncul di sekitar lokasi penyuntikan dan umumnya bersifat sementara.
  • Pembengkakan ringan: dapat terjadi akibat respons peradangan lokal setelah injeksi.
  • Pengerasan atau benjolan kecil: dapat muncul sementara pada area suntikan dan biasanya berangsur menghilang.
  • Memar ringan: dapat terjadi akibat proses penyuntikan, terutama pada individu yang lebih mudah mengalami perdarahan atau menggunakan obat antikoagulan.

Sistemik:

  • Sakit kepala: dapat terjadi setelah vaksinasi dan umumnya membaik dalam beberapa hari.
  • Nyeri otot (mialgia): dapat dirasakan pada sebagian penerima vaksin.
  • Rasa lelah atau tidak enak badan: biasanya ringan dan bersifat sementara.
  • Demam: dapat terjadi, terutama pada bayi dan anak kecil.
  • Rewel atau mudah menangis: dapat ditemukan pada bayi dan anak kecil setelah vaksinasi.
  • Mengantuk atau perubahan pola tidur sementara: dapat terjadi pada sebagian anak.
  • Penurunan nafsu makan sementara: dapat terjadi pada bayi dan anak kecil.
  • Nyeri sendi: dapat dilaporkan pada sebagian penerima vaksin, meskipun tidak selalu berkaitan langsung dengan vaksinasi.

Penanganan mandiri:

Keluhan ringan biasanya dapat ditangani dengan istirahat cukup, menjaga asupan cairan, dan kompres dingin pada lokasi suntikan apabila terasa nyeri atau bengkak. Parasetamol dapat digunakan apabila diperlukan, dengan dosis sesuai usia, berat badan, dan anjuran tenaga medis. Obat penurun demam tidak perlu diberikan secara rutin sebelum vaksinasi untuk mencegah efek samping.

Apabila demam tinggi, keluhan semakin berat, atau gejala tidak membaik dalam beberapa hari, pasien dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya.


Reaksi Sedang–Berat (Jarang)

  • Reaksi alergi berat (anafilaksis): sangat jarang, tetapi dapat terjadi setelah pemberian vaksin. Gejalanya meliputi sesak napas, mengi, pembengkakan wajah atau tenggorokan, biduran menyeluruh, penurunan tekanan darah, atau kehilangan kesadaran. Kondisi ini memerlukan penanganan medis darurat.
  • Reaksi alergi lainnya: seperti urtikaria, ruam, atau pembengkakan jaringan dapat terjadi. Reaksi yang cepat berkembang atau disertai gangguan pernapasan harus segera ditangani.
  • Guillain-Barré Syndrome (GBS): merupakan gangguan neurologis yang sangat jarang dilaporkan setelah vaksinasi influenza. Sejumlah penelitian menemukan kemungkinan peningkatan risiko yang sangat kecil setelah beberapa vaksin influenza musiman, umumnya sekitar 1–2 kasus tambahan per satu juta dosis apabila peningkatan risiko terdeteksi. Hubungan risiko dapat berbeda antar musim dan produk.
  • Gangguan neurologis lainnya: kejadian seperti parestesia atau gangguan saraf tertentu pernah dilaporkan setelah vaksinasi influenza, tetapi laporan setelah vaksinasi tidak selalu membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Sinkop (pingsan): dapat terjadi sebagai respons terhadap prosedur penyuntikan, terutama pada remaja dan dewasa muda. Pasien sebaiknya divaksinasi dalam posisi aman untuk mengurangi risiko cedera apabila pingsan.
  • Reaksi lokal berat: pembengkakan luas, nyeri hebat, atau peradangan yang semakin memburuk perlu diperiksa untuk membedakan reaksi vaksin dengan kondisi lain, termasuk infeksi lokal.

Segera cari pertolongan medis apabila muncul kesulitan bernapas, pembengkakan wajah atau tenggorokan, kelemahan otot progresif, gangguan berjalan, penurunan kesadaran, atau gejala berat lainnya setelah vaksinasi.


Kontraindikasi & Penundaan

  • Hipersensitivitas berat: Vaxigrip Tetra tidak boleh diberikan kepada individu dengan riwayat reaksi alergi berat terhadap zat aktif atau komponen vaksin yang merupakan kontraindikasi menurut informasi produk.
  • Reaksi alergi berat setelah dosis sebelumnya: memerlukan evaluasi medis sebelum mempertimbangkan vaksin influenza berikutnya. Pemilihan produk alternatif harus mengikuti rekomendasi klinis.
  • Alergi telur: riwayat alergi telur saja tidak otomatis menjadi kontraindikasi vaksin influenza. Pasien tetap perlu menyampaikan riwayat alerginya agar tenaga medis dapat menilai keamanan pemberian.
  • Penyakit akut sedang hingga berat: vaksinasi umumnya ditunda sampai kondisi pasien membaik, baik disertai demam maupun tidak.
  • Infeksi saluran pernapasan ringan: batuk-pilek ringan tanpa gangguan kondisi umum biasanya bukan alasan untuk menunda vaksinasi.
  • Riwayat Guillain-Barré Syndrome: apabila GBS terjadi dalam 6 minggu setelah vaksin influenza sebelumnya, keputusan vaksinasi berikutnya memerlukan pertimbangan manfaat dan risiko secara individual.
  • Usia di bawah 6 bulan: Vaxigrip Tetra tidak diindikasikan untuk kelompok usia ini.

Populasi Khusus

  • Bayi dan anak usia ≥6 bulan: Vaxigrip Tetra dapat diberikan sesuai indikasi usia. Demam, rewel, mengantuk, dan penurunan nafsu makan sementara dapat lebih menonjol pada anak kecil dibandingkan dewasa.
  • Anak usia 6 bulan hingga 8 tahun: anak yang belum memenuhi riwayat vaksinasi influenza sebelumnya mungkin memerlukan 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Riwayat imunisasi harus diperiksa sebelum menentukan jadwal.
  • Lansia (≥65 tahun): vaksinasi influenza tetap dianjurkan karena risiko komplikasi lebih tinggi. Respons imun dapat lebih rendah dibandingkan dewasa muda. Vaksin influenza yang secara khusus diprioritaskan bagi lansia dapat dipertimbangkan apabila tersedia.
  • Ibu hamil: vaksin influenza inaktif dapat diberikan pada trimester pertama, kedua, maupun ketiga. Vaksinasi membantu melindungi ibu dari influenza serta memberikan antibodi maternal kepada bayi melalui plasenta.
  • Ibu menyusui: Vaxigrip Tetra dapat diberikan selama menyusui. Tidak diperlukan penghentian ASI setelah vaksinasi.
  • Individu dengan penyakit kronis: termasuk pasien diabetes, penyakit jantung, asma, PPOK, dan penyakit ginjal. Vaksinasi influenza umumnya dianjurkan karena kelompok ini lebih rentan mengalami komplikasi.
  • Pasien imunokompromais: vaksin influenza inaktif umumnya dapat diberikan, tetapi respons antibodi mungkin lebih rendah. Waktu vaksinasi dapat disesuaikan dengan kondisi klinis dan terapi imunosupresif.
  • Pasien dengan trombositopenia atau gangguan pembekuan darah: penyuntikan intramuskular memerlukan perhatian khusus untuk mengurangi risiko perdarahan atau hematoma.
  • Pengguna antikoagulan: vaksinasi dapat dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi pembekuan darah, teknik penyuntikan, dan penekanan pada lokasi suntikan setelah pemberian.

Interaksi/Koadministrasi

  • Vaksin lain: Vaxigrip Tetra dapat diberikan bersamaan dengan sejumlah vaksin lain apabila sesuai rekomendasi imunisasi dan informasi produk masing-masing.
  • Vaksin COVID-19: dapat diberikan pada kunjungan yang sama menggunakan lokasi penyuntikan berbeda.
  • Vaksin pneumokokus: dapat diberikan bersamaan apabila terdapat indikasi untuk kedua vaksin. Pasien perlu diinformasikan bahwa beberapa kombinasi vaksin dapat meningkatkan kemungkinan reaksi sementara seperti demam atau nyeri.
  • Vaksin rutin anak: dapat diberikan pada hari yang sama dengan mempertimbangkan jadwal imunisasi, usia, dan informasi produk.
  • Terapi imunosupresif: kortikosteroid dosis imunosupresif, kemoterapi, dan obat yang memengaruhi sistem kekebalan dapat menurunkan respons antibodi terhadap vaksin.
  • Imunoglobulin: secara umum tidak mengharuskan penundaan khusus vaksin influenza inaktif, tetapi kondisi klinis dan terapi pasien tetap perlu dievaluasi.
  • Penggunaan obat rutin: sebagian besar obat rutin tidak mengharuskan penundaan vaksinasi. Pasien tetap perlu menginformasikan seluruh obat yang sedang digunakan.
  • Teknik koadministrasi: vaksin yang diberikan bersamaan harus menggunakan spuit dan lokasi anatomi terpisah. Vaxigrip Tetra tidak boleh dicampurkan dengan vaksin atau obat lain dalam satu spuit.

Setelah Vaksin di Vaxcorp

  • Observasi pasca-vaksinasi: pasien dianjurkan menjalani observasi sekitar 15–30 menit sesuai penilaian tenaga medis untuk mengantisipasi reaksi alergi segera atau sinkop.
  • Pemantauan efek samping: perhatikan keluhan lokal maupun sistemik dalam beberapa hari pertama. Sebagian besar keluhan ringan membaik tanpa pengobatan khusus.
  • Aktivitas setelah vaksinasi: aktivitas sehari-hari umumnya dapat dilanjutkan apabila kondisi tubuh baik. Aktivitas berat dapat disesuaikan apabila muncul demam, nyeri otot, atau rasa lelah.
  • Perawatan lokasi suntikan: jaga kebersihan area suntikan dan hindari memijat atau menggosoknya secara berlebihan.
  • Pelaporan KIPI: kejadian ikutan pasca-imunisasi yang berat, tidak biasa, atau mengkhawatirkan perlu dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur yang berlaku.
  • Dokumentasi vaksinasi: simpan informasi tanggal pemberian, nama produk, nomor batch, dan riwayat vaksinasi sebagai referensi untuk pemberian berikutnya.
  • Pengingat vaksinasi tahunan: vaksin influenza dianjurkan setiap tahun. Anak yang membutuhkan dosis kedua harus menyelesaikan jadwal dengan interval minimal 4 minggu.
  • Konsultasi lanjutan: apabila muncul keluhan yang menetap, memburuk, atau tidak biasa setelah vaksinasi, hubungi Vaxcorp Indonesia atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan evaluasi medis.

*Harga vaksinasi per dosis per pax. *Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

rekomendasi vaksinasi Lokasi: Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

Rekomendasi Layanan