Deskripsi
- Ringkasan
- Anjuran
- Kandungan
- Efikasi
- Indikasi
- Keamanan
Avaxim 80 – Vaksin Hepatitis A Anak Usia 12 Bulan–15 Tahun (Sanofi)
Avaxim 80 U Pediatric adalah vaksin Hepatitis A inaktif (non-live) yang membantu melindungi bayi usia ≥12 bulan, anak, dan remaja hingga usia 15 tahun dari infeksi virus Hepatitis A (HAV). Virus ini menyerang hati dan terutama ditularkan melalui makanan, minuman, atau tangan yang terkontaminasi melalui jalur fekal-oral.
Infeksi Hepatitis A dapat menyebabkan demam, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, kelelahan, nyeri perut, serta penyakit kuning (jaundice). Sebagian besar penderita pulih sepenuhnya, tetapi pada kasus tertentu infeksi dapat menyebabkan hepatitis akut berat hingga gagal hati akut. Vaksinasi membantu membentuk kekebalan sebelum anak terpapar virus.
Siapa yang disarankan:
Bayi usia ≥12 bulan & anak-anak: untuk membangun perlindungan terhadap Hepatitis A sejak dini, terutama sebelum memasuki lingkungan sekolah, penitipan anak, atau aktivitas sosial yang lebih luas.
Remaja hingga usia 15 tahun: yang belum pernah menerima vaksin Hepatitis A atau belum menyelesaikan seri vaksinasi sebelumnya.
Anak yang tinggal atau bepergian ke daerah endemik: terutama wilayah dengan risiko penularan Hepatitis A melalui makanan, air minum, atau sanitasi yang kurang baik.
Anak dengan penyakit hati kronis: termasuk Hepatitis B atau C kronis, yang memerlukan perlindungan terhadap infeksi Hepatitis A karena berpotensi mengalami komplikasi hati lebih berat. Vaksinasi dilakukan berdasarkan evaluasi dokter.
Kelompok dengan risiko paparan: anak yang memiliki kontak erat dengan penderita Hepatitis A, berada di lingkungan komunal dengan risiko penularan, atau terdampak kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A.
Manfaat utama:
Mencegah infeksi Hepatitis A: merangsang pembentukan antibodi anti-HAV yang membantu melindungi tubuh dari infeksi virus Hepatitis A.
Mengurangi risiko penyakit hati akut: membantu mencegah Hepatitis A bergejala, termasuk penyakit kuning dan komplikasi hati yang dapat memerlukan perawatan medis.
Respons imun cepat: dalam penelitian klinis, lebih dari 95% penerima mencapai kadar antibodi anti-HAV yang dianggap protektif dalam waktu sekitar 2 minggu setelah dosis pertama.
Perlindungan jangka panjang: pemberian dosis kedua memperkuat respons antibodi dan membantu mempertahankan perlindungan selama bertahun-tahun.
Praktis untuk imunisasi anak: menggunakan 2 dosis masing-masing 0,5 mL, tanpa kebutuhan booster rutin tambahan setelah seri lengkap pada individu imunokompeten.
Regimen & waktu terbaik:
- Imunisasi Primer (Usia 12 Bulan–15 Tahun)
- Dosis pertama: 1 dosis 0,5 mL IM yang mengandung 80 ELISA Units (EU) antigen virus Hepatitis A inaktif.
- Dosis kedua (booster): 1 dosis 0,5 mL IM, dianjurkan mulai 6 bulan setelah dosis pertama untuk memberikan perlindungan jangka panjang.
- Interval yang disetujui BPOM: dosis kedua dapat diberikan dalam rentang 6 bulan hingga 10 tahun setelah dosis pertama, sesuai informasi produk terbaru.
- Imunisasi Kejar (Catch-up)
- Anak yang belum pernah divaksin dapat memulai seri vaksinasi sesuai usia dan kondisi kesehatannya.
- Jika dosis kedua terlambat, tidak perlu mengulang dosis pertama. Jadwalkan dosis lanjutan berdasarkan riwayat imunisasi dan evaluasi dokter.
- Vaksinasi Pra-Perjalanan
- Idealnya dosis pertama diberikan ≥14 hari sebelum keberangkatan ke wilayah dengan risiko penularan Hepatitis A.
- Jika perjalanan mendadak, vaksinasi tetap dapat diberikan. Pada anak dengan risiko medis tertentu, dokter dapat mempertimbangkan perlindungan tambahan sesuai pedoman.
Waktu ideal: mulai vaksinasi sejak usia 12 bulan, sebelum kemungkinan paparan meningkat. Walaupun interval dosis kedua yang disetujui dapat mencapai 10 tahun, penyelesaian seri sejak 6–12 bulan setelah dosis pertama merupakan pilihan praktis agar perlindungan jangka panjang terbentuk lebih awal. Tidak diperlukan booster rutin tambahan setelah dua dosis lengkap pada individu imunokompeten.
Perbedaan Avaxim 80 dan Avaxim 160: Avaxim 80 U Pediatric mengandung 80 ELISA Units dalam 0,5 mL dan ditujukan untuk anak usia 12 bulan–15 tahun. Formulasi Avaxim 160 mengandung 160 ELISA Units dan digunakan untuk kelompok usia yang lebih tua sesuai indikasi produk. Pemilihan formulasi harus disesuaikan dengan usia pasien.
Keamanan & perhatian ringkas:
Profil keamanan baik: efek samping umumnya ringan–sedang dan sementara, seperti nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntik, sakit kepala, kelelahan, demam ringan, dan penurunan nafsu makan.
Pada anak kecil: dapat terjadi rewel, mengantuk, gangguan tidur, atau keluhan pencernaan ringan yang biasanya membaik dengan sendirinya.
Penanganan: kompres dingin, cukup cairan, istirahat, serta analgesik/antipiretik sesuai usia dan anjuran tenaga kesehatan bila diperlukan.
Kontraindikasi: riwayat hipersensitivitas berat atau anafilaksis terhadap dosis sebelumnya maupun komponen vaksin, termasuk neomisin yang dapat tersisa dalam jumlah sangat kecil dari proses produksi.
Perhatian khusus: vaksinasi dapat ditunda pada penyakit akut sedang–berat. Pada anak dengan imunodefisiensi atau terapi imunosupresif, respons antibodi mungkin lebih rendah sehingga diperlukan penilaian dokter.
Komposisi Vaksin Avaxim 80 (ringkas)
Satu dosis (0,5 mL) mengandung:
- Virus Hepatitis A inaktif (strain GBM) — 80 ELISA Units (EU).
- Antigen diproduksi menggunakan kultur sel diploid manusia MRC-5, kemudian dimurnikan dan diinaktivasi menggunakan formaldehida.
- Ajuvan:
- Aluminium hidroksida terhidrasi — setara 0,15 mg aluminium (Al³⁺).
- Eksipien:
- 2-fenoksietanol, etanol, formaldehida, medium Hanks 199, polisorbat 80, air untuk injeksi, serta bahan pengatur pH.
- Mengandung 10 mikrogram fenilalanin dan sekitar 2 mg etanol per dosis sesuai informasi produk.
- Dapat mengandung residu neomisin dari proses produksi.
- Tidak mengandung virus hidup sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi Hepatitis A.
- Informasi bahan produksi: berdasarkan informasi produk yang disetujui BPOM, proses pembuatan vaksin ini bersinggungan dengan bahan bersumber babi. Pasien atau orang tua/wali dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai informasi ini.
- Daftar lengkap bahan aktif, ajuvan, dan eksipien tersedia pada tab Kandungan.
Pemberian Avaxim 80 dengan Vaksin Lain
Avaxim 80 U Pediatric merupakan vaksin non-live (inaktif) yang dapat diberikan bersamaan dengan beberapa vaksin rutin anak. Informasi produk mendukung pemberian bersama vaksin yang mengandung difteri, tetanus, pertusis, Hib, polio, serta MMR (campak, gondongan, rubela), dengan lokasi suntik berbeda.
Secara prinsip imunisasi, vaksin Hepatitis A inaktif juga dapat dijadwalkan bersama vaksin lain yang sesuai usia, seperti influenza, Hepatitis B, pneumokokus, atau varisela, berdasarkan rekomendasi imunisasi dan pertimbangan dokter. Gunakan spuit terpisah dan jangan mencampurkan vaksin dalam satu spuit.
Tidak diperlukan interval khusus antara vaksin Hepatitis A inaktif dan vaksin hidup maupun inaktif lainnya. Pemberian beberapa vaksin pada kunjungan yang sama dapat membantu anak menyelesaikan imunisasi tepat waktu tanpa kunjungan berulang yang tidak diperlukan.
Imunoglobulin (IG) dapat diberikan bersamaan dengan Avaxim 80 pada indikasi tertentu, menggunakan lokasi suntik berbeda. Pemberian bersamaan dapat menghasilkan kadar antibodi terukur yang lebih rendah dibanding vaksin saja, tetapi tingkat seroproteksi dalam studi tidak menunjukkan penurunan bermakna.
Vaksin saat hamil / menyusui:
Kehamilan: Avaxim 80 adalah vaksin Hepatitis A inaktif, tetapi data keamanan penggunaan selama kehamilan masih terbatas. Informasi produk menyarankan untuk menghindari penggunaan rutin selama kehamilan kecuali terdapat risiko paparan Hepatitis A yang tinggi. Karena Avaxim 80 ditujukan untuk usia 12 bulan–15 tahun, pasien hamil yang lebih tua harus menggunakan formulasi vaksin yang sesuai usia dan menjalani evaluasi manfaat–risiko oleh dokter.
Menyusui: vaksin Hepatitis A inaktif dapat dipertimbangkan selama menyusui bila terdapat indikasi. Namun, penggunaan Avaxim 80 harus tetap mengikuti batas usia yang disetujui. Pasien menyusui usia dewasa memerlukan formulasi vaksin Hepatitis A untuk kelompok usianya.
Kemasan :

Bentuk sediaan: suspensi injeksi berwarna putih keruh dalam pre-filled syringe 0,5 mL, dosis tunggal.
Penyimpanan: suhu 2–8 °C, terlindung dari cahaya, dan jangan dibekukan.
Merek: Avaxim 80 U Pediatric
Diproduksi oleh: Sanofi Winthrop Industrie, Val-de-Reuil, Prancis
Didaftarkan di Indonesia oleh: PT Kalventis Sinergi Farma
Nomor Izin Edar BPOM: DKI0459702343B1
Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis
Siapa yang Dianjurkan
-
Anak usia 12 bulan–15 tahun yang belum pernah mendapatkan vaksin Hepatitis A, untuk membentuk kekebalan terhadap infeksi virus Hepatitis A (HAV).
-
Anak & remaja yang belum melengkapi vaksinasi Hepatitis A, termasuk yang sudah menerima dosis pertama tetapi belum mendapatkan dosis kedua.
-
Anak yang tinggal atau bepergian ke daerah endemik Hepatitis A, terutama wilayah dengan risiko penularan melalui makanan, air minum, atau sanitasi yang kurang baik.
-
Anak dengan penyakit hati kronis, termasuk Hepatitis B/C kronis, karena infeksi Hepatitis A dapat meningkatkan risiko komplikasi hati berat.
-
Kelompok dengan risiko paparan lebih tinggi, seperti kontak erat penderita Hepatitis A, anak yang terdampak kejadian luar biasa (KLB), atau penghuni lingkungan komunal dengan risiko penularan fekal-oral.
Siapa yang Perlu Ditunda/Pertimbangkan
-
Penyakit akut sedang–berat, dengan atau tanpa demam → tunda vaksinasi hingga kondisi klinis membaik. Penyakit ringan tanpa gangguan kondisi umum biasanya bukan alasan penundaan.
-
Riwayat anafilaksis terhadap dosis Avaxim sebelumnya atau komponen vaksin, termasuk neomisin → merupakan kontraindikasi bila terdapat hipersensitivitas berat.
-
Gangguan perdarahan, trombositopenia, atau penggunaan antikoagulan → memerlukan kehati-hatian sebelum penyuntikan intramuskular.
-
Imunodefisiensi atau terapi imunosupresif → vaksin tetap dapat diberikan karena non-live, tetapi respons antibodi mungkin lebih rendah.
Jadwal & Dosis (IM 0,5 mL)
- Usia 12 bulan–15 tahun (2 dosis)
- Dosis 1: Hari ke-0 — 0,5 mL IM (80 ELISA Units/EU).
- Dosis 2 (booster): mulai 6 bulan setelah dosis pertama untuk mempertahankan perlindungan jangka panjang.
- Interval sesuai informasi produk BPOM: dosis kedua dapat diberikan dalam rentang 6 bulan hingga 10 tahun setelah dosis pertama.
- Imunisasi Kejar (Catch-up)
- Mulai vaksinasi pada anak yang belum pernah menerima imunisasi Hepatitis A.
- Jika dosis kedua terlambat, tidak perlu mengulang seri dari awal. Berikan dosis lanjutan berdasarkan riwayat vaksinasi, usia saat pemberian, dan evaluasi dokter.
- Catatan: rentang 6 bulan hingga 10 tahun merupakan interval yang diizinkan, bukan anjuran untuk sengaja menunda dosis kedua hingga 10 tahun.
- Persiapan Perjalanan
- Idealnya berikan dosis pertama ≥14 hari sebelum keberangkatan ke wilayah dengan risiko Hepatitis A.
- Jika keberangkatan mendadak, vaksinasi tetap dapat diberikan. Pada anak dengan kondisi medis tertentu, dokter dapat mempertimbangkan imunoglobulin (IG) tambahan sesuai pedoman.
- Pasca-Pajanan (Post-Exposure Prophylaxis/PEP)
- Pada anak usia ≥12 bulan yang belum divaksin dan memiliki kontak erat dengan kasus Hepatitis A, vaksin Hepatitis A inaktif dapat digunakan sebagai profilaksis pasca-pajanan, idealnya diberikan sesegera mungkin dalam 14 hari setelah paparan, berdasarkan pedoman dan evaluasi dokter.
- Pada anak dengan imunokompromais atau penyakit hati kronis, dapat diperlukan imunoglobulin tambahan yang diberikan pada lokasi suntik berbeda.
-
Waktu ideal: mulai vaksinasi sejak usia 12 bulan, sebelum risiko paparan meningkat. Walaupun dosis kedua dapat diberikan hingga 10 tahun setelah dosis pertama sesuai informasi produk, penyelesaian seri pada 6–12 bulan merupakan pilihan praktis untuk memperoleh perlindungan jangka panjang lebih awal. Setelah dua dosis lengkap, booster rutin tambahan umumnya tidak diperlukan pada individu imunokompeten.
Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)
-
Avaxim 80 dapat diberikan bersamaan dengan vaksin anak yang sesuai usia, termasuk vaksin yang mengandung difteri, tetanus, pertusis, Hib, polio, dan MMR, menggunakan lokasi suntik berbeda serta spuit terpisah.
-
Secara prinsip, vaksin Hepatitis A inaktif juga dapat diberikan bersama vaksin lain seperti influenza, Hepatitis B, pneumokokus, dan varisela, berdasarkan rekomendasi imunisasi dan pertimbangan dokter.
-
Tidak diperlukan jeda khusus antara Avaxim 80 dan vaksin hidup maupun inaktif lainnya. Jangan mencampurkan vaksin dalam satu spuit.
Siapa yang Perlu Konsultasi Dulu
- Riwayat alergi berat atau anafilaksis terhadap vaksin Hepatitis A, neomisin, atau komponen vaksin lainnya.
- Penyakit hati kronis atau gangguan fungsi hati yang memerlukan strategi pencegahan khusus.
- Gangguan sistem imun, terapi imunosupresif, atau kondisi yang dapat menurunkan respons vaksin.
- Gangguan perdarahan, trombositopenia, hemofilia, atau penggunaan antikoagulan.
- Kontak erat dengan kasus Hepatitis A dalam 14 hari terakhir, untuk menentukan kebutuhan profilaksis pasca-pajanan dan kemungkinan pemberian imunoglobulin.
- Riwayat dosis pertama dengan merek vaksin Hepatitis A berbeda, untuk memastikan kelanjutan seri sesuai rekomendasi imunisasi.
Persiapan & Pasca-Vaksin
-
Informasikan riwayat alergi, imunisasi sebelumnya, penyakit kronis, dan obat yang sedang digunakan. Pastikan anak cukup makan dan minum sebelum vaksinasi.
-
Efek samping umum meliputi nyeri/kemerahan di lokasi suntik, sakit kepala, lelah, demam ringan, rewel, atau penurunan nafsu makan sementara. Keluhan umumnya membaik dalam 1–3 hari.
-
Observasi minimal 15 menit setelah penyuntikan untuk memantau reaksi alergi segera atau sinkop. Hubungi tenaga kesehatan bila muncul gejala berat atau tidak biasa.
-
Lengkapi dosis kedua sesuai jadwal yang disepakati dengan dokter dan simpan catatan vaksinasi sebagai dokumentasi imunisasi jangka panjang.
Zat Aktif
Nama produk: Avaxim 80 U Pediatric – Vaksin Hepatitis A Anak (80 ELISA Units)
Tipe: Non-live (virus inaktif); mengandung antigen virus Hepatitis A (strain GBM) yang diproduksi menggunakan kultur sel diploid manusia MRC-5, kemudian dimurnikan dan diinaktivasi untuk merangsang pembentukan antibodi anti-HAV tanpa menyebabkan infeksi Hepatitis A.
Komposisi per dosis
Satu dosis (0,5 mL, IM) mengandung:
- Virus Hepatitis A inaktif (strain GBM) — 80 ELISA Units (EU).
- Ajuvan: aluminium hidroksida terhidrasi, setara dengan 0,15 mg aluminium (Al³⁺), untuk meningkatkan respons imun terhadap antigen Hepatitis A.
- Eksipien: 2-fenoksietanol, etanol, formaldehida, medium Hanks 199 (mengandung asam amino, garam mineral, dan vitamin), polisorbat 80, serta air untuk injeksi.
- Pengatur pH: asam klorida dan natrium hidroksida.
- Kandungan yang perlu diperhatikan:
- Fenilalanin: 10 mikrogram per dosis; perlu diperhatikan pada pasien dengan fenilketonuria (PKU).
- Etanol: sekitar 2 mg per dosis, dalam jumlah sangat kecil yang tidak diperkirakan menimbulkan efek klinis bermakna.
- Natrium & kalium: masing-masing kurang dari 1 mmol per dosis.
- Residu proses produksi: dapat mengandung jejak neomisin yang digunakan selama proses pembuatan. Riwayat hipersensitivitas berat terhadap komponen vaksin perlu dievaluasi sebelum pemberian.
- Karakteristik: mengandung virus yang telah diinaktivasi, sehingga tidak dapat bereplikasi atau menyebabkan infeksi Hepatitis A.
Sediaan & Penanganan
- Bentuk: suspensi injeksi siap pakai dalam pre-filled syringe 0,5 mL untuk dosis tunggal.
- Penyimpanan: simpan pada suhu 2–8 °C dalam lemari pendingin, terlindung dari cahaya, dan jangan dibekukan. Vaksin yang pernah membeku tidak boleh digunakan.
- Pemeriksaan visual: vaksin berupa suspensi putih keruh. Kocok sebelum digunakan hingga suspensi homogen, kemudian periksa adanya partikel asing atau perubahan warna yang tidak normal.
- Jangan digunakan apabila ditemukan partikel asing, perubahan warna, kerusakan kemasan, atau vaksin telah melewati tanggal kedaluwarsa.
- Rute: IM (intramuskular), terutama pada otot deltoid untuk anak yang lebih besar atau paha anterolateral pada anak kecil sesuai usia dan perkembangan otot.
- Perhatian rute: jangan diberikan secara intravena (IV) atau intradermal. Hindari penyuntikan pada area gluteal. Pada pasien dengan trombositopenia atau risiko perdarahan, rute subkutan dapat dipertimbangkan secara khusus apabila sesuai informasi produk dan penilaian dokter.
- Koadministrasi: bila diberikan bersamaan dengan vaksin lain, gunakan spuit dan lokasi suntik berbeda. Jangan mencampurkan Avaxim 80 dengan vaksin atau obat lain dalam satu spuit.
- Penanganan limbah: buang jarum suntik, kemasan, dan sisa produk sesuai prosedur pengelolaan limbah medis dan benda tajam.
Kata kunci tercakup: Avaxim 80 U Pediatric, kandungan vaksin Hepatitis A anak, virus Hepatitis A inaktif strain GBM, 80 ELISA Units, sel MRC-5, aluminium hidroksida 0,15 mg, 2-fenoksietanol, fenilalanin, neomisin, 0,5 mL IM, non-live, penyimpanan 2–8 °C.
Efikasi & Perlindungan
Bagaimana melindungi:
- Avaxim 80 U Pediatric mengandung virus Hepatitis A (HAV) strain GBM yang telah diinaktivasi dan diadsorpsi pada ajuvan aluminium hidroksida. Vaksin merangsang pembentukan antibodi anti-HAV yang mampu menetralkan virus dan membantu mencegah infeksi Hepatitis A.
- Antibodi netralisasi membantu menghambat infeksi HAV sebelum virus berkembang biak di hati, sehingga menurunkan risiko hepatitis akut, penyakit kuning (jaundice), serta komplikasi hati, termasuk gagal hati akut pada kasus berat.
- Vaksinasi membentuk memori imun jangka panjang. Pemberian dosis kedua (booster) meningkatkan kadar antibodi secara bermakna dan membantu mempertahankan perlindungan selama bertahun-tahun.
Tingkat efektivitas (ringkas):
- Imunogenisitas tinggi: lebih dari 95% anak usia 12 bulan–15 tahun mencapai kadar antibodi anti-HAV yang dianggap protektif (≥20 mIU/mL) dalam waktu sekitar 2 minggu setelah dosis pertama.
- Respons menurut kelompok usia: analisis gabungan studi klinis menunjukkan seroproteksi dalam 2–4 minggu setelah dosis pertama sebesar 99,1% pada usia 12–23 bulan, 97,9% pada usia 2–11 tahun, dan 95,3% pada usia 12–15 tahun.
- Respons setelah dosis kedua: kadar antibodi meningkat sekitar 30 kali lipat setelah dosis kedua yang diberikan 6 bulan setelah dosis pertama. Dalam analisis gabungan, rerata geometrik titer antibodi meningkat dari sekitar 210 menjadi 6.560 mIU/mL.
- Perlindungan klinis: vaksin Hepatitis A inaktif terbukti efektif mencegah Hepatitis A bergejala. Namun, angka seroproteksi di atas merupakan hasil pemeriksaan antibodi (imunogenisitas), bukan persentase efektivitas klinis secara langsung.
- Catatan: Avaxim 80 hanya memberikan perlindungan terhadap Hepatitis A, bukan Hepatitis B, C, D, atau E. Vaksin tidak menggantikan kebiasaan mencuci tangan, menjaga keamanan makanan, dan menggunakan air minum yang aman.
Onset & durasi proteksi:
- Onset: perlindungan awal mulai terbentuk dalam waktu sekitar 14 hari setelah dosis pertama. Sebagian besar anak mencapai kadar antibodi protektif dalam 2–4 minggu, sehingga vaksinasi sebaiknya dilakukan sebelum kemungkinan paparan.
- Durasi: studi tindak lanjut Avaxim 80 menunjukkan persistensi antibodi protektif hingga 14–15 tahun setelah pemberian 2 dosis. Pemodelan berdasarkan data tersebut memperkirakan sekitar 87,5% anak tetap memiliki kadar antibodi protektif hingga 30 tahun setelah vaksinasi lengkap.
- Dosis kedua: dianjurkan mulai 6 bulan setelah dosis pertama. Sesuai informasi produk BPOM yang diperbarui pada 2026, dosis kedua dapat diberikan dalam rentang 6 bulan hingga 10 tahun setelah dosis pertama. Namun, penyelesaian seri pada 6–12 bulan merupakan pilihan praktis untuk membentuk perlindungan jangka panjang lebih awal.
- Booster tambahan: setelah seri 2 dosis lengkap, booster rutin tambahan umumnya tidak diperlukan pada individu imunokompeten. Durasi perlindungan dapat bervariasi menurut kondisi imun dan karakteristik individu.
Avaxim 80 bukan terapi untuk Hepatitis A aktif. Vaksin tidak mengobati infeksi yang sudah terjadi. Namun, vaksin Hepatitis A inaktif dapat digunakan sebagai profilaksis pasca-pajanan (PEP) pada anak yang belum memiliki kekebalan, bila diberikan sesegera mungkin dalam 14 hari setelah paparan. Pada anak dengan penyakit hati kronis atau imunokompromais, dokter dapat mempertimbangkan imunoglobulin (IG) tambahan sesuai pedoman klinis.
Kelompok manfaat terbesar:
- Anak usia 12 bulan–15 tahun yang belum mendapatkan vaksinasi Hepatitis A, terutama sebelum memasuki lingkungan sekolah, penitipan anak, atau aktivitas sosial yang meningkatkan risiko paparan.
- Pelancong ke daerah endemik Hepatitis A, termasuk anak yang bepergian ke wilayah dengan risiko kontaminasi makanan, air minum, atau sanitasi yang kurang baik.
- Anak dengan penyakit hati kronis, termasuk Hepatitis B/C kronis, karena infeksi HAV dapat menyebabkan komplikasi hati yang lebih berat.
- Kontak erat penderita Hepatitis A & kelompok terdampak KLB, terutama anak yang belum divaksin dan membutuhkan perlindungan pasca-pajanan.
- Anak dalam lingkungan komunal berisiko, seperti asrama atau fasilitas dengan potensi penularan fekal-oral, berdasarkan penilaian risiko dan kondisi epidemiologis.
Kata kunci tercakup: Avaxim 80 U Pediatric, efektivitas vaksin Hepatitis A anak, antibodi anti-HAV, seroproteksi ≥95%, onset 14 hari, perlindungan hingga 30 tahun berdasarkan pemodelan, dosis kedua 6 bulan–10 tahun, vaksin Hepatitis A usia 12 bulan–15 tahun, profilaksis pasca-pajanan Hepatitis A, pencegahan hepatitis akut.
Indikasi & Posologi
Indikasi
Avaxim 80 U Pediatric (vaksin Hepatitis A inaktif, 80 ELISA Units) diindikasikan untuk imunisasi aktif guna mencegah infeksi Hepatitis A yang disebabkan oleh Hepatitis A virus (HAV) pada anak usia 12 bulan hingga 15 tahun, terutama:
Anak usia 12 bulan–15 tahun: untuk membentuk kekebalan terhadap Hepatitis A sejak dini, termasuk anak yang belum pernah menerima vaksinasi atau belum menyelesaikan seri imunisasi.
Pelancong ke daerah endemik: anak yang akan bepergian atau tinggal di wilayah dengan risiko penularan Hepatitis A melalui makanan, minuman, dan sanitasi yang kurang baik.
Kelompok risiko medis: anak dengan penyakit hati kronis, termasuk Hepatitis B/C kronis, yang berisiko mengalami komplikasi lebih berat apabila terinfeksi Hepatitis A.
Kelompok risiko paparan: kontak erat penderita Hepatitis A, anak yang terdampak kejadian luar biasa (KLB), serta individu dalam lingkungan komunal dengan risiko penularan fekal-oral.
Catatan batasan: Avaxim 80 tidak melindungi terhadap Hepatitis B, C, D, atau E dan tidak mengobati infeksi Hepatitis A yang sudah terjadi. Vaksinasi tidak menggantikan praktik kebersihan tangan, keamanan makanan, dan sanitasi air.
Posologi (Dosis & Jadwal)
Rute: IM (intramuskular) pada otot deltoid atau paha anterolateral sesuai usia dan perkembangan otot; jangan IV atau intradermal.
Dosis: 0,5 mL (80 ELISA Units) per suntikan untuk anak usia 12 bulan–15 tahun.
Regimen utama (usia 12 bulan–15 tahun): satu dosis primer 0,5 mL IM, diikuti dosis kedua untuk memperkuat dan mempertahankan perlindungan jangka panjang.
Dosis kedua (booster): berikan 0,5 mL IM mulai 6 bulan setelah dosis pertama. Berdasarkan pembaruan informasi produk BPOM Juli 2026, dosis kedua dapat diberikan dalam rentang 6 bulan hingga 10 tahun setelah dosis pertama. Penyelesaian pada 6–12 bulan merupakan pilihan praktis agar perlindungan jangka panjang terbentuk lebih awal.
Imunisasi kejar (catch-up): bila dosis kedua terlambat, tidak perlu mengulang seri dari awal. Berikan dosis lanjutan berdasarkan riwayat vaksinasi, usia pasien saat pemberian, dan evaluasi dokter. Bila pasien telah melewati batas usia formulasi pediatrik, pemilihan vaksin lanjutan perlu disesuaikan dengan informasi produk.
Penjadwalan perjalanan: idealnya berikan dosis pertama ≥14 hari sebelum keberangkatan ke daerah berisiko. Bila keberangkatan mendadak, vaksinasi tetap dapat diberikan; pada kelompok dengan risiko medis tertentu, pertimbangkan imunoglobulin (IG) tambahan sesuai pedoman klinis.
Profilaksis pasca-pajanan (PEP): pada anak usia ≥12 bulan yang belum memiliki kekebalan dan mengalami kontak erat dengan penderita Hepatitis A, vaksin Hepatitis A inaktif dapat digunakan sebagai profilaksis pasca-pajanan berdasarkan pedoman imunisasi, idealnya diberikan sesegera mungkin dalam 14 hari setelah paparan. Pada pasien imunokompromais atau dengan penyakit hati kronis, dokter dapat mempertimbangkan imunoglobulin tambahan. Penggunaan untuk PEP mengikuti pedoman klinis yang berlaku.
Usia <12 bulan: Avaxim 80 tidak diindikasikan untuk imunisasi rutin pada kelompok usia ini. Bila terdapat risiko paparan Hepatitis A, konsultasikan strategi pencegahan alternatif sesuai usia dan pedoman klinis.
Usia di atas 15 tahun: gunakan formulasi vaksin Hepatitis A yang sesuai kelompok usia, seperti Avaxim 160, berdasarkan informasi produk dan rekomendasi dokter.
Booster tambahan: setelah seri 2 dosis lengkap, booster rutin tambahan umumnya tidak diperlukan pada individu imunokompeten.
Bukan terapi: vaksin tidak mengobati Hepatitis A aktif dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun penanganan medis pada pasien dengan gejala hepatitis akut.
Catatan Praktis
Koadministrasi: Avaxim 80 dapat diberikan bersamaan dengan vaksin anak yang sesuai usia, termasuk vaksin yang mengandung difteri, tetanus, pertusis, Hib, polio, dan MMR, menggunakan lokasi suntik berbeda dan spuit terpisah. Vaksin Hepatitis A inaktif juga dapat dijadwalkan bersama vaksin lain berdasarkan rekomendasi imunisasi dan pertimbangan dokter.
Higiene & pencegahan tambahan: biasakan mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi air minum aman, memastikan makanan matang, serta menjaga sanitasi lingkungan. Hepatitis A terutama ditularkan melalui jalur fekal-oral.
Gangguan perdarahan/antikoagulan: penyuntikan IM memerlukan kehati-hatian pada pasien dengan trombositopenia, hemofilia, atau penggunaan antikoagulan. Gunakan teknik injeksi yang sesuai dan penekanan lebih lama tanpa menggosok. Rute subkutan hanya dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu sesuai informasi produk dan evaluasi dokter.
Imunokompromais: vaksin dapat diberikan karena non-live, tetapi respons antibodi mungkin lebih rendah. Pada pasien dengan imunosupresi berat, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan anti-HAV atau evaluasi respons imun setelah vaksinasi.
Kontraindikasi & penundaan: riwayat anafilaksis terhadap dosis sebelumnya atau komponen vaksin, termasuk neomisin, merupakan kontraindikasi bila terbukti hipersensitivitas berat. Tunda vaksinasi pada penyakit akut sedang–berat hingga kondisi membaik; penyakit ringan tanpa gangguan kondisi umum biasanya bukan alasan penundaan.
Interchangeability: bila dosis pertama menggunakan merek vaksin Hepatitis A inaktif lain, penyelesaian seri dengan merek berbeda dapat dipertimbangkan sesuai rekomendasi imunisasi dan informasi produk. Dokumentasikan merek, dosis, serta tanggal pemberian sebelumnya.
Dokumentasi: catat tanggal vaksinasi, nomor batch, lokasi suntik, dan jadwal dosis kedua. Simpan riwayat imunisasi untuk memastikan seri vaksinasi diselesaikan dengan benar.
Kata kunci tercakup: Avaxim 80 U Pediatric, indikasi vaksin Hepatitis A anak, dosis Avaxim 80 0,5 mL, 80 ELISA Units, jadwal vaksin Hepatitis A 2 dosis, booster 6 bulan–10 tahun, vaksin Hepatitis A usia 12 bulan–15 tahun, imunisasi kejar, profilaksis pasca-pajanan Hepatitis A, vaksin Hepatitis A sebelum perjalanan.
Profil Keamanan Singkat
Avaxim 80 U Pediatric adalah vaksin non-live (virus Hepatitis A inaktif, strain GBM) dengan profil keamanan baik pada anak usia 12 bulan–15 tahun. Karena virus telah diinaktivasi, vaksin tidak dapat menyebabkan infeksi Hepatitis A. Efek samping umumnya ringan–sedang, bersifat sementara, dan biasanya membaik dalam ±1–3 hari.
Efek Samping Umum (0–7 hari)
Lokal (di tempat suntik, IM):
-
Nyeri, kemerahan, bengkak/indurasi, atau rasa tidak nyaman saat area suntikan disentuh. Biasanya ringan dan pulih sendiri.
Sistemik:
-
Sakit kepala, lelah, demam ringan, nyeri otot, atau rasa kurang nyaman pada tubuh.
-
Pada anak kecil dapat terjadi rewel (iritabilitas), mengantuk, gangguan tidur, penurunan nafsu makan sementara, serta kadang mual, muntah, atau diare.
Penanganan mandiri: kompres dingin pada area suntikan, cukup minum, istirahat, dan gunakan analgesik/antipiretik sesuai usia, berat badan, serta anjuran tenaga kesehatan bila diperlukan. Hindari pemberian aspirin pada anak tanpa indikasi medis khusus.
Reaksi Sedang–Berat (Jarang)
-
Reaksi lokal lebih luas (bengkak meluas atau nyeri hebat) — biasanya membaik dalam beberapa hari; lakukan evaluasi bila semakin berat atau menetap.
-
Demam tinggi (≥38,5 °C), muntah berulang, atau keluhan sistemik yang mengganggu aktivitas — memerlukan penilaian klinis bila berat atau berkepanjangan.
-
Reaksi alergi berat/anafilaksis sangat jarang, tetapi dapat ditandai dengan sesak napas, pembengkakan wajah atau tenggorokan, urtikaria menyeluruh, atau penurunan kesadaran → darurat medis.
-
Sinkop (pingsan) dapat terjadi terkait prosedur penyuntikan, terutama pada anak yang lebih besar dan remaja. Lakukan vaksinasi dalam posisi aman dan observasi setelah penyuntikan.
Kontraindikasi & Penundaan
-
Kontraindikasi: riwayat anafilaksis terhadap dosis Avaxim sebelumnya atau hipersensitivitas berat terhadap komponen vaksin, termasuk neomisin yang dapat tersisa dalam jumlah sangat kecil dari proses produksi.
-
Tunda: penyakit akut sedang–berat, dengan atau tanpa demam, hingga kondisi klinis membaik. Infeksi ringan seperti pilek tanpa gangguan kondisi umum biasanya bukan alasan penundaan.
-
Usia <12 bulan: Avaxim 80 tidak diindikasikan untuk imunisasi rutin pada kelompok usia ini. Konsultasikan strategi pencegahan alternatif bila terdapat risiko paparan Hepatitis A.
Populasi Khusus
-
Kehamilan: Avaxim 80 merupakan vaksin inaktif, tetapi data penggunaan selama kehamilan masih terbatas. Vaksinasi Hepatitis A dapat dipertimbangkan bila risiko paparan tinggi, berdasarkan evaluasi manfaat–risiko. Pada pasien hamil yang berusia di atas batas indikasi Avaxim 80, gunakan formulasi vaksin Hepatitis A sesuai usia.
-
Menyusui: vaksin Hepatitis A inaktif dapat dipertimbangkan bila ada indikasi. Namun, pemilihan formulasi harus tetap mengikuti kelompok usia penerima vaksin; Avaxim 80 bukan formulasi rutin untuk orang dewasa.
-
Gangguan perdarahan/antikoagulan: penyuntikan IM memerlukan kehati-hatian. Gunakan jarum dan teknik sesuai kondisi pasien, kemudian lakukan penekanan lebih lama tanpa menggosok. Rute subkutan dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu bila sesuai informasi produk dan keputusan dokter.
-
Imunokompromais: vaksin non-live umumnya dapat diberikan, tetapi respons antibodi mungkin lebih rendah. Pada pasien dengan imunosupresi berat atau kondisi medis tertentu, dokter dapat mempertimbangkan evaluasi respons anti-HAV setelah vaksinasi.
-
Penyakit hati kronis: vaksinasi Hepatitis A dianjurkan karena infeksi HAV dapat menyebabkan komplikasi hati yang lebih berat. Jadwal dan pemantauan disesuaikan dengan kondisi klinis pasien.
Interaksi/Koadministrasi
-
Avaxim 80 dapat diberikan bersamaan dengan vaksin anak yang sesuai usia, termasuk vaksin yang mengandung difteri, tetanus, pertusis, Hib, polio, dan MMR, menggunakan lokasi suntik berbeda serta spuit terpisah.
-
Secara prinsip imunisasi, vaksin Hepatitis A inaktif juga dapat dijadwalkan bersama vaksin lain seperti Hepatitis B, influenza, pneumokokus, dan varisela, berdasarkan rekomendasi imunisasi serta pertimbangan dokter.
-
Tidak diperlukan jeda khusus dengan vaksin hidup maupun inaktif lainnya. Jangan mencampurkan Avaxim 80 dengan vaksin atau obat lain dalam satu spuit.
-
Imunoglobulin (IG): pada indikasi tertentu, seperti profilaksis pasca-pajanan, imunoglobulin dapat diberikan bersamaan dengan vaksin Hepatitis A menggunakan lokasi suntik berbeda. Pemberian bersama dapat menurunkan kadar antibodi terukur dibandingkan vaksin saja, tetapi perlindungan klinis tetap diharapkan.
Setelah Vaksin di Vaxcorp
-
Observasi minimal 15 menit pasca suntik untuk memantau sinkop, reaksi alergi segera, atau keluhan awal lainnya.
-
Berikan edukasi tertulis pasca-vaksin kepada orang tua/wali, termasuk efek samping umum, tanda bahaya, dan akses hotline/WhatsApp Vaxcorp Indonesia untuk konsultasi keluhan.
-
Catat tanggal vaksinasi, nomor batch, dan jadwal dosis kedua dalam rekam medis serta dokumentasi imunisasi pasien. Dosis kedua dianjurkan mulai 6 bulan setelah dosis pertama.
-
Dugaan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) signifikan akan dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur yang berlaku.
*Harga vaksinasi per dosis per pax. *Harga sudah termasuk biaya pelayanan;
Biaya pelayanan termasuk:
Konsultasi & Tindakan Dokter
Alat Habis Pakai
Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi
Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)
Lokasi:
Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia
