Arexvy – Vaksin RSV Respiratory Syncytial Virus

Rp3.699.000,00

Paket ≥ 20 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Jadwalkan Layanan

Deskripsi

  • Ringkasan
  • Anjuran
  • Kandungan
  • Efikasi
  • Indikasi
  • Keamanan

Arexvy – Vaksin RSV Respiratory Syncytial Virus

Vaksin RSV Rekombinan Arexvy adalah vaksin yang dirancang sebagai perlindungan aktif untuk orang dewasa berusia 60 tahun ke atas terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB; penyakit paru-paru seperti bronkitis atau pneumonia) yang disebabkan oleh Respiratory Syncytial Virus (RSV) — Baca: RES-puh-rah-toh-ree SIN-sih-tee-uhl VY-rus.

Vaksin ini juga dapat digunakan pada orang dewasa berusia 50 hingga 59 tahun yang berisiko tinggi terkena infeksi yang disebabkan oleh RSV.

Arexvy mengandung versi protein yang ditemukan pada permukaan virus yang disebut RSVPreF3.


Siapa yang disarankan:

  • Lansia ≥60 tahun (imunokompeten maupun dengan komorbid).

  • Dewasa 50–59 tahun berisiko (mis. PPOK/asma, penyakit jantung, diabetes, ginjal/hati kronis, obesitas, imunokompromais) — sesuai ketersediaan & rekomendasi setempat melalui shared decision-making dengan dokter.

Penggunaan vaksin ini pada:

  • dewasa berusia di bawah 50 tahun; dan
  • dewasa berusia di atas 18 tahun yang sedang atau akan berisiko lebih tinggi karena:
    • defisiensi imunitas primer yang disebabkan oeh penyakit bawaan — contoh: Autoimmune Lymphoproliferative Syndrome (ALPS), Chronic Granulomatous Disease (CGD), CTLA4 Deficiency, dsb.
    • defisiensi imunitas sekunder yang disebabkan oleh penyakit yang didapat — contoh: HIV AIDS.
    • defisiensi imunitas sekunder sebagai dampak dari pengobatan tertentu — konsumsi steroid jangka panjang, dalam pengobatan kemoterapi / radiasi, imunosupresi pasca transplantasi organ, dsb.

belum direkomendasikan karena penelitian terkait kemanjuran (efikasi) dan keamanannya masih sedang berlangsung sehingga saat ini belum termasuk indikasi penggunaan vaksin Arexvy.


Manfaat utama:

  • Menurunkan risiko RSV-LRTD, kunjungan IGD/rawat inap, dan perburukan komorbid respiratori/kardiovaskular.
  • Vaksin non-live (tidak mengandung virus hidup), cocok untuk lansia/komorbid.


Regimen & waktu terbaik:

  • Dosis tunggal 0,5 mL IM (deltoid).

  • Booster/rivaksinasi: belum direkomendasikan rutin; data jangka panjang masih berjalan—ikuti arahan dokter/otoritas setempat.

  • Timing Indonesia: RSV dapat beredar sepanjang tahun dengan kecenderungan puncak saat musim hujan; vaksinasi dapat dilakukan kapan pun, idealnya sebelum periode puncak lokal.


Keamanan & perhatian ringkas:

  • Reaksi pasca vaksinasi umumnya tanpa keluhan hingga ringan–sedang. Apabila ada keluhan umumnya bersifat sementara (1–3 hari): nyeri/kemerahan/bengkak di lokasi suntik, lelah, nyeri otot, sakit kepala, demam ringan/meriang.

  • Penanganan: kompres dingin, hidrasi, istirahat; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.

  • Populasi khusus:

    • Lansia & komorbid (PPOK/asma, penyakit jantung, DM, ginjal/hati, obesitas): justru prioritas karena risiko RSV lebih tinggi.

    • Imunokompromais: Arexvy bukan vaksin hidup; umumnya dapat diberikan—ikuti jadwal dokter yang merawat.

    • Kehamilan: tidak ditujukan untuk penggunaan saat hamil; untuk proteksi maternal-neonatal, diskusikan opsi vaksin RSV yang memang diindikasikan pada kehamilan (bila tersedia).

    • Menyusui: data terbatas; dapat dipertimbangkan berdasarkan manfaat–risiko klinis.


Komposisi Vaksin Arexvy

Satu dosis (0,5 mL) mengandung:

  • Antigen: RSVPreF3 120 µg (diproduksi pada sel CHO dengan teknologi DNA rekombinan).

  • Adjuvan sistem AS01ᵉ (liposomal): MPL 25 µg + QS-21 25 µg (setengah dosis vs AS01ᵇ). Liposom tersusun dari DOPC + kolesterol dalam PBS.

Eksipien utama: trehalosa, fosfat (disodium/potassium), NaCl, air untuk injeksi; liofilisat juga mengandung polisorbat 80.


Pemberian Arexvy dengan Vaksin Lain

Arexvy (vaksin RSV rekombinan, non-live dengan adjuvan) dapat diberikan bersamaan dengan vaksin influenza inaktif, selama lokasi suntik berbeda (mis. deltoid kiri/kanan). Berdasarkan kebutuhan proteksi respiratori pada lansia/komorbid, tenaga kesehatan juga dapat mempertimbangkan koadministrasi dengan pneumokokus (PCV20) atau zoster (Shingrix) pada kunjungan yang sama—tetap di titik suntik yang terpisah.

Koadministrasi membantu mengurangi kunjungan tanpa penurunan respons imun yang bermakna pada populasi target. Harapkan reaksi lokal (nyeri/kemerahan/bengkak) dan keluhan sistemik ringan (lelah/nyeri otot/demam ringan) bisa terasa sedikit lebih menonjol saat beberapa vaksin diberikan di hari yang sama—umumnya ringan & sementara. Nakes akan menentukan kombinasi dan lokasi suntik terbaik berdasarkan usia, komorbid, prioritas proteksi (RSV, flu, COVID-19, pneumokokus, zoster), serta jadwal pengobatan pasien.

Vaksin saat hamil / menyusui:

Kehamilan: Arexvy tidak ditujukan untuk penggunaan saat hamil. Bukti pada ibu hamil masih terbatas, sehingga pemberian umumnya ditunda hingga setelah persalinan, kecuali ada pertimbangan klinis khusus berdasarkan shared decision-making bersama dokter kandungan. Untuk perlindungan bayi baru lahir terhadap RSV, diskusikan opsi program pencegahan khusus kehamilan/bayi yang direkomendasikan otoritas setempat.

Menyusui: Data pada ibu menyusui terbatas, namun Arexvy adalah vaksin non-live (bukan virus hidup) sehingga tidak diharapkan menyebabkan infeksi. Pemberian dapat dipertimbangkan bila manfaat bagi ibu (mis. risiko RSV tinggi karena usia/komorbid) dinilai lebih besar daripada potensi risikonya. Konsultasikan dengan dokter untuk penentuan waktu terbaik dan koadministrasi dengan vaksin lain bila diperlukan.


Kemasan :

Arexvy - Vaksin RSV Vaksin Respiratory Syncytial Virus - Vial

Merek: Arexvy

Diproduksi oleh: GlaxoSmithKline (GSK), UK

Dikemas oleh: PT GlaxoSmithKline Indonesia

Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis

Siapa yang Dianjurkan

  • Dewasa 50–59 tahun, terutama jika berisiko tinggi (komorbid): PPOK/asma, penyakit jantung, diabetes, ginjal/hati kronis, obesitas. Pemberian pada kelompok imunokompromais berdasarkan shared decision-making dengan dokter.

  • Lansia ≥60 tahun (imunokompeten maupun dengan komorbid) merupakan populasi PRIORITAS!
  • Penghuni panti jompo/komunitas lansia, tenaga caregiver, dan mereka dengan riwayat eksaserbasi respiratori berulang.


Jadwal & Dosis (ringkas, IM deltoid 0,5 mL)

  • 0,5 mL IM (deltoid) sekali (single dose).

  • Booster/rivaksinasi: belum direkomendasikan rutin; ikuti evaluasi klinis & arahan otoritas setempat.

  • Waktu pemberian (konteks Indonesia)

    • RSV dapat beredar sepanjang tahun dengan kecenderungan puncak saat musim hujan.

    • Vaksin kapan pun bermanfaat; idealnya sebelum periode puncak lokal (mis. pra-musim hujan) atau saat kunjungan tahunan komorbid.


Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)

  • Dapat bersama influenza inaktif dan/atau COVID-19 (lokasi suntik berbeda).

  • Bisa dikombinasikan dengan pneumokokus (PCV20) atau zoster (Shingrix) pada kunjungan yang sama sesuai kebutuhan proteksi respiratori—tetap di titik suntik terpisah.


Siapa yang Perlu Konsultasi Dulu

  • Riwayat alergi berat/anafilaksis terhadap komponen vaksin.
  • Demam ≥38 °C/penyakit akut sedang–berat (tunda).

  • Gangguan imun berat, terapi biologik/kemoterapi aktif, atau riwayat peristiwa neurologis baru (nilai manfaat–risiko).

  • Kehamilan/menyusui: data terbatas—tentukan secara individual; Arexvy umumnya tidak ditujukan untuk kehamilan.


Persiapan & Pasca-Vaksin

  • Bawa riwayat alergi/obat, makan minum cukup, istirahat.

  • Efek samping umum: nyeri/kemerahan suntikan, lelah, nyeri otot, demam ringan (1–3 hari). Kompres dingin & analgesik OTC bila perlu.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; hubungi kami bila gejala berat/berkepanjangan.

Zat Aktif

Nama produk: Arexvy – Vaksin RSV rekombinan (RSVPreF3) beradjuvan AS01ᵉ
Tipe: Non-live; menarget protein fusi RSV bentuk prefusi (RSVPreF3) untuk memicu kekebalan terhadap RSV.


Komposisi per dosis

  • Antigen: RSVPreF31 120 µg (diproduksi pada sel CHO dengan teknologi DNA rekombinan).

  • Adjuvan sistem AS01ᵉ (liposomal)2,3: MPL 25 µg + QS-21 25 µg (setengah dosis vs AS01ᵇ). Liposom tersusun dari DOPC + kolesterol dalam PBS.

Eksipien utama: trehalosa, fosfat (disodium/potassium), NaCl, air untuk injeksi; liofilisat juga mengandung polisorbat 80.

1 Glikoprotein F rekombinan Respiratory Syncytial Virus distabilkan dalam konformasi pra-fusi = RSVPreF3
2 RSVPreF3 diproduksi dalam sel Chinese Hamster Ovary (CHO) melalui teknologi DNA rekombinan
3 diberi adjuvan AS01E yang mengandung:
- ekstrak tumbuhan Quillaja saponaria Molina, fraksi 21 (QS-21): 25 micrograms
- 3-O-desacyl-4’-monophosphoryl lipid A (MPL) from Salmonella minnesota: 25 micrograms


Sediaan & penanganan

  • Dua vial terpisah: 1) bubuk antigen (liofilisat), 2) suspensi adjuvan AS01ᵉrekonstitusi menjadi 0,5 mL dosis tunggal IM (deltoid).

  • Pemerian visual: setelah rekonstitusi menjadi suspensi; gunakan bila tampak homogen dan bebas partikel asing.

  • Penyimpanan: 2–8 °C, jangan dibekukan; ikuti petunjuk stabilitas pasca-rekonstitusi pada PI/SK setempat.

Kata kunci tercakup: kandungan Arexvy, RSVPreF3 120 µg, AS01E MPL 25 µg QS-21 25 µg, vaksin RSV rekombinan non-live, CHO, DOPC kolesterol, dosis 0,5 mL IM, penyimpanan 2–8°C.

Efikasi & Perlindungan

Hasil uji klinis (dewasa ≥60 th):

  • Musim pertama: menurunkan risiko RSV–LRTD sebesar 82,6% dan RSV–LRTD berat 94,1% vs plasebo; proteksi konsisten pada usia ≥70 th. U.S. Food and Drug Administration

  • Serotipe: efikasi terhadap RSV-A 84,6% dan RSV-B 80,9%. U.S. Food and Drug Administration

  • Gabungan 2 musim: efikasi kumulatif ±67% terhadap RSV-LRTD, termasuk pada peserta dengan ≥1 komorbid. AREXVY

  • Gabungan 3 musim: efikasi kumulatif 62,9% terhadap RSV-LRTD dan 67,4% terhadap kasus berat; pada musim ke-3 saja, efikasi 48,0% terhadap RSV-LRTD. (Data pemantauan jangka panjang; riset rivaksinasi masih berjalan).


Efektivitas dunia nyata (RWE) & implikasi praktik:

  • Analisis RWE awal menunjukkan vaksinasi RSV pada lansia berasosiasi dengan penurunan rawat inap karena RSV (perkiraan ~75% dalam beberapa seting), mendukung manfaat populasi di kelompok berisiko. (Angka bervariasi menurut studi/populasi). ScienceDirect

  • Dosis tunggal IM 0,5 mL memberikan proteksi bermakna pada 1–2 musim; penurunan efikasi musiman menegaskan pentingnya penilaian risiko tahunan dan potensi kebijakan revaksinasi di masa depan sesuai otoritas setempat.


Onset & durasi proteksi:

  • Efikasi dinilai mulai ≥15 hari setelah vaksinasi; pada uji fase 3, Arexvy menurunkan risiko RSV-LRTD secara bermakna ketika kejadian dihitung dari hari ke-15 pasca suntik.
  • Data klinis menunjukkan proteksi bertahan hingga ~2 tahun (≈23 bulan) dengan sedikit penurunan dari musim ke musim; CDC menyimpulkan satu dosis memberi perlindungan setidaknya dua tahun sambil terus memantau efektivitas dunia nyata. Analisis multimusim GSK menunjukkan efikasi kumulatif ~63% terhadap RSV-LRTD dalam tiga musim, dengan penurunan di musim ke-3.
  • Karena proteksi tidak bersifat tahunan seperti vaksin flu dan rivaksinasi rutin belum direkomendasikan, waktu pemberian dapat diselaraskan menjelang periode puncak lokal (mis. pra-musim hujan), terutama pada lansia/komorbid.

Kata kunci tercakup: efikasi Arexvy, RSV-LRTD, efikasi musim pertama & multimusim, RSV-A/RSV-B, efektivitas dunia nyata, rawat inap, lansia berkomorbid.

Indikasi & Posologi

Indikasi

Arexvy (RSVPreF, beradjuvan AS01ᵉ) diindikasikan untuk pencegahan penyakit saluran napas bawah akibat RSV (RSV-LRTD) pada:

  • Dewasa 50–59 tahun, terutama yang berisiko tinggi (mis. PPOK/asma, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal/hati kronis, obesitas. Pemberian untuk individu imunokompromais berdasarkan shared decision-making dengan dokter.

  • Prioritas: Lansia ≥60 tahun (imunokompeten maupun dengan komorbid).

Konteks: Bukan untuk pengobatan infeksi RSV yang sedang berlangsung dan tidak ditujukan untuk kehamilan.


Posologi (Dosis & Jadwal)

Rute: IM (intramuskular), preferensi otot deltoid; jangan SC/IV.
Frekuensi: Dosis tunggal (belum ada rekomendasi untuk rivaksinasi).
Sediaan: dua vial (liofilisat antigen + suspensi adjuvan) → rekonstitusi sesuai petunjuk hingga volume akhir 0,5 mL.


Catatan Praktis

  • RSV beredar sepanjang tahun dengan kecenderungan puncak saat musim hujan; berikan kapan pun diperlukan, idealnya sebelum periode puncak lokal atau bersamaan kunjungan kontrol komorbid.
  • Setelah pernah RSV: vaksinasi tetap dapat dipertimbangkan untuk membantu mencegah kekambuhan/keparahan di musim berikutnya.

  • Demam ≥38 °C/penyakit akut sedang–berat: tunda hingga membaik.

  • Antikoagulan/kelainan perdarahan: IM boleh dengan teknik hati-hati (jarum kecil, penekanan lebih lama).

  • Koadministrasi: dapat diberikan bersamaan dengan influenza inaktif dan/atau COVID-19 pada lokasi suntik berbeda (lihat tab “Pemberian dengan Vaksin Lain”).

Profil Keamanan Singkat

Arexvy adalah vaksin rekombinan non-live beradjuvan (AS01ᵉ) dengan profil keamanan baik pada lansia ≥60 th dan dewasa berisiko. Keluhan pasca-suntik umumnya ringan–sedang dan sementara (±1–3 hari).


Efek Samping Umum (0–7 hari)

Lokal (di tempat suntik, IM deltoid):

  • Nyeri (paling sering), kemerahan, bengkak/indurasi, nyeri tekan.

Sistemik:

  • Lelah, sakit kepala, nyeri otot/pegal, menggigil, demam ringan, kadang mual.

Penanganan mandiri: kompres dingin, istirahat & hidrasi; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Reaksi Sedang–Berat (Jarang)

  • Reaksi grade 3 (mengganggu aktivitas harian) dapat terjadi pada sebagian kecil penerima dan membaik dalam beberapa hari.

  • Alergi berat/anafilaksis sangat jarang. Tanda bahaya: sesak napas, bengkak wajah/bibir, biduran menyeluruh, pusing berat/pingsan → darurat medis.

  • Bila timbul gejala neurologis baru (kelemahan mendadak, baal/parestesia), atau palpitasi/aritmia, segera evaluasi.


Kontraindikasi & Penundaan

  • Kontraindikasi: riwayat anafilaksis terhadap komponen vaksin atau dosis Arexvy sebelumnya.

  • Tunda bila demam ≥38 °C atau sedang sakit akut sedang–berat.


Populasi Khusus

  • Lansia & komorbid (PPOK/asma, penyakit jantung, DM, ginjal/hati, obesitas): termasuk prioritas karena risiko RSV lebih tinggi.

  • Imunokompromais: Arexvy bukan vaksin hidup; umumnya dapat diberikan sesuai pertimbangan dokter yang merawat.

  • Kehamilan: tidak ditujukan untuk penggunaan saat hamil; pertimbangkan opsi pencegahan RSV yang memang diindikasikan untuk kehamilan/bayi.

  • Menyusui: data terbatas; pertimbangkan manfaat–risiko secara individual.

  • Antikoagulan/kelainan perdarahan: IM boleh dengan teknik hati-hati (jarum kecil, penekanan lebih lama).


Interaksi/Koadministrasi

  • Dapat diberikan bersamaan (lokasi suntik berbeda) dengan influenza inaktif dan/atau COVID-19; dapat dipertimbangkan kombinasi dengan pneumokokus (PCV20/PPSV23) atau zoster (Shingrix) sesuai kebutuhan proteksi respiratori.

  • Reaksi lokal bisa sedikit lebih terasa jika beberapa vaksin diberikan di hari yang sama; umumnya ringan & sementara.


Setelah Vaksin di Vaxcorp

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik untuk memantau sinkop/reaksi awal.

  • Edukasi tertulis pasca-vaksin & hotline/WA untuk keluhan.

  • Dugaan KIPI signifikan akan dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur.


Kata kunci tercakup: keamanan Arexvy, efek samping vaksin RSV, non-live rekombinan, adjuvan AS01E, anafilaksis, populasi lansia/komorbid, imunokompromais, koadministrasi flu/COVID, injeksi IM deltoid.

*Harga vaksinasi per dosis per pax.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

rekomendasi vaksinasi

Lokasi:

Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

Rekomendasi Layanan

Arexvy – Vaksin RSV Respiratory Syncytial Virus

Rp3.699.000,00

Jadwalkan Layanan

Paket ≥ 20 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Deskripsi

  • Ringkasan
  • Anjuran
  • Kandungan
  • Efikasi
  • Indikasi
  • Keamanan

Arexvy – Vaksin RSV Respiratory Syncytial Virus

Vaksin RSV Rekombinan Arexvy adalah vaksin yang dirancang sebagai perlindungan aktif untuk orang dewasa berusia 60 tahun ke atas terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB; penyakit paru-paru seperti bronkitis atau pneumonia) yang disebabkan oleh Respiratory Syncytial Virus (RSV) — Baca: RES-puh-rah-toh-ree SIN-sih-tee-uhl VY-rus.

Vaksin ini juga dapat digunakan pada orang dewasa berusia 50 hingga 59 tahun yang berisiko tinggi terkena infeksi yang disebabkan oleh RSV.

Arexvy mengandung versi protein yang ditemukan pada permukaan virus yang disebut RSVPreF3.


Siapa yang disarankan:

  • Lansia ≥60 tahun (imunokompeten maupun dengan komorbid).

  • Dewasa 50–59 tahun berisiko (mis. PPOK/asma, penyakit jantung, diabetes, ginjal/hati kronis, obesitas, imunokompromais) — sesuai ketersediaan & rekomendasi setempat melalui shared decision-making dengan dokter.

Penggunaan vaksin ini pada:

  • dewasa berusia di bawah 50 tahun; dan
  • dewasa berusia di atas 18 tahun yang sedang atau akan berisiko lebih tinggi karena:
    • defisiensi imunitas primer yang disebabkan oeh penyakit bawaan — contoh: Autoimmune Lymphoproliferative Syndrome (ALPS), Chronic Granulomatous Disease (CGD), CTLA4 Deficiency, dsb.
    • defisiensi imunitas sekunder yang disebabkan oleh penyakit yang didapat — contoh: HIV AIDS.
    • defisiensi imunitas sekunder sebagai dampak dari pengobatan tertentu — konsumsi steroid jangka panjang, dalam pengobatan kemoterapi / radiasi, imunosupresi pasca transplantasi organ, dsb.

belum direkomendasikan karena penelitian terkait kemanjuran (efikasi) dan keamanannya masih sedang berlangsung sehingga saat ini belum termasuk indikasi penggunaan vaksin Arexvy.


Manfaat utama:

  • Menurunkan risiko RSV-LRTD, kunjungan IGD/rawat inap, dan perburukan komorbid respiratori/kardiovaskular.
  • Vaksin non-live (tidak mengandung virus hidup), cocok untuk lansia/komorbid.


Regimen & waktu terbaik:

  • Dosis tunggal 0,5 mL IM (deltoid).

  • Booster/rivaksinasi: belum direkomendasikan rutin; data jangka panjang masih berjalan—ikuti arahan dokter/otoritas setempat.

  • Timing Indonesia: RSV dapat beredar sepanjang tahun dengan kecenderungan puncak saat musim hujan; vaksinasi dapat dilakukan kapan pun, idealnya sebelum periode puncak lokal.


Keamanan & perhatian ringkas:

  • Reaksi pasca vaksinasi umumnya tanpa keluhan hingga ringan–sedang. Apabila ada keluhan umumnya bersifat sementara (1–3 hari): nyeri/kemerahan/bengkak di lokasi suntik, lelah, nyeri otot, sakit kepala, demam ringan/meriang.

  • Penanganan: kompres dingin, hidrasi, istirahat; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.

  • Populasi khusus:

    • Lansia & komorbid (PPOK/asma, penyakit jantung, DM, ginjal/hati, obesitas): justru prioritas karena risiko RSV lebih tinggi.

    • Imunokompromais: Arexvy bukan vaksin hidup; umumnya dapat diberikan—ikuti jadwal dokter yang merawat.

    • Kehamilan: tidak ditujukan untuk penggunaan saat hamil; untuk proteksi maternal-neonatal, diskusikan opsi vaksin RSV yang memang diindikasikan pada kehamilan (bila tersedia).

    • Menyusui: data terbatas; dapat dipertimbangkan berdasarkan manfaat–risiko klinis.


Komposisi Vaksin Arexvy

Satu dosis (0,5 mL) mengandung:

  • Antigen: RSVPreF3 120 µg (diproduksi pada sel CHO dengan teknologi DNA rekombinan).

  • Adjuvan sistem AS01ᵉ (liposomal): MPL 25 µg + QS-21 25 µg (setengah dosis vs AS01ᵇ). Liposom tersusun dari DOPC + kolesterol dalam PBS.

Eksipien utama: trehalosa, fosfat (disodium/potassium), NaCl, air untuk injeksi; liofilisat juga mengandung polisorbat 80.


Pemberian Arexvy dengan Vaksin Lain

Arexvy (vaksin RSV rekombinan, non-live dengan adjuvan) dapat diberikan bersamaan dengan vaksin influenza inaktif, selama lokasi suntik berbeda (mis. deltoid kiri/kanan). Berdasarkan kebutuhan proteksi respiratori pada lansia/komorbid, tenaga kesehatan juga dapat mempertimbangkan koadministrasi dengan pneumokokus (PCV20) atau zoster (Shingrix) pada kunjungan yang sama—tetap di titik suntik yang terpisah.

Koadministrasi membantu mengurangi kunjungan tanpa penurunan respons imun yang bermakna pada populasi target. Harapkan reaksi lokal (nyeri/kemerahan/bengkak) dan keluhan sistemik ringan (lelah/nyeri otot/demam ringan) bisa terasa sedikit lebih menonjol saat beberapa vaksin diberikan di hari yang sama—umumnya ringan & sementara. Nakes akan menentukan kombinasi dan lokasi suntik terbaik berdasarkan usia, komorbid, prioritas proteksi (RSV, flu, COVID-19, pneumokokus, zoster), serta jadwal pengobatan pasien.

Vaksin saat hamil / menyusui:

Kehamilan: Arexvy tidak ditujukan untuk penggunaan saat hamil. Bukti pada ibu hamil masih terbatas, sehingga pemberian umumnya ditunda hingga setelah persalinan, kecuali ada pertimbangan klinis khusus berdasarkan shared decision-making bersama dokter kandungan. Untuk perlindungan bayi baru lahir terhadap RSV, diskusikan opsi program pencegahan khusus kehamilan/bayi yang direkomendasikan otoritas setempat.

Menyusui: Data pada ibu menyusui terbatas, namun Arexvy adalah vaksin non-live (bukan virus hidup) sehingga tidak diharapkan menyebabkan infeksi. Pemberian dapat dipertimbangkan bila manfaat bagi ibu (mis. risiko RSV tinggi karena usia/komorbid) dinilai lebih besar daripada potensi risikonya. Konsultasikan dengan dokter untuk penentuan waktu terbaik dan koadministrasi dengan vaksin lain bila diperlukan.


Kemasan :

Arexvy - Vaksin RSV Vaksin Respiratory Syncytial Virus - Vial

Merek: Arexvy

Diproduksi oleh: GlaxoSmithKline (GSK), UK

Dikemas oleh: PT GlaxoSmithKline Indonesia

Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis

Siapa yang Dianjurkan

  • Dewasa 50–59 tahun, terutama jika berisiko tinggi (komorbid): PPOK/asma, penyakit jantung, diabetes, ginjal/hati kronis, obesitas. Pemberian pada kelompok imunokompromais berdasarkan shared decision-making dengan dokter.

  • Lansia ≥60 tahun (imunokompeten maupun dengan komorbid) merupakan populasi PRIORITAS!
  • Penghuni panti jompo/komunitas lansia, tenaga caregiver, dan mereka dengan riwayat eksaserbasi respiratori berulang.


Jadwal & Dosis (ringkas, IM deltoid 0,5 mL)

  • 0,5 mL IM (deltoid) sekali (single dose).

  • Booster/rivaksinasi: belum direkomendasikan rutin; ikuti evaluasi klinis & arahan otoritas setempat.

  • Waktu pemberian (konteks Indonesia)

    • RSV dapat beredar sepanjang tahun dengan kecenderungan puncak saat musim hujan.

    • Vaksin kapan pun bermanfaat; idealnya sebelum periode puncak lokal (mis. pra-musim hujan) atau saat kunjungan tahunan komorbid.


Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)

  • Dapat bersama influenza inaktif dan/atau COVID-19 (lokasi suntik berbeda).

  • Bisa dikombinasikan dengan pneumokokus (PCV20) atau zoster (Shingrix) pada kunjungan yang sama sesuai kebutuhan proteksi respiratori—tetap di titik suntik terpisah.


Siapa yang Perlu Konsultasi Dulu

  • Riwayat alergi berat/anafilaksis terhadap komponen vaksin.
  • Demam ≥38 °C/penyakit akut sedang–berat (tunda).

  • Gangguan imun berat, terapi biologik/kemoterapi aktif, atau riwayat peristiwa neurologis baru (nilai manfaat–risiko).

  • Kehamilan/menyusui: data terbatas—tentukan secara individual; Arexvy umumnya tidak ditujukan untuk kehamilan.


Persiapan & Pasca-Vaksin

  • Bawa riwayat alergi/obat, makan minum cukup, istirahat.

  • Efek samping umum: nyeri/kemerahan suntikan, lelah, nyeri otot, demam ringan (1–3 hari). Kompres dingin & analgesik OTC bila perlu.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; hubungi kami bila gejala berat/berkepanjangan.

Zat Aktif

Nama produk: Arexvy – Vaksin RSV rekombinan (RSVPreF3) beradjuvan AS01ᵉ
Tipe: Non-live; menarget protein fusi RSV bentuk prefusi (RSVPreF3) untuk memicu kekebalan terhadap RSV.


Komposisi per dosis

  • Antigen: RSVPreF31 120 µg (diproduksi pada sel CHO dengan teknologi DNA rekombinan).

  • Adjuvan sistem AS01ᵉ (liposomal)2,3: MPL 25 µg + QS-21 25 µg (setengah dosis vs AS01ᵇ). Liposom tersusun dari DOPC + kolesterol dalam PBS.

Eksipien utama: trehalosa, fosfat (disodium/potassium), NaCl, air untuk injeksi; liofilisat juga mengandung polisorbat 80.

1 Glikoprotein F rekombinan Respiratory Syncytial Virus distabilkan dalam konformasi pra-fusi = RSVPreF3
2 RSVPreF3 diproduksi dalam sel Chinese Hamster Ovary (CHO) melalui teknologi DNA rekombinan
3 diberi adjuvan AS01E yang mengandung:
- ekstrak tumbuhan Quillaja saponaria Molina, fraksi 21 (QS-21): 25 micrograms
- 3-O-desacyl-4’-monophosphoryl lipid A (MPL) from Salmonella minnesota: 25 micrograms


Sediaan & penanganan

  • Dua vial terpisah: 1) bubuk antigen (liofilisat), 2) suspensi adjuvan AS01ᵉrekonstitusi menjadi 0,5 mL dosis tunggal IM (deltoid).

  • Pemerian visual: setelah rekonstitusi menjadi suspensi; gunakan bila tampak homogen dan bebas partikel asing.

  • Penyimpanan: 2–8 °C, jangan dibekukan; ikuti petunjuk stabilitas pasca-rekonstitusi pada PI/SK setempat.

Kata kunci tercakup: kandungan Arexvy, RSVPreF3 120 µg, AS01E MPL 25 µg QS-21 25 µg, vaksin RSV rekombinan non-live, CHO, DOPC kolesterol, dosis 0,5 mL IM, penyimpanan 2–8°C.

Efikasi & Perlindungan

Hasil uji klinis (dewasa ≥60 th):

  • Musim pertama: menurunkan risiko RSV–LRTD sebesar 82,6% dan RSV–LRTD berat 94,1% vs plasebo; proteksi konsisten pada usia ≥70 th. U.S. Food and Drug Administration

  • Serotipe: efikasi terhadap RSV-A 84,6% dan RSV-B 80,9%. U.S. Food and Drug Administration

  • Gabungan 2 musim: efikasi kumulatif ±67% terhadap RSV-LRTD, termasuk pada peserta dengan ≥1 komorbid. AREXVY

  • Gabungan 3 musim: efikasi kumulatif 62,9% terhadap RSV-LRTD dan 67,4% terhadap kasus berat; pada musim ke-3 saja, efikasi 48,0% terhadap RSV-LRTD. (Data pemantauan jangka panjang; riset rivaksinasi masih berjalan).


Efektivitas dunia nyata (RWE) & implikasi praktik:

  • Analisis RWE awal menunjukkan vaksinasi RSV pada lansia berasosiasi dengan penurunan rawat inap karena RSV (perkiraan ~75% dalam beberapa seting), mendukung manfaat populasi di kelompok berisiko. (Angka bervariasi menurut studi/populasi). ScienceDirect

  • Dosis tunggal IM 0,5 mL memberikan proteksi bermakna pada 1–2 musim; penurunan efikasi musiman menegaskan pentingnya penilaian risiko tahunan dan potensi kebijakan revaksinasi di masa depan sesuai otoritas setempat.


Onset & durasi proteksi:

  • Efikasi dinilai mulai ≥15 hari setelah vaksinasi; pada uji fase 3, Arexvy menurunkan risiko RSV-LRTD secara bermakna ketika kejadian dihitung dari hari ke-15 pasca suntik.
  • Data klinis menunjukkan proteksi bertahan hingga ~2 tahun (≈23 bulan) dengan sedikit penurunan dari musim ke musim; CDC menyimpulkan satu dosis memberi perlindungan setidaknya dua tahun sambil terus memantau efektivitas dunia nyata. Analisis multimusim GSK menunjukkan efikasi kumulatif ~63% terhadap RSV-LRTD dalam tiga musim, dengan penurunan di musim ke-3.
  • Karena proteksi tidak bersifat tahunan seperti vaksin flu dan rivaksinasi rutin belum direkomendasikan, waktu pemberian dapat diselaraskan menjelang periode puncak lokal (mis. pra-musim hujan), terutama pada lansia/komorbid.

Kata kunci tercakup: efikasi Arexvy, RSV-LRTD, efikasi musim pertama & multimusim, RSV-A/RSV-B, efektivitas dunia nyata, rawat inap, lansia berkomorbid.

Indikasi & Posologi

Indikasi

Arexvy (RSVPreF, beradjuvan AS01ᵉ) diindikasikan untuk pencegahan penyakit saluran napas bawah akibat RSV (RSV-LRTD) pada:

  • Dewasa 50–59 tahun, terutama yang berisiko tinggi (mis. PPOK/asma, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal/hati kronis, obesitas. Pemberian untuk individu imunokompromais berdasarkan shared decision-making dengan dokter.

  • Prioritas: Lansia ≥60 tahun (imunokompeten maupun dengan komorbid).

Konteks: Bukan untuk pengobatan infeksi RSV yang sedang berlangsung dan tidak ditujukan untuk kehamilan.


Posologi (Dosis & Jadwal)

Rute: IM (intramuskular), preferensi otot deltoid; jangan SC/IV.
Frekuensi: Dosis tunggal (belum ada rekomendasi untuk rivaksinasi).
Sediaan: dua vial (liofilisat antigen + suspensi adjuvan) → rekonstitusi sesuai petunjuk hingga volume akhir 0,5 mL.


Catatan Praktis

  • RSV beredar sepanjang tahun dengan kecenderungan puncak saat musim hujan; berikan kapan pun diperlukan, idealnya sebelum periode puncak lokal atau bersamaan kunjungan kontrol komorbid.
  • Setelah pernah RSV: vaksinasi tetap dapat dipertimbangkan untuk membantu mencegah kekambuhan/keparahan di musim berikutnya.

  • Demam ≥38 °C/penyakit akut sedang–berat: tunda hingga membaik.

  • Antikoagulan/kelainan perdarahan: IM boleh dengan teknik hati-hati (jarum kecil, penekanan lebih lama).

  • Koadministrasi: dapat diberikan bersamaan dengan influenza inaktif dan/atau COVID-19 pada lokasi suntik berbeda (lihat tab “Pemberian dengan Vaksin Lain”).

Profil Keamanan Singkat

Arexvy adalah vaksin rekombinan non-live beradjuvan (AS01ᵉ) dengan profil keamanan baik pada lansia ≥60 th dan dewasa berisiko. Keluhan pasca-suntik umumnya ringan–sedang dan sementara (±1–3 hari).


Efek Samping Umum (0–7 hari)

Lokal (di tempat suntik, IM deltoid):

  • Nyeri (paling sering), kemerahan, bengkak/indurasi, nyeri tekan.

Sistemik:

  • Lelah, sakit kepala, nyeri otot/pegal, menggigil, demam ringan, kadang mual.

Penanganan mandiri: kompres dingin, istirahat & hidrasi; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Reaksi Sedang–Berat (Jarang)

  • Reaksi grade 3 (mengganggu aktivitas harian) dapat terjadi pada sebagian kecil penerima dan membaik dalam beberapa hari.

  • Alergi berat/anafilaksis sangat jarang. Tanda bahaya: sesak napas, bengkak wajah/bibir, biduran menyeluruh, pusing berat/pingsan → darurat medis.

  • Bila timbul gejala neurologis baru (kelemahan mendadak, baal/parestesia), atau palpitasi/aritmia, segera evaluasi.


Kontraindikasi & Penundaan

  • Kontraindikasi: riwayat anafilaksis terhadap komponen vaksin atau dosis Arexvy sebelumnya.

  • Tunda bila demam ≥38 °C atau sedang sakit akut sedang–berat.


Populasi Khusus

  • Lansia & komorbid (PPOK/asma, penyakit jantung, DM, ginjal/hati, obesitas): termasuk prioritas karena risiko RSV lebih tinggi.

  • Imunokompromais: Arexvy bukan vaksin hidup; umumnya dapat diberikan sesuai pertimbangan dokter yang merawat.

  • Kehamilan: tidak ditujukan untuk penggunaan saat hamil; pertimbangkan opsi pencegahan RSV yang memang diindikasikan untuk kehamilan/bayi.

  • Menyusui: data terbatas; pertimbangkan manfaat–risiko secara individual.

  • Antikoagulan/kelainan perdarahan: IM boleh dengan teknik hati-hati (jarum kecil, penekanan lebih lama).


Interaksi/Koadministrasi

  • Dapat diberikan bersamaan (lokasi suntik berbeda) dengan influenza inaktif dan/atau COVID-19; dapat dipertimbangkan kombinasi dengan pneumokokus (PCV20/PPSV23) atau zoster (Shingrix) sesuai kebutuhan proteksi respiratori.

  • Reaksi lokal bisa sedikit lebih terasa jika beberapa vaksin diberikan di hari yang sama; umumnya ringan & sementara.


Setelah Vaksin di Vaxcorp

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik untuk memantau sinkop/reaksi awal.

  • Edukasi tertulis pasca-vaksin & hotline/WA untuk keluhan.

  • Dugaan KIPI signifikan akan dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur.


Kata kunci tercakup: keamanan Arexvy, efek samping vaksin RSV, non-live rekombinan, adjuvan AS01E, anafilaksis, populasi lansia/komorbid, imunokompromais, koadministrasi flu/COVID, injeksi IM deltoid.

*Harga vaksinasi per dosis per pax.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

rekomendasi vaksinasi

Lokasi:

Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

Rekomendasi Layanan