Influvac Tetra – Vaksin Influenza Quadrivalent

Rp575.000,00

Paket ≥ 20 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Jadwalkan Layanan

Deskripsi

  • Ringkasan
  • Anjuran
  • Kandungan
  • Efikasi
  • Indikasi
  • Keamanan

Influvac Tetra – Vaksin Influenza 4 Strain (Quadrivalent, Inactivated Split Virion)

Influvac Tetra merupakan Vaksin influenza inaktif yang melindungi dari 4 strain (2 strain tipe A dan 2 strain tipe B) sesuai rekomendasi musim berjalan. Dirancang untuk mengurangi risiko flu berat, komplikasi paru, rawat inap, dan absensi kerja/sekolah.


Siapa yang disarankan:

  • Semua orang ≥6 bulan (terutama lansia ≥60 th, ibu hamil, tenaga kesehatan, komorbid: asma/COPD, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal/hati, obesitas, serta imunokompromais).

  • Penghuni panti werdha, pekerja layanan publik, caregiver, serta pelaku perjalanan internasional (traveler / pelancong).


Manfaat utama:

  • Cakupan 4 strain meningkatkan kecocokan terhadap sirkulasi virus.

  • Mengurangi risiko komplikasi (pneumonia sekunder, perburukan komorbid).

  • Vaksin inaktif → tidak menyebabkan flu, aman untuk komorbid & kehamilan (trimester berapa pun).


Regimen & waktu terbaik:

  • Dewasa
    • Vaksin Influenza ini diberikan secara rutin sebanyak satu dosis (0,5 mL) dengan pengulangan setiap tahun
  • Populasi anak
    • Anak-anak dari usia 6 bulan sampai 17 tahun: satu dosis (0,5 mL) dengan pengulangan setiap tahun.
    • Untuk anak-anak berusia 6 bulan hingga 8 tahun yang belum pernah divaksinasi, sebagai vaksinasi primer diberikan 2 dosis dengan dosis kedua harus diberikan dalam tahun yang sama dengan selang waktu minimal 4 minggu.
    • Bayi berusia kurang dari 6 bulan: keamanan dan kemanjuran pemberian Influvac Tetra (imunisasi aktif) belum ditetapkan. Tidak ada data yang tersedia.
  • Perlindungan pasif
    • Satu dosis 0,5 mL yang diberikan kepada wanita hamil (disarankan pada trimester ke-3) dapat melindungi bayi dari lahir sampai usia 6 bulan dari infeksi dan komplikasi terkait virus Influenza.
  • Waktu ideal: Sirkulasi virus Influenza di Indonesia terjadi sepanjang tahun (tidak musiman seperti di negara dengan 4 musim) dengan rutin mengalami 2 (dua) puncak — puncak primer umumnya terjadi pada peralihan tahun (musim hujan; November - Januari), dan puncak sekunder umumnya pada pertengahan tahun. Oleh karena fenomena tersebut, vaksinasi Influenza di Indonesia dapat dilakukan kapan saja setiap tahun.


Keamanan & perhatian ringkas:

  • Reaksi pasca vaksinasi umumnya tanpa keluhan hingga ringan–sedang. Apabila ada keluhan umumnya bersifat sementara (1–3 hari): nyeri/kemerahan/bengkak di lokasi suntik, lelah, nyeri otot, sakit kepala, demam ringan/meriang.

  • Penanganan: kompres dingin, hidrasi, istirahat; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Komposisi Vaksin Influvac Tetra

Satu dosis (0,5 mL) mengandung:

  • total 60 µg HA (≈ 15 µg HA per strain × 4)

Pemberian Influvac Tetra dengan Vaksin Lain

Influvac Tetra (vaksin influenza quadrivalent, inaktif) dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain seperti pneumokokus (PCV20/PCV15/PPSV23), TdaP, RSV untuk lansia, maupun Shingrix, asalkan disuntikkan di lokasi yang berbeda (mis. deltoid kiri/kanan). Untuk anak, koadministrasi juga dimungkinkan sesuai usia & label setempat; prinsipnya sama—lokasi suntik berbeda dan jarak antar suntikan di satu lengan bila perlu.

Pada jadwal yang padat, koadministrasi membantu menghemat kunjungan tanpa menurunkan respons imun yang bermakna. Harapkan reaksi lokal (nyeri/kemerahan/bengkak) dan keluhan sistemik ringan (lelah/nyeri otot/demam ringan) sedikit lebih “terasa” bila beberapa vaksin diberikan pada hari yang sama—umumnya ringan & sementara. Tenaga kesehatan akan memilih kombinasi dan lokasi suntik yang paling tepat berdasarkan usia, komorbid, dan prioritas perlindungan (respiratori, tetanus-pertusis, zoster, dll.).

Vaksin saat hamil / menyusui:

Kehamilan: Vaksin influenza inaktif Influvac Tetra aman dan dianjurkan pada semua trimester. Vaksinasi melindungi ibu dari flu berat/komplikasi (pneumonia, rawat inap) dan memberi perlindungan pasif pada bayi melalui antibodi maternal hingga beberapa bulan pertama kehidupan. Jika belum divaksin pada awal kehamilan, tetap bermanfaat kapan pun selama musim flu. Tunda hanya bila sedang demam ≥38 °C atau sakit akut sedang–berat.

Menyusui: Boleh dan aman diberikan saat menyusui. Komponen vaksin inaktif tidak menyebabkan flu dan tidak mengganggu produksi ASI; justru membantu mengurangi risiko penularan flu dari ibu ke bayi. Jika perlu menerima vaksin lain (mis. Tdap atau pneumokokus), koadministrasi dimungkinkan di lokasi suntik berbeda sesuai arahan tenaga kesehatan.


Kemasan :

Influvac Tetra – Vaksin Influenza 4 Strain

Merek: Influvac Tetra

Diproduksi oleh: Abbott

Distribusi oleh: PT Abbott Indonesia

Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis

Siapa yang Dianjurkan

  • Semua orang berusia ≥6 bulan tiap tahun.

  • Prioritas: lansia ≥60 th, ibu hamil (trimester berapa pun), tenaga kesehatan, penghuni panti jompo, komorbid (asma/COPD, penyakit jantung, diabetes, ginjal/hati, obesitas), serta imunokompromais.

  • Waktu ideal (Indonesia): bermanfaat kapan pun; utamakan sebelum awal musim hujan dan sekitar pertengahan tahun (wilayah dengan 2 puncak).


Jadwal & Dosis (ringkas, IM deltoid 0,5 mL)

  • Dewasa
    • Vaksin Influenza ini diberikan secara rutin sebanyak satu dosis (0,5 mL) dengan pengulangan setiap tahun
  • Populasi anak
    • Anak-anak dari usia 6 bulan sampai 17 tahun: satu dosis (0,5 mL) dengan pengulangan setiap tahun.
    • Untuk anak-anak berusia 6 bulan hingga 8 tahun yang belum pernah divaksinasi, sebagai vaksinasi primer diberikan 2 dosis dengan dosis kedua harus diberikan dalam tahun yang sama dengan selang waktu minimal 4 minggu.
    • Bayi berusia kurang dari 6 bulan: keamanan dan kemanjuran pemberian Influvac Tetra (imunisasi aktif) belum ditetapkan. Tidak ada data yang tersedia.
  • Perlindungan pasif
    • Satu dosis 0,5 mL yang diberikan kepada wanita hamil (disarankan pada trimester ke-3) dapat melindungi bayi dari lahir sampai usia 6 bulan dari infeksi dan komplikasi terkait virus Influenza.
  • Waktu ideal: Sirkulasi virus Influenza di Indonesia terjadi sepanjang tahun (tidak musiman seperti di negara dengan 4 musim) dengan rutin mengalami 2 (dua) puncak — puncak primer umumnya terjadi pada peralihan tahun (musim hujan; November - Januari), dan puncak sekunder umumnya pada pertengahan tahun. Oleh karena fenomena tersebut, vaksinasi Influenza di Indonesia dapat dilakukan kapan saja setiap tahun.


Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)

Boleh diberikan bersamaan (lokasi suntik berbeda) dengan Vaksinasi Pneumokokus, Tdap, RSV, Shingrix, COVID-19 mRNA, dsb. Harapkan reaksi lokal sedikit lebih terasa; umumnya ringan & sementara.


Siapa yang Perlu Konsultasi Dulu

  • Alergi berat/anafilaksis terhadap dosis influenza sebelumnya atau komponen vaksin (mis. protein telur/ovalbumin tinggi).
  • Demam ≥38 °C/penyakit akut sedang–berat (tunda).
  • Riwayat Guillain–Barré syndrome (GBS) dalam 6 minggu setelah vaksin influenza sebelumnya (nilai manfaat-risiko).

  • Terapi antikoagulan/kelainan perdarahan (teknik IM hati-hati, penekanan lebih lama).


Persiapan & Pasca-Vaksin

  • Bawa riwayat alergi/obat, makan minum cukup, istirahat.

  • Efek samping umum: nyeri/kemerahan suntikan, lelah, nyeri otot, demam ringan (1–3 hari). Kompres dingin & analgesik OTC bila perlu.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; hubungi kami bila gejala berat/berkepanjangan.

Zat Aktif

Nama produk: Influvac Tetra – Vaksin Influenza Quadrivalent, Inactivated Split Virion
Tipe: Non-live (inaktif); mengandung antigen hemaglutinin (HA) dari 4 strain influenza (A/H1N1, A/H3N2, B-Victoria, B-Yamagata*) yang disesuaikan tiap musim sesuai rekomendasi WHO/otoritas setempat.
*Komposisi garis keturunan B dapat berubah per musim.


Komposisi per dosis

  • Dosis dewasa & anak (0,5 mL IM): total 60 µg HA (≈ 15 µg HA per strain × 4) terdiri dari

    • H1N1 pdm09-like virus (Influenza tipe A)
    • H3N2-like virus (Influenza tipe A)
    • Victoria-line virus (Influenza tipe B)
    • Yamagata-line virus (Influenza Tipe B)

Eksipien & jejak residu (dapat bervariasi menurut label): buffer/garam, jejak protein telur/ovalbumin, formaldehid, dan/atau surfaktan proses (mis. CTAB) dalam kadar sangat rendah. Tidak mengandung virus hidup.

Sediaan & penanganan

  • Suspensi injeksi IM (deltoid); jangan diberikan SC/IV.

  • Simpan 2–8 °C; jangan dibekukan. Kocok hingga homogen sebelum digunakan.

  • Periksa visual: suspensi opalesen/keputihan tanpa partikel asing. Buang sisa sesuai prosedur limbah medis.

Kata kunci tercakup: kandungan Influvac Tetra, komposisi vaksin influenza quadrivalent, 15 µg HA per strain, non-live inactivated, A/H1N1 A/H3N2 B Victoria Yamagata, dosis 0,5 mL IM, penyimpanan 2–8°C.

Efikasi & Perlindungan

Bagaimana melindungi:

  • Influvac Tetra memicu antibodi terhadap protein hemaglutinin (HA) dari 4 strain (A/H1N1, A/H3N2, B-Victoria, B-Yamagata). Antibodi ini membantu mencegah infeksi dan—bila tetap tertular—mengurangi beratnya gejala serta memperpendek durasi sakit.

Tingkat efektivitas (realistis & musiman):

  • Efektivitas vaksin flu bervariasi tiap musim tergantung kecocokan strain yang beredar, usia, dan komorbid. Secara umum, vaksinasi dikaitkan dengan penurunan risiko flu bergejala, rawat inap, dan komplikasi paru (termasuk eksaserbasi asma/COPD dan pneumonia sekunder).
  • Bahkan saat kecocokan kurang optimal, vaksinasi tetap memberi perlindungan parsial (mengurangi keparahan & lama sakit).

Onset & durasi proteksi:

  • Kekebalan terbentuk ±2 minggu setelah suntik. Proteksi menurun bertahap dalam 6–12 bulan, sehingga perlu diulang setiap tahun mengikuti komposisi strain terbaru.

Kelompok manfaat terbesar:

  • Lansia dan penderita komorbid (jantung, paru, DM, ginjal/hati, obesitas): penurunan signifikan risiko rawat inap/komplikasi.

  • Ibu hamil: melindungi ibu dan memberi perlindungan pasif pada bayi beberapa bulan pertama.

  • Tenaga kesehatan & caregiver: mengurangi risiko transmisi ke pasien/keluarga.

Hal yang penting diketahui:

  • Vaksin inaktiftidak bisa menyebabkan flu.

  • Sakit menyerupai flu setelah vaksin umumnya akibat paparan virus sebelum antibodi terbentuk, atau infeksi virus lain (non-influenza).

  • Tetap bermanfaat kapan pun selama musim (di Indonesia: sirkulasi sepanjang tahun dengan puncak hujan & pertengahan tahun); lebih baik segera vaksin daripada menunggu.

     

Kata kunci tercakup: efikasi Influvac Tetra, perlindungan vaksin influenza quadrivalent, turunkan risiko rawat inap, onset 2 minggu, perlu vaksin tahunan, tidak menyebabkan flu, manfaat pada lansia/komorbid/hamil.

Indikasi & Posologi

Indikasi

Influvac Tetra (vaksin influenza quadrivalent, inaktif) diindikasikan untuk pencegahan influenza pada:

  • Semua orang usia ≥6 bulan (rutin setiap tahun).

  • Prioritas: lansia (≥60 th), ibu hamil (trimester berapa pun), tenaga kesehatan, penghuni panti jompo; serta penderita komorbid (asma/COPD, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal/hati, obesitas) dan imunokompromais.

Konteks Indonesia: influenza beredar sepanjang tahun dengan 1–2 puncak; vaksinasi dapat diberikan kapan pun, idealnya sebelum awal musim hujan dan/atau menjelang pertengahan tahun.


Posologi (Dosis & Jadwal)

Rute: IM (intramuskular), preferensi otot deltoid; jangan IV.
Frekuensi: 1× setahun (formulasi mengikuti strain musim berjalan).

Usia 6 bulan–<3 tahun

  • 0,5 mL IM per dosis (ikuti label setempat).

  • Belum pernah vaksin flu (naif) usia 6 bulan–<9 tahun: 2 dosis pada musim pertama, jarak ≥4 minggu.

  • Musim berikutnya/anak yang sudah lengkap: 1 dosis/tahun.

Usia ≥3 tahun (anak, remaja, dewasa, lansia)

  • 0,5 mL IM 1 dosis/tahun.

  • Belum pernah vaksin flu (naif) usia 6 bulan–<9 tahun: tetap butuh 2 dosis di musim pertama (jarak ≥4 minggu), lalu 1 dosis/tahun pada musim selanjutnya.

Jika terlambat/terlewat: lanjutkan sesegera mungkin; tidak perlu mengulang dari awal.


Catatan Praktis

  • Koadministrasi diperbolehkan dengan PCV/PPV, Tdap, COVID-19 mRNA, Shingrix, RSV lansia di lokasi suntik berbeda.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; edukasi gejala ringan yang umum (lihat Tab 6).

  • Konsultasi terlebih dulu bila ada riwayat anafilaksis terhadap vaksin influenza/komponennya atau Guillain–Barré syndrome (GBS) ≤6 minggu setelah vaksin influenza sebelumnya.

Profil Keamanan Singkat

Influvac Tetra adalah vaksin influenza inaktif (non-live) dengan profil keamanan baik pada anak ≥6 bulan, dewasa, lansia, serta kehamilan (trimester berapa pun). Keluhan pasca-suntik umumnya ringan–sedang dan sementara (1–3 hari).


Efek Samping Umum (0–7 hari)

Lokal (di tempat suntik, IM deltoid):

  • Nyeri (paling sering), kemerahan, bengkak/indurasi, rasa hangat/nyeri tekan.

Sistemik:

  • Lelah, nyeri otot/pegal, sakit kepala, demam ringan/meriang, menggigil, kadang mual.

Penanganan mandiri: kompres dingin, hidrasi & istirahat, analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Reaksi Sedang–Berat (Jarang)

  • Reaksi grade 3 (mengganggu aktivitas harian) dapat terjadi pada sebagian kecil penerima; biasanya membaik dalam beberapa hari.

  • Alergi berat/anafilaksis sangat jarang. Tanda bahaya: sesak napas, bengkak wajah/bibir, biduran menyeluruh, pusing berat/pingsan → darurat medis.


Kontraindikasi & Penundaan

  • Kontraindikasi: riwayat anafilaksis terhadap vaksin influenza sebelumnya atau komponen vaksin (mis. protein telur/ovalbumin tinggi, formaldehid/eksipien tertentu sesuai label).

  • Tunda bila demam ≥38 °C atau sedang sakit akut sedang–berat.


Populasi Khusus

  • Hamil: aman & dianjurkan di semua trimester; memberi perlindungan pada ibu dan perlindungan pasif bagi bayi.

  • Menyusui: boleh & aman; tidak mengganggu produksi ASI.

  • Imunokompromais/komorbid (asma/COPD, penyakit jantung, diabetes, ginjal/hati, obesitas): justru prioritas untuk vaksinasi tahunan.

  • Antikoagulan/kelainan perdarahan: IM tetap dapat diberikan dengan teknik hati-hati (jarum kecil, penekanan lebih lama).

  • Riwayat GBS ≤6 minggu setelah vaksin influenza: nilai manfaat–risiko secara individual.


Interaksi/Koadministrasi

Boleh bersamaan dengan PCV/PPV (pneumokokus), Tdap, COVID-19 mRNA, Shingrix, RSV lansialokasi suntik berbeda (mis. lengan kiri/kanan). Reaksi lokal dapat terasa sedikit lebih nyata bila beberapa vaksin diberikan pada hari yang sama; umumnya ringan & sementara.


Setelah Vaksin di Vaxcorp

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik untuk memantau sinkop/reaksi awal.

  • Edukasi tertulis pasca-vaksin & hotline/WA untuk keluhan.

  • Dugaan KIPI signifikan akan dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur.

*Harga vaksinasi per dosis per pax.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

rekomendasi vaksinasi

Lokasi:

Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

Rekomendasi Layanan

Influvac Tetra – Vaksin Influenza Quadrivalent

Rp575.000,00

Jadwalkan Layanan

Paket ≥ 20 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Deskripsi

  • Ringkasan
  • Anjuran
  • Kandungan
  • Efikasi
  • Indikasi
  • Keamanan

Influvac Tetra – Vaksin Influenza 4 Strain (Quadrivalent, Inactivated Split Virion)

Influvac Tetra merupakan Vaksin influenza inaktif yang melindungi dari 4 strain (2 strain tipe A dan 2 strain tipe B) sesuai rekomendasi musim berjalan. Dirancang untuk mengurangi risiko flu berat, komplikasi paru, rawat inap, dan absensi kerja/sekolah.


Siapa yang disarankan:

  • Semua orang ≥6 bulan (terutama lansia ≥60 th, ibu hamil, tenaga kesehatan, komorbid: asma/COPD, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal/hati, obesitas, serta imunokompromais).

  • Penghuni panti werdha, pekerja layanan publik, caregiver, serta pelaku perjalanan internasional (traveler / pelancong).


Manfaat utama:

  • Cakupan 4 strain meningkatkan kecocokan terhadap sirkulasi virus.

  • Mengurangi risiko komplikasi (pneumonia sekunder, perburukan komorbid).

  • Vaksin inaktif → tidak menyebabkan flu, aman untuk komorbid & kehamilan (trimester berapa pun).


Regimen & waktu terbaik:

  • Dewasa
    • Vaksin Influenza ini diberikan secara rutin sebanyak satu dosis (0,5 mL) dengan pengulangan setiap tahun
  • Populasi anak
    • Anak-anak dari usia 6 bulan sampai 17 tahun: satu dosis (0,5 mL) dengan pengulangan setiap tahun.
    • Untuk anak-anak berusia 6 bulan hingga 8 tahun yang belum pernah divaksinasi, sebagai vaksinasi primer diberikan 2 dosis dengan dosis kedua harus diberikan dalam tahun yang sama dengan selang waktu minimal 4 minggu.
    • Bayi berusia kurang dari 6 bulan: keamanan dan kemanjuran pemberian Influvac Tetra (imunisasi aktif) belum ditetapkan. Tidak ada data yang tersedia.
  • Perlindungan pasif
    • Satu dosis 0,5 mL yang diberikan kepada wanita hamil (disarankan pada trimester ke-3) dapat melindungi bayi dari lahir sampai usia 6 bulan dari infeksi dan komplikasi terkait virus Influenza.
  • Waktu ideal: Sirkulasi virus Influenza di Indonesia terjadi sepanjang tahun (tidak musiman seperti di negara dengan 4 musim) dengan rutin mengalami 2 (dua) puncak — puncak primer umumnya terjadi pada peralihan tahun (musim hujan; November - Januari), dan puncak sekunder umumnya pada pertengahan tahun. Oleh karena fenomena tersebut, vaksinasi Influenza di Indonesia dapat dilakukan kapan saja setiap tahun.


Keamanan & perhatian ringkas:

  • Reaksi pasca vaksinasi umumnya tanpa keluhan hingga ringan–sedang. Apabila ada keluhan umumnya bersifat sementara (1–3 hari): nyeri/kemerahan/bengkak di lokasi suntik, lelah, nyeri otot, sakit kepala, demam ringan/meriang.

  • Penanganan: kompres dingin, hidrasi, istirahat; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Komposisi Vaksin Influvac Tetra

Satu dosis (0,5 mL) mengandung:

  • total 60 µg HA (≈ 15 µg HA per strain × 4)

Pemberian Influvac Tetra dengan Vaksin Lain

Influvac Tetra (vaksin influenza quadrivalent, inaktif) dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain seperti pneumokokus (PCV20/PCV15/PPSV23), TdaP, RSV untuk lansia, maupun Shingrix, asalkan disuntikkan di lokasi yang berbeda (mis. deltoid kiri/kanan). Untuk anak, koadministrasi juga dimungkinkan sesuai usia & label setempat; prinsipnya sama—lokasi suntik berbeda dan jarak antar suntikan di satu lengan bila perlu.

Pada jadwal yang padat, koadministrasi membantu menghemat kunjungan tanpa menurunkan respons imun yang bermakna. Harapkan reaksi lokal (nyeri/kemerahan/bengkak) dan keluhan sistemik ringan (lelah/nyeri otot/demam ringan) sedikit lebih “terasa” bila beberapa vaksin diberikan pada hari yang sama—umumnya ringan & sementara. Tenaga kesehatan akan memilih kombinasi dan lokasi suntik yang paling tepat berdasarkan usia, komorbid, dan prioritas perlindungan (respiratori, tetanus-pertusis, zoster, dll.).

Vaksin saat hamil / menyusui:

Kehamilan: Vaksin influenza inaktif Influvac Tetra aman dan dianjurkan pada semua trimester. Vaksinasi melindungi ibu dari flu berat/komplikasi (pneumonia, rawat inap) dan memberi perlindungan pasif pada bayi melalui antibodi maternal hingga beberapa bulan pertama kehidupan. Jika belum divaksin pada awal kehamilan, tetap bermanfaat kapan pun selama musim flu. Tunda hanya bila sedang demam ≥38 °C atau sakit akut sedang–berat.

Menyusui: Boleh dan aman diberikan saat menyusui. Komponen vaksin inaktif tidak menyebabkan flu dan tidak mengganggu produksi ASI; justru membantu mengurangi risiko penularan flu dari ibu ke bayi. Jika perlu menerima vaksin lain (mis. Tdap atau pneumokokus), koadministrasi dimungkinkan di lokasi suntik berbeda sesuai arahan tenaga kesehatan.


Kemasan :

Influvac Tetra – Vaksin Influenza 4 Strain

Merek: Influvac Tetra

Diproduksi oleh: Abbott

Distribusi oleh: PT Abbott Indonesia

Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis

Siapa yang Dianjurkan

  • Semua orang berusia ≥6 bulan tiap tahun.

  • Prioritas: lansia ≥60 th, ibu hamil (trimester berapa pun), tenaga kesehatan, penghuni panti jompo, komorbid (asma/COPD, penyakit jantung, diabetes, ginjal/hati, obesitas), serta imunokompromais.

  • Waktu ideal (Indonesia): bermanfaat kapan pun; utamakan sebelum awal musim hujan dan sekitar pertengahan tahun (wilayah dengan 2 puncak).


Jadwal & Dosis (ringkas, IM deltoid 0,5 mL)

  • Dewasa
    • Vaksin Influenza ini diberikan secara rutin sebanyak satu dosis (0,5 mL) dengan pengulangan setiap tahun
  • Populasi anak
    • Anak-anak dari usia 6 bulan sampai 17 tahun: satu dosis (0,5 mL) dengan pengulangan setiap tahun.
    • Untuk anak-anak berusia 6 bulan hingga 8 tahun yang belum pernah divaksinasi, sebagai vaksinasi primer diberikan 2 dosis dengan dosis kedua harus diberikan dalam tahun yang sama dengan selang waktu minimal 4 minggu.
    • Bayi berusia kurang dari 6 bulan: keamanan dan kemanjuran pemberian Influvac Tetra (imunisasi aktif) belum ditetapkan. Tidak ada data yang tersedia.
  • Perlindungan pasif
    • Satu dosis 0,5 mL yang diberikan kepada wanita hamil (disarankan pada trimester ke-3) dapat melindungi bayi dari lahir sampai usia 6 bulan dari infeksi dan komplikasi terkait virus Influenza.
  • Waktu ideal: Sirkulasi virus Influenza di Indonesia terjadi sepanjang tahun (tidak musiman seperti di negara dengan 4 musim) dengan rutin mengalami 2 (dua) puncak — puncak primer umumnya terjadi pada peralihan tahun (musim hujan; November - Januari), dan puncak sekunder umumnya pada pertengahan tahun. Oleh karena fenomena tersebut, vaksinasi Influenza di Indonesia dapat dilakukan kapan saja setiap tahun.


Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)

Boleh diberikan bersamaan (lokasi suntik berbeda) dengan Vaksinasi Pneumokokus, Tdap, RSV, Shingrix, COVID-19 mRNA, dsb. Harapkan reaksi lokal sedikit lebih terasa; umumnya ringan & sementara.


Siapa yang Perlu Konsultasi Dulu

  • Alergi berat/anafilaksis terhadap dosis influenza sebelumnya atau komponen vaksin (mis. protein telur/ovalbumin tinggi).
  • Demam ≥38 °C/penyakit akut sedang–berat (tunda).
  • Riwayat Guillain–Barré syndrome (GBS) dalam 6 minggu setelah vaksin influenza sebelumnya (nilai manfaat-risiko).

  • Terapi antikoagulan/kelainan perdarahan (teknik IM hati-hati, penekanan lebih lama).


Persiapan & Pasca-Vaksin

  • Bawa riwayat alergi/obat, makan minum cukup, istirahat.

  • Efek samping umum: nyeri/kemerahan suntikan, lelah, nyeri otot, demam ringan (1–3 hari). Kompres dingin & analgesik OTC bila perlu.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; hubungi kami bila gejala berat/berkepanjangan.

Zat Aktif

Nama produk: Influvac Tetra – Vaksin Influenza Quadrivalent, Inactivated Split Virion
Tipe: Non-live (inaktif); mengandung antigen hemaglutinin (HA) dari 4 strain influenza (A/H1N1, A/H3N2, B-Victoria, B-Yamagata*) yang disesuaikan tiap musim sesuai rekomendasi WHO/otoritas setempat.
*Komposisi garis keturunan B dapat berubah per musim.


Komposisi per dosis

  • Dosis dewasa & anak (0,5 mL IM): total 60 µg HA (≈ 15 µg HA per strain × 4) terdiri dari

    • H1N1 pdm09-like virus (Influenza tipe A)
    • H3N2-like virus (Influenza tipe A)
    • Victoria-line virus (Influenza tipe B)
    • Yamagata-line virus (Influenza Tipe B)

Eksipien & jejak residu (dapat bervariasi menurut label): buffer/garam, jejak protein telur/ovalbumin, formaldehid, dan/atau surfaktan proses (mis. CTAB) dalam kadar sangat rendah. Tidak mengandung virus hidup.

Sediaan & penanganan

  • Suspensi injeksi IM (deltoid); jangan diberikan SC/IV.

  • Simpan 2–8 °C; jangan dibekukan. Kocok hingga homogen sebelum digunakan.

  • Periksa visual: suspensi opalesen/keputihan tanpa partikel asing. Buang sisa sesuai prosedur limbah medis.

Kata kunci tercakup: kandungan Influvac Tetra, komposisi vaksin influenza quadrivalent, 15 µg HA per strain, non-live inactivated, A/H1N1 A/H3N2 B Victoria Yamagata, dosis 0,5 mL IM, penyimpanan 2–8°C.

Efikasi & Perlindungan

Bagaimana melindungi:

  • Influvac Tetra memicu antibodi terhadap protein hemaglutinin (HA) dari 4 strain (A/H1N1, A/H3N2, B-Victoria, B-Yamagata). Antibodi ini membantu mencegah infeksi dan—bila tetap tertular—mengurangi beratnya gejala serta memperpendek durasi sakit.

Tingkat efektivitas (realistis & musiman):

  • Efektivitas vaksin flu bervariasi tiap musim tergantung kecocokan strain yang beredar, usia, dan komorbid. Secara umum, vaksinasi dikaitkan dengan penurunan risiko flu bergejala, rawat inap, dan komplikasi paru (termasuk eksaserbasi asma/COPD dan pneumonia sekunder).
  • Bahkan saat kecocokan kurang optimal, vaksinasi tetap memberi perlindungan parsial (mengurangi keparahan & lama sakit).

Onset & durasi proteksi:

  • Kekebalan terbentuk ±2 minggu setelah suntik. Proteksi menurun bertahap dalam 6–12 bulan, sehingga perlu diulang setiap tahun mengikuti komposisi strain terbaru.

Kelompok manfaat terbesar:

  • Lansia dan penderita komorbid (jantung, paru, DM, ginjal/hati, obesitas): penurunan signifikan risiko rawat inap/komplikasi.

  • Ibu hamil: melindungi ibu dan memberi perlindungan pasif pada bayi beberapa bulan pertama.

  • Tenaga kesehatan & caregiver: mengurangi risiko transmisi ke pasien/keluarga.

Hal yang penting diketahui:

  • Vaksin inaktiftidak bisa menyebabkan flu.

  • Sakit menyerupai flu setelah vaksin umumnya akibat paparan virus sebelum antibodi terbentuk, atau infeksi virus lain (non-influenza).

  • Tetap bermanfaat kapan pun selama musim (di Indonesia: sirkulasi sepanjang tahun dengan puncak hujan & pertengahan tahun); lebih baik segera vaksin daripada menunggu.

     

Kata kunci tercakup: efikasi Influvac Tetra, perlindungan vaksin influenza quadrivalent, turunkan risiko rawat inap, onset 2 minggu, perlu vaksin tahunan, tidak menyebabkan flu, manfaat pada lansia/komorbid/hamil.

Indikasi & Posologi

Indikasi

Influvac Tetra (vaksin influenza quadrivalent, inaktif) diindikasikan untuk pencegahan influenza pada:

  • Semua orang usia ≥6 bulan (rutin setiap tahun).

  • Prioritas: lansia (≥60 th), ibu hamil (trimester berapa pun), tenaga kesehatan, penghuni panti jompo; serta penderita komorbid (asma/COPD, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal/hati, obesitas) dan imunokompromais.

Konteks Indonesia: influenza beredar sepanjang tahun dengan 1–2 puncak; vaksinasi dapat diberikan kapan pun, idealnya sebelum awal musim hujan dan/atau menjelang pertengahan tahun.


Posologi (Dosis & Jadwal)

Rute: IM (intramuskular), preferensi otot deltoid; jangan IV.
Frekuensi: 1× setahun (formulasi mengikuti strain musim berjalan).

Usia 6 bulan–<3 tahun

  • 0,5 mL IM per dosis (ikuti label setempat).

  • Belum pernah vaksin flu (naif) usia 6 bulan–<9 tahun: 2 dosis pada musim pertama, jarak ≥4 minggu.

  • Musim berikutnya/anak yang sudah lengkap: 1 dosis/tahun.

Usia ≥3 tahun (anak, remaja, dewasa, lansia)

  • 0,5 mL IM 1 dosis/tahun.

  • Belum pernah vaksin flu (naif) usia 6 bulan–<9 tahun: tetap butuh 2 dosis di musim pertama (jarak ≥4 minggu), lalu 1 dosis/tahun pada musim selanjutnya.

Jika terlambat/terlewat: lanjutkan sesegera mungkin; tidak perlu mengulang dari awal.


Catatan Praktis

  • Koadministrasi diperbolehkan dengan PCV/PPV, Tdap, COVID-19 mRNA, Shingrix, RSV lansia di lokasi suntik berbeda.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; edukasi gejala ringan yang umum (lihat Tab 6).

  • Konsultasi terlebih dulu bila ada riwayat anafilaksis terhadap vaksin influenza/komponennya atau Guillain–Barré syndrome (GBS) ≤6 minggu setelah vaksin influenza sebelumnya.

Profil Keamanan Singkat

Influvac Tetra adalah vaksin influenza inaktif (non-live) dengan profil keamanan baik pada anak ≥6 bulan, dewasa, lansia, serta kehamilan (trimester berapa pun). Keluhan pasca-suntik umumnya ringan–sedang dan sementara (1–3 hari).


Efek Samping Umum (0–7 hari)

Lokal (di tempat suntik, IM deltoid):

  • Nyeri (paling sering), kemerahan, bengkak/indurasi, rasa hangat/nyeri tekan.

Sistemik:

  • Lelah, nyeri otot/pegal, sakit kepala, demam ringan/meriang, menggigil, kadang mual.

Penanganan mandiri: kompres dingin, hidrasi & istirahat, analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Reaksi Sedang–Berat (Jarang)

  • Reaksi grade 3 (mengganggu aktivitas harian) dapat terjadi pada sebagian kecil penerima; biasanya membaik dalam beberapa hari.

  • Alergi berat/anafilaksis sangat jarang. Tanda bahaya: sesak napas, bengkak wajah/bibir, biduran menyeluruh, pusing berat/pingsan → darurat medis.


Kontraindikasi & Penundaan

  • Kontraindikasi: riwayat anafilaksis terhadap vaksin influenza sebelumnya atau komponen vaksin (mis. protein telur/ovalbumin tinggi, formaldehid/eksipien tertentu sesuai label).

  • Tunda bila demam ≥38 °C atau sedang sakit akut sedang–berat.


Populasi Khusus

  • Hamil: aman & dianjurkan di semua trimester; memberi perlindungan pada ibu dan perlindungan pasif bagi bayi.

  • Menyusui: boleh & aman; tidak mengganggu produksi ASI.

  • Imunokompromais/komorbid (asma/COPD, penyakit jantung, diabetes, ginjal/hati, obesitas): justru prioritas untuk vaksinasi tahunan.

  • Antikoagulan/kelainan perdarahan: IM tetap dapat diberikan dengan teknik hati-hati (jarum kecil, penekanan lebih lama).

  • Riwayat GBS ≤6 minggu setelah vaksin influenza: nilai manfaat–risiko secara individual.


Interaksi/Koadministrasi

Boleh bersamaan dengan PCV/PPV (pneumokokus), Tdap, COVID-19 mRNA, Shingrix, RSV lansialokasi suntik berbeda (mis. lengan kiri/kanan). Reaksi lokal dapat terasa sedikit lebih nyata bila beberapa vaksin diberikan pada hari yang sama; umumnya ringan & sementara.


Setelah Vaksin di Vaxcorp

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik untuk memantau sinkop/reaksi awal.

  • Edukasi tertulis pasca-vaksin & hotline/WA untuk keluhan.

  • Dugaan KIPI signifikan akan dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur.

*Harga vaksinasi per dosis per pax.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

rekomendasi vaksinasi

Lokasi:

Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

Rekomendasi Layanan