Vaksin MMR (Measles Mumps Rubella) – MMR ii

Rp615.000,00

Paket > 10 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Deskripsi

Vaksin MMR ii

Vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella)

Vaksin M-M-R® II adalah vaksin yang diindikasikan untuk imunisasi aktif untuk pencegahan campak, gondongan, dan rubella pada individu berusia 12 bulan ke atas. Vaksin M-M-R® II mengandung virus campak, gondongan, dan rubella yang telah dilemahkan.

Rekomendasi Dosis Dewasa (Usia ≥19 Tahun):

  • 1 – 2 dosis
  • Interval antar dosis 4 minggu (28 hari); tergantung riwayat vaksinasi

Rekomendasi Dosis Anak:

  • 1 dosis di usia 12-18 bulan
  • 1 dosis di usia 5-7 tahun.

Vaksin saat mengandung: Tidak disarankan (minimal dimulai 3 bulan sebelum rencana kehamilan)

MMR-ii
Merck & Co (USA)


*Harga vaksinasi per dosis per pax. Termasuk PPN.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis Buku Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik: Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

jadwal imunisasi dewasa


Lokasi:
Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

 

Kandungan

Zat Aktif

Setelah rekonstitusi, setiap dosis 0,5 mL mengandung tidak kurang dari:

  • Virus campak (measles) …… 3,0 log10 TCID50;
  • Virus gondongan (mumps) …… 4.1 log10 TCID50;
  • Virus rubella …… 3.0 log10 TCID50.

*TCID50 (Tissue Culture Infectious Dose)

Eksipien / Zat Non-Aktif Lainnya

Setiap dosis Vaksin MMR® II juga mengandung:

  • Sorbitol …… 14,5 mg
  • Sukrosa …… 1,9 mg
  • Hydrolized Gelatin …… 14,5 mg
  • Recombinant Human Albumin …… ≤0,3 mg
  • Fetal Bovine Serum …… <1 ppm
  • Neomycin …… approx. 25 mcg

Produk ini tidak mengandung pengawet.

Info Klinis

Indikasi

Vaksin MMR® II adalah vaksin yang diindikasikan untuk imunisasi aktif untuk pencegahan campak, gondongan, dan rubella pada individu berusia 12 bulan ke atas. Vaksin MMR® II mengandung virus campak, gondongan, dan rubella yang telah dilemahkan.

Efektivitas

Vaksin MMR sangat efektif melindungi seseorang dari penyakit campak, gondongan, dan rubella, serta mencegah komplikasi yang disebabkan oleh penyakit tersebut. Orang yang menerima vaksinasi MMR menurut jadwal vaksinasi yang ditetapkan biasanya dianggap terlindungi seumur hidup dari campak dan rubella. Meskipun Vaksin MMR memberikan perlindungan yang efektif terhadap gondongan bagi kebanyakan orang, kekebalan terhadap gondongan dapat menurun seiring waktu dan beberapa orang mungkin tidak lagi terlindungi dari gondongan di kemudian hari. Dosis tambahan (booster) mungkin diperlukan jika Anda berisiko karena wabah gondongan.

  • Satu dosis vaksin MMR 93% efektif melawan campak, 78% efektif melawan gondongan, dan 97% efektif melawan rubella.
  • Dua dosis vaksin MMR 97% efektif melawan campak dan 88% efektif melawan gondongan.

Posologi

  • Anak
    • Dosis pertama diberikan pada usia 12 (dua belas) sampai 18 (delapan belas) bulan. Dosis kedua diberikan pada usia 4 (empat) sampai 7 (tujuh) tahun.
    • Dalam kasus tertentu, dosis kedua boleh diberikan sebelum usia 4 (empat) tahun, asalkan ada jeda minimal 1 (satu) bulan antara dosis Vaksin MMR® II.
    • Anak-anak yang menerima dosis awal Vaksin MMR® II sebelum ulang tahun pertama mereka harus menerima dosis vaksin tambahan pada usia 12-15 bulan dan pada usia 4-7 tahun untuk menyelesaikan rangkaian vaksinasi.
    • Untuk profilaksis pasca pajanan campak, berikan dosis Vaksin MMR® II dalam 72 jam setelah pajanan.
  • Pelajar pendidikan lanjutan
    • Pelajar di lembaga pendidikan pasca-sekolah menengah yang tidak memiliki bukti dokumentasi imunitas memerlukan dua dosis vaksin MMR, dengan interval dosis setidaknya 28 hari.
  • Dewasa
    • Orang dewasa yang tidak memiliki bukti dokumentasi imunitas harus mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin MMR.
    • Orang dewasa tertentu yang membutuhkan 2 dosis adalah mereka yang akan berada di lingkungan yang berisiko tinggi penularan campak atau gondongan. 2 dosis vaksin MMR dipisahkan dengan interval setidaknya 28 hari. Orang dewasa ini termasuk:
      • Pelajar di lembaga pendidikan pasca-sekolah menengah
      • Tenaga kesehatan
      • Wisatawan internasional
  • Wisatawan Internasional
    • Orang berusia 6 bulan ke atas yang akan melakukan perjalanan internasional harus dilindungi dari campak. Sebelum melakukan perjalanan internasional;
      • Bayi usia 6 sampai 11 bulan harus menerima satu dosis vaksin MMR.
      • Bayi yang mendapatkan satu dosis vaksin MMR sebelum ulang tahun pertama mereka harus mendapatkan dua dosis lagi (satu dosis pada usia 12 hingga 15 bulan dan dosis lainnya dipisahkan oleh setidaknya 28 hari).
      • Anak-anak berusia 12 bulan ke atas harus menerima dua dosis vaksin MMR, dipisahkan oleh setidaknya 28 hari.
      • Remaja dan orang dewasa yang tidak memiliki bukti dokumentasi imunitas terhadap campak harus mendapatkan dua dosis vaksin MMR dengan interval paling sedikit 28 hari.

Metode Pemberian

Vaksin MMR diberikan melalui suntikan subkutan. Jangan berikan Vaksin MMR melalui suntikan intramuskular atau intravena.

Kontraindikasi

Vaksin MMR tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi berikut:

  • Hipersensitivitas
  • Imunosupresi
  • Demam ≥ 38°C
  • Tuberkulosis Aktif
  • Kehamilan

Perhatian Khusus

  • Riwayat Kejang Demam
  • Hipersensitivitas terhadap Telur Ayam
  • Hipersensitivitas terhadap Neomycin
  • Trombositopenia
  • Riwayat Imunodefisiensi Turunan
  • Transfusi & Imunoglobulin

Keamanan

Reaksi KIPI yang paling umum dari vaksinasi dengan M-M-R II adalah nyeri lokal di tempat suntikan untuk waktu yang singkat.

Efek samping lain mungkin termasuk:

  • Demam
  • Ruam

Efek samping yang kurang umum terjadi meliputi:

  • Pembengkakan testis
  • Nyeri sendi dan / atau bengkak

Beberapa efek samping jarang terjadi tetapi mungkin cukup berat. Anda harus menghubungi penyedia layanan kesehatan Anda jika Anda mengalami masalah berikut:

  • Kesulitan bernapas, mengi, gatal-gatal, atau ruam kulit mungkin merupakan tanda-tanda reaksi alergi
  • Perdarahan atau memar di bawah kulit
  • Kejang, sakit kepala parah, perubahan perilaku atau kesadaran, atau kesulitan berjalan