Typhim Vi (Vaksin Tifoid / Vaksin Tipes)

Rp585.000,00

Paket ≥ 20 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Jadwalkan Layanan

Deskripsi

  • Ringkasan
  • Anjuran
  • Kandungan
  • Efikasi
  • Indikasi
  • Keamanan

Typhim Vi (Sanofi Pasteur) – Vaksin Tifoid (Vi Polisakarida) untuk pencegahan demam tifoid

Typhim Vi adalah vaksin non-live berbasis polisakarida Vi yang memberi kekebalan terhadap Salmonella Typhi, penyebab demam tifoid. Tifoid dapat menyebabkan demam tinggi, diare/konstipasi, perforasi usus, hingga sepsis dan kematian, terutama pada wilayah dengan sanitasi kurang baik atau saat bepergian ke daerah endemik.


Siapa yang disarankan:

  • Anak ≥2 tahun, remaja & dewasa yang tinggal/akan bepergian ke daerah endemik tifoid (wisata, tugas kerja, studi jangka panjang).

  • Kelompok risiko: pekerja makanan, tenaga kesehatan/laboratorium yang menangani S. Typhi, penghuni asrama/panti, serta kontak dekat di lokasi wabah (KLB).

  • Pelancong dengan itinerary street food/pedalaman atau akses air bersih terbatas.

  • Kebutuhan dokumen perjalanan bila disyaratkan institusi/negara tujuan.


Manfaat utama:

  • Mengurangi risiko infeksi tifoid dan komplikasi usus/hematologis pada pelancong dan penduduk di daerah endemik.

  • Jadwal praktis 1 dosis 0,5 mL (IM atau SC), dapat koadministrasi dengan vaksin hepatitis A/B, meningokokus, influenza, Tdap di lokasi suntik berbeda.

  • Proteksi relevan untuk perjalanan; ideal diberikan ≥2 minggu sebelum paparan agar antibodi terbentuk optimal.


Regimen & waktu terbaik:

  • Imunisasi rutin bagi pelancong & penduduk berisiko
    • Typhim Vi diberikan 1 dosis tunggal (0,5 mL) IM (deltoid) atau SC pada usia ≥2 tahun.
    • Booster setiap 2–3 tahun bila risiko berlanjut (tinggal/sering bepergian ke daerah endemik).
  • Penjadwalan perjalanan
    • Idealnya ≥14 hari sebelum keberangkatan; bila mepet, tetap bermanfaat namun proteksi mungkin belum maksimal.
  • Strategi pencegahan komprehensif
    • Vaksinasi dipadukan dengan higiene makanan/minuman, air matang/kemasan, dan cuci tangan sabun/hand sanitizer.
  • Waktu ideal: Lakukan setidaknya 2 minggu sebelum paparan (mis. keberangkatan). Untuk perlindungan berkelanjutan di daerah endemik, ulang tiap 2–3 tahun. Pada situasi KLB setempat, vaksinasi boleh dipercepat sesuai arahan otoritas kesehatan.

Berbeda dengan vaksin Tifoid Konjugat (TCV) yang dapat digunakan mulai usia ≥6 bulan dan memberi durasi proteksi lebih panjang, Typhim Vi (polisakarida) diindikasikan untuk ≥2 tahun dan memerlukan booster setiap 2–3 tahun bila risiko berlanjut.


Keamanan & perhatian ringkas:

  • Reaksi pasca vaksinasi umumnya tanpa keluhan hingga ringan–sedang; biasanya sementara (1–3 hari): nyeri/kemerahan/bengkak di lokasi suntik, lelah, nyeri otot, sakit kepala, demam ringan/meriang.

  • Penanganan: kompres dingin, hidrasi, istirahat; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.

  • Catatan kehati-hatian (jarang): anafilaksis terhadap komponen vaksin (mis. fenol) → kontraindikasi; demam ≥38 °C/penyakit akut sedang–berat → tunda; imunosupresi dapat menurunkan respons antibodi.

Komposisi Vaksin Typhim Vi (ringkas)

Satu dosis (0,5 mL) mengandung:

  • 25 µg polisakarida kapsular Vi Salmonella Typhi (dimurnikan).
  • Pengawet: fenol ≤0,25%.
  • Tidak mengandung adjuvan aluminium/tiomersal.
  • Daftar eksipien & informasi lengkap: lihat tab Kandungan.

Pemberian Typhim Vi dengan Vaksin Lain

Typhim Vi (tifoid, non-live) dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain seperti hepatitis A/hepatitis B, meningokokus, influenza, TdaP, rabies, atau kolera oral, selama lokasi suntik berbeda (mis. deltoid kiri/kanan) dan syringe terpisah.

Untuk vaksin hidup (mis. MMR / Varicella / Yellow Fever), Typhim Vi boleh bersama hari yang sama atau kapan saja—tidak perlu jeda 4 minggu (aturan jeda berlaku antarsesama vaksin hidup, bukan dengan vaksin non-live).

Pada jadwal padat, koadministrasi membantu mengurangi kunjungan tanpa menurunkan respons imun yang bermakna. Harapkan reaksi lokal (nyeri/kemerahan/bengkak) dan keluhan sistemik ringan (lelah/nyeri otot/demam ringan) bisa sedikit lebih terasa saat beberapa vaksin diberikan di hari yang sama—biasanya ringan & sementara. Jangan mencampur vaksin dalam satu spuit.

Vaksin saat hamil / menyusui:

Kehamilan:

  • Sebagai vaksin non-live (polisakarida), Typhim Vi dapat dipertimbangkan bila manfaat > risiko (mis. perjalanan tak dapat ditunda ke daerah endemik). Bila tidak mendesak, pertimbangkan menunda hingga selesai hamil.

  • Berikan idealnya ≥2 minggu sebelum paparan; tetap tekankan pencegahan makanan/air aman selama kehamilan.

Menyusui:

  • Boleh diberikan saat menyusui; komponen vaksin tidak diketahui berdampak negatif pada ASI. Dapat dikombinasikan dengan vaksin lain di lokasi suntik berbeda.


Kemasan :

Typhim Vi - Vaksin Tifoid Polisakarida

Merek: Typhim Vi

Diproduksi oleh: Sanofi Pasteur

Distribusi oleh: PT Sanofi Indonesia

Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis

Siapa yang Dianjurkan

  • Anak ≥2 tahun, remaja & dewasa: tinggal/berkunjung ke daerah endemik tifoid, perjalanan kerja/studi, atau tinggal komunal.

  • Kelompok risiko: pekerja makanan, nakes/lab yang menangani S. Typhi, penghuni asrama/panti, kontak dekat saat KLB.

  • Pelancong: itinerary street food, pedalaman, akses air bersih terbatas.

Siapa yang perlu ditunda/pertimbangkan

  • Demam ≥38 °C atau penyakit akut sedang–berat → tunda.

  • Alergi berat/anafilaksis terhadap komponen vaksin (mis. fenol) → kontraindikasi.

  • Usia <2 tahun: tidak dianjurkan (respons imun polisakarida kurang baik) → pertimbangkan TCV (lihat opsi konjugat).

  • Imunokompromais/terapi imunosupresif: boleh diberikan (non-live), namun respons antibodi bisa lebih rendah.


Jadwal & Dosis (ringkas)

  • Regimen utama (usia ≥2 tahun)
    • 1 dosis tunggal 0,5 mL IM (deltoid) atau SC.
    • Booster: setiap 2–3 tahun bila risiko berlanjut (tinggal/sering bepergian ke daerah endemik).
  • Penjadwalan perjalanan
    • Berikan ≥14 hari sebelum paparan/keberangkatan untuk respon optimal; jika mepet, tetap bermanfaat walau proteksi mungkin belum maksimal.
  • Bukan terapi
    • Tidak mengobati tifoid aktif dan tidak melindungi dari S. Paratyphi (A/B/C) atau penyebab demam tifoid non-Typhi.
  • Waktu ideal: Setidaknya 2 minggu sebelum keberangkatan/paparan. Untuk proteksi jangka panjang di daerah endemik, ulang tiap 2–3 tahun. Lihat Tab 6 untuk pertimbangan kehamilan/menyusui.


Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)

  • Dapat bersamaan dengan Hepatitis A/B, meningokokus, influenza, Tdap, rabies, kolera orallokasi suntik berbeda, syringe terpisah.

  • Tidak perlu jeda khusus dengan vaksin hidup (mis. MMR/Varicella/Yellow Fever)—boleh hari yang sama atau kapan saja.


Siapa yang Perlu Konsultasi Dulu

  • Riwayat anafilaksis terhadap fenol/komponen vaksin.
  • Gangguan perdarahan/terapi antikoagulan (rute IM): pertimbangkan jarum kecil & penekanan lebih lama; rute SC dapat dipilih.
  • Imunodefisiensi berat: boleh diberikan (non-live), namun evaluasi kebutuhan booster & pencegahan non-vaksin.
  • Kehamilan: nilai manfaat–risiko perjalanan (lihat Tab 6).

Persiapan & Pasca-Vaksin

  • Bawa riwayat alergi/obat, pastikan jadwal perjalanan. Edukasi higiene makanan/minuman (air matang/kemasan, hindari es & salad mentah).

  • Efek samping umum: nyeri/kemerahan suntikan, lelah, nyeri otot, demam ringan (1–3 hari). Kompres dingin & analgesik OTC bila perlu.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; hubungi kami bila gejala berat/berkepanjangan.

Zat Aktif

Nama produk: Typhim Vi – Vaksin Tifoid (Polisakarida Vi)
Tipe: Non-live (polisakarida); menarget antigen kapsular Vi dari Salmonella Typhi untuk memicu pembentukan antibodi protektif terhadap demam tifoid.


Komposisi per dosis

Satu dosis (0,5 mL) mengandung:

  • 25 µg polisakarida kapsular Vi Salmonella Typhi (dimurnikan).
  • Pengawet: fenol ≤0,25%.
  • Tidak mengandung adjuvan (tanpa aluminium/AS04, dsb.).
  • Eksipien: larutan penyangga isotonik (mis. natrium klorida/buffer fosfat) & air untuk injeksi.

Sediaan & penanganan

  • Sediaan: vial atau pre-filled syringe 0,5 mL untuk injeksi IM (deltoid) atau SC; jangan IV.
  • Penyimpanan: 2–8 °C, lindungi dari cahaya; jangan dibekukan (buang bila pernah beku).
  • Sebelum digunakan: periksa visual — larutan jernih/tanpa partikel. Kocok ringan bila perlu untuk homogenitas.
  • Pembuangan: ikuti prosedur limbah medis tajam & biologis setempat.
Kata kunci tercakup: Typhim Vi, Vi capsular polysaccharide, Salmonella Typhi, 25 µg, phenol preservative, tanpa adjuvan, 0,5 mL IM/SC, simpan 2–8 °C.

Efikasi & Perlindungan

Bagaimana melindungi:

  • Typhim Vi memicu antibodi IgG terhadap antigen kapsular Vi Salmonella Typhi. Antibodi ini membantu mencegah invasi bakteri ke aliran darah, sehingga menurunkan risiko bakteremia dan demam tifoid. Sebagai vaksin T-independent (polisakarida), respons memori imun terbatas terutama pada anak <2 tahun.
  • Tidak melindungi dari S. Paratyphi (A/B/C) atau penyebab demam tifoid non-Typhi; praktik food & water safety tetap krusial saat bepergian.

Tingkat efektivitas (ringkas):

  • Efikasi/efektivitas 50–70% dalam mencegah demam tifoid simptomatik pada remaja & dewasa di wilayah endemik dalam 2–3 tahun pertama pasca vaksinasi (variasi menurut paparan, sirkulasi strain, & kepatuhan higiene).
  • Proteksi populasi (indirek) terbatas karena tidak mengurangi kolonisasi usus secara bermakna—strategi terbaik adalah kombinasi vaksin + higiene makanan/air.

Onset & durasi proteksi:

  • Onset: antibodi protektif mulai terbentuk sekitar 7–14 hari setelah 1 dosis.
  • Durasi: menurun bertahap setelah ~2–3 tahun → anjurkan booster tiap 2–3 tahun bila risiko berlanjut (tinggal/sering bepergian ke daerah endemik).
Catatan: Typhim Vi bukan terapi pasca pajanan atau pengganti tata laksana klinis. Demam setelah pulang dari daerah endemik perlu evaluasi medis & tatalaksana antibiotik sesuai pedoman setempat.
Kata kunci tercakup: efikasi Typhim Vi 50–70%, onset 7–14 hari, durasi 2–3 tahun, tidak lindungi Paratyphi, booster 2–3 tahun.

Indikasi & Posologi

Indikasi

Typhim Vi (vaksin tifoid polisakarida Vi) diindikasikan untuk pencegahan demam tifoid yang disebabkan oleh Salmonella enterica serovar Typhi pada:

  • Anak ≥2 tahun, remaja, & dewasa: tinggal atau bepergian ke daerah endemik.

  • Kelompok risiko: pekerja makanan, tenaga kesehatan/lab yang menangani S. Typhi, penghuni asrama/panti, kontak saat KLB.

  • Catatan batasan: tidak melindungi terhadap S. Paratyphi (A/B/C) atau penyebab demam tifoid non-Typhi.


Posologi (Dosis & Jadwal)

Rute: IM (intramuskular) deltoid atau SC; jangan IV.
Dosis: 1× 0,5 mL untuk usia ≥2 tahun.

  • Regimen utama (usia ≥2 tahun): satu dosis tunggal 0,5 mL.

  • Booster: setiap 2–3 tahun bila risiko berlanjut (tinggal/sering bepergian ke endemik).

  • Penjadwalan perjalanan: berikan ≥14 hari sebelum paparan/keberangkatan untuk respons optimal; jika mepet, tetap bermanfaat meski proteksi awal mungkin belum maksimal.

  • Usia <2 tahun: tidak dianjurkan (vaksin polisakarida T-independent → respons memori kurang). Pertimbangkan vaksin tifoid konjugat (TCV) sesuai label setempat.

  • Bukan terapi: tidak mengobati tifoid aktif & tidak menggantikan tata laksana klinis. Tetap terapkan higiene makanan & air.


Catatan Praktis

  • Koadministrasi: boleh bersama Hepatitis A/B, meningokokus, influenza, Tdap, rabies, kolera oral di lokasi suntik berbeda dan syringe terpisah.

  • Optimalkan dengan edukasi “boil it, cook it, peel it, or forget it”, cuci tangan, air kemasan, hindari es/salad mentah.

  • Konsultasi bila ada riwayat anafilaksis terhadap fenol/komponen vaksin, gangguan perdarahan (pertimbangkan rute SC), atau imunodefisiensi berat (respons antibodi mungkin menurun).

Profil Keamanan Singkat

Typhim Vi adalah vaksin non-live (polisakarida Vi) dengan profil keamanan baik pada remaja & dewasa serta anak usia ≥2 tahun. Keluhan umumnya ringan–sedang dan sementara (±1–3 hari).


Efek Samping Umum (0–7 hari)

Lokal (di tempat suntik, IM/SC):

  • Nyeri, kemerahan, bengkak/indurasi, rasa hangat/nyeri tekan. Biasanya ringan & pulih sendiri.

Sistemik:

  • Lelah, nyeri otot/pegal, sakit kepala, demam ringan/meriang, menggigil, kadang mual.

Penanganan mandiri: kompres dingin, hidrasi & istirahat, analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Reaksi Sedang–Berat (Jarang)

  • Reaksi lokal lebih luas (bengkak meluas/nyeri hebat) — biasanya membaik dalam beberapa hari; evaluasi bila menetap.

  • Demam ≥38,5 °C, reaksi alergi; anafilaksis sangat jarang → darurat medis.

  • Sinkop terkait prosedur suntik: lakukan observasi singkat setelah penyuntikan.


Kontraindikasi & Penundaan

  • Kontraindikasi: riwayat anafilaksis terhadap komponen vaksin (fenol, dll.).

  • Tunda: demam ≥38 °C / penyakit akut sedang–berat.

  • Usia <2 tahun: tidak dianjurkan (polisakarida T-independent → respons memori rendah); pertimbangkan vaksin tifoid konjugat (TCV).


Populasi Khusus

  • Kehamilan: non-live; dapat dipertimbangkan bila risiko paparan tinggi (perjalanan/tinggal endemik). Nilai manfaat–risiko; tunda bila tidak mendesak.

  • Menyusui: aman; tidak mengganggu produksi ASI.

  • Gangguan perdarahan/antikoagulan: rute IM boleh dengan jarum kecil & penekanan lebih lama; rute SC dapat dipilih.

  • Imunokompromais: non-live; umumnya dapat diberikan, namun respons antibodi bisa lebih rendah.


Interaksi/Koadministrasi

  • Boleh bersamaan dengan Hepatitis A/B, meningokokus, influenza, Tdap, rabies, kolera oral, yellow fever (live)lokasi suntik berbeda & syringe terpisah.

  • Tidak perlu jeda khusus dengan vaksin hidup bila tidak diberikan di tempat yang sama; boleh hari yang sama atau kapan saja.


Setelah Vaksin di Vaxcorp

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik untuk memantau sinkop/reaksi awal.

  • Edukasi tertulis pasca-vaksin & hotline/WA untuk keluhan.

  • Dugaan KIPI signifikan akan dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur.

*Harga vaksinasi per dosis per pax.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

rekomendasi vaksinasi

Lokasi:

Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

Rekomendasi Layanan

Typhim Vi (Vaksin Tifoid / Vaksin Tipes)

Rp585.000,00

Jadwalkan Layanan

Paket ≥ 20 pax (Kelompok/Perusahaan/Haji atau Umroh) : IDR. Call Us

Deskripsi

  • Ringkasan
  • Anjuran
  • Kandungan
  • Efikasi
  • Indikasi
  • Keamanan

Typhim Vi (Sanofi Pasteur) – Vaksin Tifoid (Vi Polisakarida) untuk pencegahan demam tifoid

Typhim Vi adalah vaksin non-live berbasis polisakarida Vi yang memberi kekebalan terhadap Salmonella Typhi, penyebab demam tifoid. Tifoid dapat menyebabkan demam tinggi, diare/konstipasi, perforasi usus, hingga sepsis dan kematian, terutama pada wilayah dengan sanitasi kurang baik atau saat bepergian ke daerah endemik.


Siapa yang disarankan:

  • Anak ≥2 tahun, remaja & dewasa yang tinggal/akan bepergian ke daerah endemik tifoid (wisata, tugas kerja, studi jangka panjang).

  • Kelompok risiko: pekerja makanan, tenaga kesehatan/laboratorium yang menangani S. Typhi, penghuni asrama/panti, serta kontak dekat di lokasi wabah (KLB).

  • Pelancong dengan itinerary street food/pedalaman atau akses air bersih terbatas.

  • Kebutuhan dokumen perjalanan bila disyaratkan institusi/negara tujuan.


Manfaat utama:

  • Mengurangi risiko infeksi tifoid dan komplikasi usus/hematologis pada pelancong dan penduduk di daerah endemik.

  • Jadwal praktis 1 dosis 0,5 mL (IM atau SC), dapat koadministrasi dengan vaksin hepatitis A/B, meningokokus, influenza, Tdap di lokasi suntik berbeda.

  • Proteksi relevan untuk perjalanan; ideal diberikan ≥2 minggu sebelum paparan agar antibodi terbentuk optimal.


Regimen & waktu terbaik:

  • Imunisasi rutin bagi pelancong & penduduk berisiko
    • Typhim Vi diberikan 1 dosis tunggal (0,5 mL) IM (deltoid) atau SC pada usia ≥2 tahun.
    • Booster setiap 2–3 tahun bila risiko berlanjut (tinggal/sering bepergian ke daerah endemik).
  • Penjadwalan perjalanan
    • Idealnya ≥14 hari sebelum keberangkatan; bila mepet, tetap bermanfaat namun proteksi mungkin belum maksimal.
  • Strategi pencegahan komprehensif
    • Vaksinasi dipadukan dengan higiene makanan/minuman, air matang/kemasan, dan cuci tangan sabun/hand sanitizer.
  • Waktu ideal: Lakukan setidaknya 2 minggu sebelum paparan (mis. keberangkatan). Untuk perlindungan berkelanjutan di daerah endemik, ulang tiap 2–3 tahun. Pada situasi KLB setempat, vaksinasi boleh dipercepat sesuai arahan otoritas kesehatan.

Berbeda dengan vaksin Tifoid Konjugat (TCV) yang dapat digunakan mulai usia ≥6 bulan dan memberi durasi proteksi lebih panjang, Typhim Vi (polisakarida) diindikasikan untuk ≥2 tahun dan memerlukan booster setiap 2–3 tahun bila risiko berlanjut.


Keamanan & perhatian ringkas:

  • Reaksi pasca vaksinasi umumnya tanpa keluhan hingga ringan–sedang; biasanya sementara (1–3 hari): nyeri/kemerahan/bengkak di lokasi suntik, lelah, nyeri otot, sakit kepala, demam ringan/meriang.

  • Penanganan: kompres dingin, hidrasi, istirahat; analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.

  • Catatan kehati-hatian (jarang): anafilaksis terhadap komponen vaksin (mis. fenol) → kontraindikasi; demam ≥38 °C/penyakit akut sedang–berat → tunda; imunosupresi dapat menurunkan respons antibodi.

Komposisi Vaksin Typhim Vi (ringkas)

Satu dosis (0,5 mL) mengandung:

  • 25 µg polisakarida kapsular Vi Salmonella Typhi (dimurnikan).
  • Pengawet: fenol ≤0,25%.
  • Tidak mengandung adjuvan aluminium/tiomersal.
  • Daftar eksipien & informasi lengkap: lihat tab Kandungan.

Pemberian Typhim Vi dengan Vaksin Lain

Typhim Vi (tifoid, non-live) dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain seperti hepatitis A/hepatitis B, meningokokus, influenza, TdaP, rabies, atau kolera oral, selama lokasi suntik berbeda (mis. deltoid kiri/kanan) dan syringe terpisah.

Untuk vaksin hidup (mis. MMR / Varicella / Yellow Fever), Typhim Vi boleh bersama hari yang sama atau kapan saja—tidak perlu jeda 4 minggu (aturan jeda berlaku antarsesama vaksin hidup, bukan dengan vaksin non-live).

Pada jadwal padat, koadministrasi membantu mengurangi kunjungan tanpa menurunkan respons imun yang bermakna. Harapkan reaksi lokal (nyeri/kemerahan/bengkak) dan keluhan sistemik ringan (lelah/nyeri otot/demam ringan) bisa sedikit lebih terasa saat beberapa vaksin diberikan di hari yang sama—biasanya ringan & sementara. Jangan mencampur vaksin dalam satu spuit.

Vaksin saat hamil / menyusui:

Kehamilan:

  • Sebagai vaksin non-live (polisakarida), Typhim Vi dapat dipertimbangkan bila manfaat > risiko (mis. perjalanan tak dapat ditunda ke daerah endemik). Bila tidak mendesak, pertimbangkan menunda hingga selesai hamil.

  • Berikan idealnya ≥2 minggu sebelum paparan; tetap tekankan pencegahan makanan/air aman selama kehamilan.

Menyusui:

  • Boleh diberikan saat menyusui; komponen vaksin tidak diketahui berdampak negatif pada ASI. Dapat dikombinasikan dengan vaksin lain di lokasi suntik berbeda.


Kemasan :

Typhim Vi - Vaksin Tifoid Polisakarida

Merek: Typhim Vi

Diproduksi oleh: Sanofi Pasteur

Distribusi oleh: PT Sanofi Indonesia

Anjuran Pemberian & Rekomendasi Dosis

Siapa yang Dianjurkan

  • Anak ≥2 tahun, remaja & dewasa: tinggal/berkunjung ke daerah endemik tifoid, perjalanan kerja/studi, atau tinggal komunal.

  • Kelompok risiko: pekerja makanan, nakes/lab yang menangani S. Typhi, penghuni asrama/panti, kontak dekat saat KLB.

  • Pelancong: itinerary street food, pedalaman, akses air bersih terbatas.

Siapa yang perlu ditunda/pertimbangkan

  • Demam ≥38 °C atau penyakit akut sedang–berat → tunda.

  • Alergi berat/anafilaksis terhadap komponen vaksin (mis. fenol) → kontraindikasi.

  • Usia <2 tahun: tidak dianjurkan (respons imun polisakarida kurang baik) → pertimbangkan TCV (lihat opsi konjugat).

  • Imunokompromais/terapi imunosupresif: boleh diberikan (non-live), namun respons antibodi bisa lebih rendah.


Jadwal & Dosis (ringkas)

  • Regimen utama (usia ≥2 tahun)
    • 1 dosis tunggal 0,5 mL IM (deltoid) atau SC.
    • Booster: setiap 2–3 tahun bila risiko berlanjut (tinggal/sering bepergian ke daerah endemik).
  • Penjadwalan perjalanan
    • Berikan ≥14 hari sebelum paparan/keberangkatan untuk respon optimal; jika mepet, tetap bermanfaat walau proteksi mungkin belum maksimal.
  • Bukan terapi
    • Tidak mengobati tifoid aktif dan tidak melindungi dari S. Paratyphi (A/B/C) atau penyebab demam tifoid non-Typhi.
  • Waktu ideal: Setidaknya 2 minggu sebelum keberangkatan/paparan. Untuk proteksi jangka panjang di daerah endemik, ulang tiap 2–3 tahun. Lihat Tab 6 untuk pertimbangan kehamilan/menyusui.


Koadministrasi (Pada Hari yang Sama)

  • Dapat bersamaan dengan Hepatitis A/B, meningokokus, influenza, Tdap, rabies, kolera orallokasi suntik berbeda, syringe terpisah.

  • Tidak perlu jeda khusus dengan vaksin hidup (mis. MMR/Varicella/Yellow Fever)—boleh hari yang sama atau kapan saja.


Siapa yang Perlu Konsultasi Dulu

  • Riwayat anafilaksis terhadap fenol/komponen vaksin.
  • Gangguan perdarahan/terapi antikoagulan (rute IM): pertimbangkan jarum kecil & penekanan lebih lama; rute SC dapat dipilih.
  • Imunodefisiensi berat: boleh diberikan (non-live), namun evaluasi kebutuhan booster & pencegahan non-vaksin.
  • Kehamilan: nilai manfaat–risiko perjalanan (lihat Tab 6).

Persiapan & Pasca-Vaksin

  • Bawa riwayat alergi/obat, pastikan jadwal perjalanan. Edukasi higiene makanan/minuman (air matang/kemasan, hindari es & salad mentah).

  • Efek samping umum: nyeri/kemerahan suntikan, lelah, nyeri otot, demam ringan (1–3 hari). Kompres dingin & analgesik OTC bila perlu.

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik; hubungi kami bila gejala berat/berkepanjangan.

Zat Aktif

Nama produk: Typhim Vi – Vaksin Tifoid (Polisakarida Vi)
Tipe: Non-live (polisakarida); menarget antigen kapsular Vi dari Salmonella Typhi untuk memicu pembentukan antibodi protektif terhadap demam tifoid.


Komposisi per dosis

Satu dosis (0,5 mL) mengandung:

  • 25 µg polisakarida kapsular Vi Salmonella Typhi (dimurnikan).
  • Pengawet: fenol ≤0,25%.
  • Tidak mengandung adjuvan (tanpa aluminium/AS04, dsb.).
  • Eksipien: larutan penyangga isotonik (mis. natrium klorida/buffer fosfat) & air untuk injeksi.

Sediaan & penanganan

  • Sediaan: vial atau pre-filled syringe 0,5 mL untuk injeksi IM (deltoid) atau SC; jangan IV.
  • Penyimpanan: 2–8 °C, lindungi dari cahaya; jangan dibekukan (buang bila pernah beku).
  • Sebelum digunakan: periksa visual — larutan jernih/tanpa partikel. Kocok ringan bila perlu untuk homogenitas.
  • Pembuangan: ikuti prosedur limbah medis tajam & biologis setempat.
Kata kunci tercakup: Typhim Vi, Vi capsular polysaccharide, Salmonella Typhi, 25 µg, phenol preservative, tanpa adjuvan, 0,5 mL IM/SC, simpan 2–8 °C.

Efikasi & Perlindungan

Bagaimana melindungi:

  • Typhim Vi memicu antibodi IgG terhadap antigen kapsular Vi Salmonella Typhi. Antibodi ini membantu mencegah invasi bakteri ke aliran darah, sehingga menurunkan risiko bakteremia dan demam tifoid. Sebagai vaksin T-independent (polisakarida), respons memori imun terbatas terutama pada anak <2 tahun.
  • Tidak melindungi dari S. Paratyphi (A/B/C) atau penyebab demam tifoid non-Typhi; praktik food & water safety tetap krusial saat bepergian.

Tingkat efektivitas (ringkas):

  • Efikasi/efektivitas 50–70% dalam mencegah demam tifoid simptomatik pada remaja & dewasa di wilayah endemik dalam 2–3 tahun pertama pasca vaksinasi (variasi menurut paparan, sirkulasi strain, & kepatuhan higiene).
  • Proteksi populasi (indirek) terbatas karena tidak mengurangi kolonisasi usus secara bermakna—strategi terbaik adalah kombinasi vaksin + higiene makanan/air.

Onset & durasi proteksi:

  • Onset: antibodi protektif mulai terbentuk sekitar 7–14 hari setelah 1 dosis.
  • Durasi: menurun bertahap setelah ~2–3 tahun → anjurkan booster tiap 2–3 tahun bila risiko berlanjut (tinggal/sering bepergian ke daerah endemik).
Catatan: Typhim Vi bukan terapi pasca pajanan atau pengganti tata laksana klinis. Demam setelah pulang dari daerah endemik perlu evaluasi medis & tatalaksana antibiotik sesuai pedoman setempat.
Kata kunci tercakup: efikasi Typhim Vi 50–70%, onset 7–14 hari, durasi 2–3 tahun, tidak lindungi Paratyphi, booster 2–3 tahun.

Indikasi & Posologi

Indikasi

Typhim Vi (vaksin tifoid polisakarida Vi) diindikasikan untuk pencegahan demam tifoid yang disebabkan oleh Salmonella enterica serovar Typhi pada:

  • Anak ≥2 tahun, remaja, & dewasa: tinggal atau bepergian ke daerah endemik.

  • Kelompok risiko: pekerja makanan, tenaga kesehatan/lab yang menangani S. Typhi, penghuni asrama/panti, kontak saat KLB.

  • Catatan batasan: tidak melindungi terhadap S. Paratyphi (A/B/C) atau penyebab demam tifoid non-Typhi.


Posologi (Dosis & Jadwal)

Rute: IM (intramuskular) deltoid atau SC; jangan IV.
Dosis: 1× 0,5 mL untuk usia ≥2 tahun.

  • Regimen utama (usia ≥2 tahun): satu dosis tunggal 0,5 mL.

  • Booster: setiap 2–3 tahun bila risiko berlanjut (tinggal/sering bepergian ke endemik).

  • Penjadwalan perjalanan: berikan ≥14 hari sebelum paparan/keberangkatan untuk respons optimal; jika mepet, tetap bermanfaat meski proteksi awal mungkin belum maksimal.

  • Usia <2 tahun: tidak dianjurkan (vaksin polisakarida T-independent → respons memori kurang). Pertimbangkan vaksin tifoid konjugat (TCV) sesuai label setempat.

  • Bukan terapi: tidak mengobati tifoid aktif & tidak menggantikan tata laksana klinis. Tetap terapkan higiene makanan & air.


Catatan Praktis

  • Koadministrasi: boleh bersama Hepatitis A/B, meningokokus, influenza, Tdap, rabies, kolera oral di lokasi suntik berbeda dan syringe terpisah.

  • Optimalkan dengan edukasi “boil it, cook it, peel it, or forget it”, cuci tangan, air kemasan, hindari es/salad mentah.

  • Konsultasi bila ada riwayat anafilaksis terhadap fenol/komponen vaksin, gangguan perdarahan (pertimbangkan rute SC), atau imunodefisiensi berat (respons antibodi mungkin menurun).

Profil Keamanan Singkat

Typhim Vi adalah vaksin non-live (polisakarida Vi) dengan profil keamanan baik pada remaja & dewasa serta anak usia ≥2 tahun. Keluhan umumnya ringan–sedang dan sementara (±1–3 hari).


Efek Samping Umum (0–7 hari)

Lokal (di tempat suntik, IM/SC):

  • Nyeri, kemerahan, bengkak/indurasi, rasa hangat/nyeri tekan. Biasanya ringan & pulih sendiri.

Sistemik:

  • Lelah, nyeri otot/pegal, sakit kepala, demam ringan/meriang, menggigil, kadang mual.

Penanganan mandiri: kompres dingin, hidrasi & istirahat, analgesik/antipiretik OTC sesuai saran tenaga kesehatan.


Reaksi Sedang–Berat (Jarang)

  • Reaksi lokal lebih luas (bengkak meluas/nyeri hebat) — biasanya membaik dalam beberapa hari; evaluasi bila menetap.

  • Demam ≥38,5 °C, reaksi alergi; anafilaksis sangat jarang → darurat medis.

  • Sinkop terkait prosedur suntik: lakukan observasi singkat setelah penyuntikan.


Kontraindikasi & Penundaan

  • Kontraindikasi: riwayat anafilaksis terhadap komponen vaksin (fenol, dll.).

  • Tunda: demam ≥38 °C / penyakit akut sedang–berat.

  • Usia <2 tahun: tidak dianjurkan (polisakarida T-independent → respons memori rendah); pertimbangkan vaksin tifoid konjugat (TCV).


Populasi Khusus

  • Kehamilan: non-live; dapat dipertimbangkan bila risiko paparan tinggi (perjalanan/tinggal endemik). Nilai manfaat–risiko; tunda bila tidak mendesak.

  • Menyusui: aman; tidak mengganggu produksi ASI.

  • Gangguan perdarahan/antikoagulan: rute IM boleh dengan jarum kecil & penekanan lebih lama; rute SC dapat dipilih.

  • Imunokompromais: non-live; umumnya dapat diberikan, namun respons antibodi bisa lebih rendah.


Interaksi/Koadministrasi

  • Boleh bersamaan dengan Hepatitis A/B, meningokokus, influenza, Tdap, rabies, kolera oral, yellow fever (live)lokasi suntik berbeda & syringe terpisah.

  • Tidak perlu jeda khusus dengan vaksin hidup bila tidak diberikan di tempat yang sama; boleh hari yang sama atau kapan saja.


Setelah Vaksin di Vaxcorp

  • Observasi 10–15 menit pasca suntik untuk memantau sinkop/reaksi awal.

  • Edukasi tertulis pasca-vaksin & hotline/WA untuk keluhan.

  • Dugaan KIPI signifikan akan dievaluasi dan dilaporkan sesuai prosedur.

*Harga vaksinasi per dosis per pax.
*Harga sudah termasuk biaya pelayanan;

Biaya pelayanan termasuk:

  • Konsultasi & Tindakan Dokter

  • Alat Habis Pakai

  • Rekam Medis E-Certificate Vaksinasi

Add-on Kunjungan Klinik (Walk-in): Rp. 0 / pertemuan per dosis
Add-on VIP Layanan vaksinasi di rumah: Rp. 500,000 / kunjungan (DKI Jakarta)

rekomendasi vaksinasi

Lokasi:

Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia

Rekomendasi Layanan